p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Aplikasi Fisika
Ida Usman
Physics Department, Halu Oleo University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Green-sintesis nanopartikel perak dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan karakterisasi sifat fisika dan kimianya sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC Waode Sukmawati Arsyad; Gemmy Lisar; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 01 (2024)
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi sel surya DSSC, maka dilakukan ektraksi dan karakterisasi zat pewarna dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai penyerap cahaya dalam sel surya DSSC. Ekstraksi zat pewarna dari buah naga dilakukan dengan metode maserasi dengan variasi pelarut (ethanol, methanol dan akuades), yang selanjutnya ekstrak tersebut digunakan sebagai agen pereduksi pada sintensis nanopartikel perak (AgNP) yang dikenal dengan metode green-sintesis. Lalu dilakukan karakterisasi FTIR, XRD, EDS, dan UV-Vis untuk mengetahui ikatan kimia, struktur kristal, daerah penyerapan, komposisi kimia zat pewarna ekstrak buah naga (EBN) dan nanopartikel perak (AgNP). Untuk mengetahui kemampuan elektrokatalisis elektroda kerja DSSC maka dilakukan karakterisasi LSV. EBN menunjukkan daerah serapan pada daerah cahaya tampak yaitu dari 300-550 nm dengan puncak penyerapan yang berada pada sekitar 350 nm dan 530 nm. Pada AgNP, puncak serapan pada sekitar 530 nm hilang dan muncul serapan pada sekitar 430 nm yang mengindikasikan terbentuknya nanopartikel perak yang dikonfirmasi leboh lanjut dari spektrum XRD nya. Nilai celah energi terkecil diperoleh untuk EBN dalam pelarut akuades dan AgNP dalam pelarut methanol, yaitu 2,89 eV dan 3,60 eV secara berurutan. Hasil pengukuran LSV untuk EBN dengan pelarut akuades dan etanol menunjukkan adanya proses faradaik yang ditandai munculnya arus pada kondisi disinari maupun gelap, sedangkan untuk pelarut metanol tidak menunjukkan adanya arus reduksi pada kondisi disinari maupun kondisi gelap. AgNP menunjukkan adanya arus reduksi untuk semua pelarut baik dalam kondisi gelap maupun kondisi disinari, akan tetapi posisi puncak reduksinya bergeser kearah tegangan positif yaitu sekitar 0,2 V untuk semua sampel.
Pengembangan prototipe sistem monitoring level ketinggian air menggunakan sensor ultrasonik berbasis internet of things Afifah Fauziyah; Ismail Saleh; Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p1-8

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir dapat berupa kerugian material hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana banjir yang efektif untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem pengukuran dan sistem monitoring level ketinggian air untuk mendapatkan akurasi sensor ultrasonik HC-SR04. Sistem dirancang untuk memantau secara real-time level ketinggian air di suatu lokasi dan mengirimkan data tersebut ke server Blynk melalui jaringan internet dan ditampilkan dalam bentuk dashboard web. Metote penelitian yang digunakan adalah pengembangan sistem dengan pendekatan IoT. Sistem terdiri dari perangkat keras berupa sensor ultrasonik HC-SR04, mikrokontroler ESP32, relay, dan modul catu daya, serta perangkat lunak untuk pengolahan data dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan relatif sensor ultrasonik HC-SR04 berkisar antara 0,28% sampai 4,52%. Pengukuran sensor ultrasonik HC-SR04 pada jarak yang jauh memperoleh error yang lebih kecil dibandingkan jarak pengukuran yang dekat. Analisis laju fluida untuk mendapatkan nilai laju kenaikan air menunjukkan kisaran selisih antara 0,01 cm/s sampai 0,29 cm/s dari nilai yang sebenarnya. Hitungan waktu kenaikan air memperoleh selisih antara 303,29 detik hingga 668,22 detik dari waktu sebenarnya. Semakin rendah nilai selisih yang diperoleh maka semakin baik pengukuran yang dilakukan. Sistem ini dapat membantu memberikan estimasi waktu akan terjadinya banjir berdasarkan perhitungan analisa laju fluida yang telah dilakukan.
Pretreatment batubara (tipe sub-bituminus) menggunakan metode leaching asam basa dengan NaOH dan HCl serta karakterisasi sifat fisis dan kimianya Waode Sukmawati Arsyad; Muhammad Arohman; La Agusu; Ida Usman; La Aba; I Nyoman Sudiana; Ismail Saleh; La Ode Rusman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p17-23

