Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia 5-6 Tahun Nurhidayah Ramadhani; Herlina; Siti Nurhidayah; Alex
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v19i1.42582

Abstract

Taman Kanak-Kanak memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun spiritual, sebagai persiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Anak usia 5–6 tahun merupakan fase emas untuk mengenal dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Salah satu kemampuan penting yang harus ditingkatkan adalah sains kehidupan (life science). Untuk mendukung perkembangan ini, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu memperkuat pemahaman anak terhadap ilmu sains dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang dinilai efektif adalah Project Based Learning (PJBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test dan post-test. Pemilihan sampel dilakukan melalui purposive sampling, dengan mengambil kelompok B1 yang terdiri dari 15 anak karena kelompok ini menunjukkan kemampuan sains yang masih rendah. Penerapan pembelajaran menggunakan PJBL melalui eksperimen “Ubi Goreng” terbukti mampu meningkatkan kemampuan life science anak. Anak memperoleh pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti menanam, memanen, mengolah, hingga mengonsumsi hasilnya. Berdasarkan hasil penelitian, pendekatan PJBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan life science pada anak usia dini.   Kata Kunci: Pembelajaran PJBL, Life Science, Eksperimen  Ubi Goreng, Anak Usia Dini
Foundation Character Participant Educating in the Era of Disruption Intelligence Artificial Alex, Alex; Rohmatu, Habibah Pidi; Susanto, Susanto
Kamil : Journal of Education Vol. 1 No. 3 (2025): Kamil : Journal of Education
Publisher : Jaanur Elbarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/vz2y0q22

Abstract

This study aims to conceptually examine the urgency of strengthening the foundations of student character in the era of artificial intelligence disruption. This study uses a qualitative approach with library research methods through critical analysis of scientific literature, educational policies, and technology ethics studies. The results show that student character formation in the AI era must be based on fundamental values such as moral responsibility, integrity, critical digital literacy, empathy, and ethical awareness in the use of technology. Character education cannot be positioned as a complementary element, but rather as a primary foundation that must be integrated into the curriculum, school culture, and technology-based learning practices.
Motivasi dan Tantangan Mengajar di Semester Pendek : Studi Kualitatif pada Mahasiswa PPKn Universitas Lambung Mangkrat Alex Alex; Habibah Pidi Rohmatu; Rahmat Nur; Ismar Hamid; Irsan Irsan; Muh Herisman
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 7, No 03 (2025): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v7i03.16457

Abstract

Short semester programs are one of the academic strategies widely implemented in higher education to accelerate study duration and provide opportunities for grade improvement. This study aims to explore the motivations and challenges experienced by students in attending short-semester courses in the Civic Education (PPKn) Study Program at Lambung Mangkurat University. A qualitative approach was employed using a phenomenological method. Data were collected through semi-structured interviews with 30 students who participated in the short semester during the 2024/2025 academic year. The results indicate that the primary motivations of students include time efficiency, opportunities for grade improvement, and productive use of vacation periods. On the other hand, the challenges faced include dense course materials, limited study time, and minimal learning interaction. These findings highlight the importance of learning innovation and the development of an adaptive curriculum tailored to the characteristics of short-semester programs. This study recommends the formulation of appropriate teaching strategies and specific academic policies to support successful learning during short semesters.
Fasilitasi Penanganan Resiko Sosial Pada Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jembatan Batulicin–Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Ismar Hamid; Rahmat Nur; Irsan Irsan; Siti Zulaikha; Cucu Widaty; Alex Alex; Yusril Yusril; Muhammad Rifani; Muhammad Daffa Pratama; Defica A. Saragih; Andri Noor Azumardi; Wafiq Mustakimah
urn:nbn:de:10.20527dimasy.v2i2
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v2i2.102

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu proyek prioritas di Kabupaten Kotabaru adalah pembangunan Jembatan Batulicin–Pulau Laut, yang diharapkan dapat memperkuat akses transportasi darat antara wilayah Batulicin dan Pulau Laut. Namun, pembangunan ini memerlukan pengadaan tanah dalam skala besar yang berpotensi menimbulkan berbagai resiko sosial, seperti sengketa kepemilikan lahan, ketidaksesuaian nilai ganti rugi, hilangnya mata pencaharian, hingga potensi konflik sosial di masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada fasilitasi penanganan resiko sosial dalam rangka mendukung kelancaran proses pengadaan tanah. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: (1) identifikasi dan pemetaan sosial untuk memetakan profil masyarakat terdampak; (2) pendekatan partisipatif melalui musyawarah dan forum diskusi kelompok; (3) sosialisasi dan edukasi terkait regulasi pengadaan tanah dan hak-hak masyarakat; (4) fasilitasi mediasi untuk menyelesaikan sengketa lahan; serta (5) pendampingan masyarakat baik secara administratif maupun sosial ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prosedur pengadaan tanah, tersusunnya data sosial terdampak yang akurat, terbentuknya forum komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta penyelesaian sejumlah sengketa awal terkait batas kepemilikan tanah. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan memperkuat kohesi sosial di tingkat lokal. Dengan demikian, fasilitasi penanganan resiko sosial terbukti menjadi strategi penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Eksplorasi Nilai-Nilai Etika Digital Berbasis Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pengembangan Kecerdasan Buatan Etis di Sekolah Habibah Fidi Rohmatu; Alex Alex
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v15i2.25042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai etika digital berbasis kearifan lokal sebagai fondasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang etis di lingkungan sekolah. Perkembangan AI dalam dunia pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan etis, terutama terkait nilai moral, tanggung jawab, dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi eksploratif, yang melibatkan pendidik dan peserta didik sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, musyawarah, dan rasa hormat memiliki relevansi kuat sebagai landasan etika dalam pemanfaatan dan pengembangan AI di sekolah. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk kesadaran etis peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, adil, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi etika digital berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi kontekstual dalam pendidikan kecerdasan buatan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.
Internalisasi Nilai Disiplin Kewarganegaraan Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Bagi Murid Di SMP Negeri 6 Banjarmasin Muhammad Luthfie; Sarbaini Sarbaini; Alex Alex
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026 In Press
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/9mnpkn34

Abstract

This study aims to analyze the internalization of civic discipline values through Pancasila Education by identifying the factors contributing to low student discipline and examining the internalization process. This study employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The informants consisted of a Pancasila Education teacher, the Vice Principal for Student Affairs, and seven students selected through purposive sampling. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that low student discipline is influenced by internal factors, including low self-awareness, procrastination habits, and weak time management, as well as external factors such as limited parental supervision and peer influence. The internalization process is implemented through planning, implementation, and evaluation stages, integrated with habituation, discussions, case studies, role modeling, and reinforcement through school programs. 
Implementasi Nilai-nilai Berbhinneka Tunggal Ika dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 6 Banjarmasin Riska Aulia; Sarbaini Sarbaini; Alex Alex
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026 In Press
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/6e1zye43

Abstract

This study aims to describe the implementation of the values ​​of Bhinneka Tunggal Ika in school policies and culture, its application in the learning process, and analyze the supporting and inhibiting factors at SMP Negeri 6 Banjarmasin. This study uses a qualitative phenomenological approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of the principal, three Pancasila Education teachers, and six students, through purposive sampling. Data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the values ​​of Bhinneka Tunggal Ika have been integrated into school policies and culture symbolically, institutionally, and participatory, as well as in learning through a collaborative approach and authentic assessment. However, there are still gaps in the internalization of values ​​in students and inconsistencies in assessment practices.
Dominasi AI dalam Pembelajaran Tinggi: Refleksi Kritis terhadap Pembentukan Karakter Mahasiswa Alex Alex; Ikrima Maulida; Muh Herisman; Habibah Pidi Rohmatu; Rahmat Nur; Ansurlawarlin Ansurlawarlin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38109

Abstract

Abstract: The dominance of Artificial Intelligence (AI) in higher education learning is an inevitable consequence of digital transformation, offering efficiency, personalization, and accelerated academic processes. However, the extensive use of AI also poses significant challenges to the formation of students’ character, particularly in terms of academic integrity, independent thinking, learning ethics, and moral responsibility. Although various studies have discussed the effectiveness of AI in improving learning efficiency, studies that integratively link the dominance of AI with the dimensions of character education in higher education are still relatively limited. This article aims to critically examine the implications of AI dominance on character education in higher education and to analyze the roles of lecturers and institutions in maintaining a balance between technological efficiency and humanistic values. This study employs a qualitative approach through a critical literature review of relevant national and international journal articles on AI-based learning and character education. This study uses a qualitative approach through a systematic critical review of reputable national and international journal articles published in the last five years, with a selection process based on thematic relevance and conceptual synthesis analysis. The results of the study indicate that the dominance of AI contributes to increased academic efficiency and access to learning, but simultaneously gives rise to three concrete implications for student character, namely: (1) a shift in learning orientation from reflective to instrumental; (2) the potential erosion of academic integrity due to dependence on generative AI; and (3) the weakening of the dialogic and collaborative dimensions in learning.Abstrak: Dominasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran di perguruan tinggi merupakan konsekuensi logis dari transformasi digital pendidikan yang menawarkan efisiensi, personalisasi, dan percepatan proses akademik. Namun, pemanfaatan AI secara masif juga memunculkan tantangan serius terhadap pembentukan karakter mahasiswa, terutama terkait integritas akademik, kemandirian berpikir, etika belajar, dan tanggung jawab moral. Meskipun berbagai penelitian telah membahas efektivitas AI dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran, kajian yang secara integratif menghubungkan dominasi AI dengan dimensi pendidikan karakter di perguruan tinggi masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis implikasi dominasi AI terhadap pendidikan karakter mahasiswa di perguruan tinggi, serta menelaah peran dosen dan institusi dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur kritis terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan pembelajaran berbasis AI dan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui sistematika crytikal review terhadap artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang di publikasikan dalam lima tahun terakhir, dengan proses seleksi berbasis relevansi tematik dan analisis sisntesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi AI berkontribusi pada peningkatan efisiensi akademik dan akses pembelajaran, namun secara simultan memunculkan tiga implikasi konkret terhadap karakter mahasiswa, yaitu: (1) pergeseran orientasi belajar dari reflektif ke instrumental; (2) potensi erosi integritas akademik akibat ketergantungan pada generative AI; dan (3) melemahnya dimensi dialogis dan kolaboratif dalam pembelajaran.