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas rGO yang dihasilkan dari batu bara maka perlu dilakukan proses pre-treatment pada sampel batu bara. Batu bara yang digunakan adalah jenis sub-bituminus dari Kolaka Timur. Proses pre-treatment yang dilakukan adalah dengan proses leaching menggunakan basa (NaOH) dengan variasi konsentrasi (1, 2, 4, 8 dan 10) M, dan asam (HCl) dengan konsentrasi tetap, yaitu 5M. Sampel batu bara dan hasil leachingnya kemudian dikarakterisasi kandungan karbon, perubahan ikatan kimianya, struktur kristal dan resistansinya menggunakan energi dispersive X-ray spectroscopy (EDS), FTIR, XRD dan LCR meter. Dari hasil EDS diperoleh rasio C/O tertinggi sebesar 1,9 untuk proses leaching dengan konsentrasi 8M NaOH+5M HCl. Terjadi penurunan kadar oksigen pada batu bara setelah melalui proses leaching NaOH+HClyang menunjukan meningkatnya kualitas batu bara yang ditandai dengan menunurunnya luas daerah pada kurva 3448 cm-1 dar grafik hasil karakterisasi q FTIR. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi XRD yang menunjukan batu bara yang telah dileaching dengan menggunakan NaOH dan HCl berubah menjadi grafit pada posisi 2-theta 26,5° dan intensitas grafit tertinggi pada konsentras 8M NaOH+5M HCl.
Rancang bangun prototype sistem otomatis pemberi pakan ikan berbasis mikrokontroler dengan teknologi machine learning Ashari Midana; Ismail Saleh; Ida Usman; M. Zamrun F.; I Nyoman Sudiana; Adrian Rahmat Nur
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p31-37

Abstract

Sistem pemberi pakan ikan otomatis adalah sistem yang terdiri dari robot penebar pakan dan robot penakar pakan. Robot dapat dapat saling berkomunikasi baik dalam jaringan lokal maupun jaringan internet. Sistem pemberi pakan ikan dapat menangani banyak kolam dengan 1 pasang robot. Robot dilengkapi dengan kamera untuk mengenali nomor kolam dengan bantuan machine learning untuk klasifikasi nomor berdasarkan gambar yang ditangkap. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa variasi kecepatan dan variasi jarak penghalang dalam mendeteksi penghalang atau nomor kolam menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan sensor ultrasonik HC-SR04 pada saat diam berkisar antar 0,046% sampai 0,240%, sedangkan pada saat robot bergerak kesalahan pembacaan sensor (error) berkisar antara 0,107% sampai 14,492% yang menunjukkan bahwa sensor ultrasonik HC-SR04 baik digunakan untuk mendeteksi objek yang lebih dari 20 cm dibandingkan untuk mendeteksi objek kurang dari 20 cm. Respon sensor ultrasonik terhadap variasi kecepatan gerak robot cenderung menunjukkan pembacaan sudut deteksi yang sama berkisar 15,03o sampai 16,360 cm atau 1/2 dari kemampuan sensor ultrasonik 30o. Variasi kecepatan robot tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap hasil pembacaan sudut deteksi sensor dikarenakan kecepatan robot berkisar 20 cm/s sampai 60 cm/s masih dibawah kecepatan gelombang suara 340 m/s sehingga sudut deteksi sensor cenderung menunjukkan nilai yang sama.
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI DAN IDENTIFIKASI FITOKIMIA DARI FRAKSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PENYERAP CAHAYA DALAM DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Wa Ode Sukmawati Arsyad; Olivia Stefhany Wijaya; Ida Usman; Ismail Saleh; Muh. Harun Al Rasyid; Yusnita Sari
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai sumber dye alami pada sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) melalui analisis spektrum absorbansi serta identifikasi senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan tahap evaporasi vakum dan fraksinasi menggunakan pelarut etanol serta metanol. Identifikasi senyawa antosianin dilakukan melalui teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan karakterisasi spektrum absorbansi dye dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan antosianin. Proses evaporasi terbukti meningkatkan kandungan antosianin, sedangkan fraksinasi menyebabkan penurunan konsentrasi pigmen yang diduga akibat terjadinya konversi kimia selama proses pemisahan. Hasil pengukuran spektrum absorbansi memperlihatkan bahwa dye dari bunga telang memiliki daerah serapan pada panjang gelombang 500–600 nm dengan nilai energy gap yang sesuai untuk berfungsi sebagai fotosensitizer pada sistem DSSC. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat potensi bunga telang sebagai bahan alami yang menjanjikan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis sel surya ramah lingkungan.