Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS MARGIN PEMASARAN SEMANGKA MADU DI KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Yeni Afiza; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v8i1.812

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui margin pemasaran semangka madu di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, (2) Untukmengetahui farmer’s share pemasaran semangka madu di Kecamatan RetehKabupaten Indragiri Hilir dan (3) Untuk mengetahui efesiensi pemasaran semangkamadu di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian yangdigunakan yaitu (1) margin pemasaran (2) farmer’s share dan (3) efesiensipemasaran. Hasil penelitian adalah : (1) margin pemasaran saluran 1 tidak ada,margin pemasaran saluran ll sebesar Rp 2.000,- per kg dan margin pemasaran saluranlll sebesar Rp 4.000.- per kg, (2) farmer’s share saluran 1 sebesar 100 %, farmer’sshare saluran ll sebesar 75% dan farmer’s share saluran lll 50%, (3) Efesiensi saluranl sebesar 0,41%, saluran ll sebesar 0,42% dan saluran lll yaitu 1,02%.
PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) LANCANG KUNING DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PENGGUNA DANA BUMDes DESA RUMBAI JAYA KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Yeni Afiza
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 4 No 1 (2018): Volume 4, Nomor 1, April 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v4i1.83

Abstract

BUMDes is a village enterprise managed by the community and village government in an effort to strengthen the village economy and is shaped based on village needs and potentials. BUMDes is a pillar of the village economy that functions as a social and commercial institution that stands in the interest of the community and seeks profit. This study aims to determine the role of Village Owned Enterprises (BUMDes) Lancang Kuning to improving the economic community in Rumbai Jaya Village Kempas Sub-district Indragiri Hilir Regency. The methode of research is qualitative discriptive, only describing the resulth of i nterview. The resulth of research showed the BUMDes Lancang Kuning have role to improve economic of user of BUMDes. It show by parameters : (1) increase of business ( 76,20% respondent ), (2) increase of income (76,20% respondent ), (3) increase of household properties (57,10% respondent).
ANALISIS USAHATANI PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI KELURAHAN KEMPAS JAYA yeni Afiza; Sugeng Pranoto
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v6i2.130

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani dari pembibitan kelapa sawit di Kelurahan Kempas Jaya dan mengetahui efisiensi dari usahatani pembibitan kelapa sawit di Kelurahan Kempas Jaya. Metode analisis yang digunakan adalah analisisbiaya total, penerimaan, pendapatan, pendapatan kerja keluarga, penyusutan alat, dan efisiensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerimaan yang diperoleh oleh petani pembibitan satu tahap sebesar Rp 36.750.000/MT dan dua tahap sebesar Rp 36.750.000/MT. Pendapatan petani satu tahap sebesar Rp 23.554.752./MT dan dua tahap sebesar Rp 24.761.600/MT. Pendapatan kerja keluarga satu tahap sebesar Rp 23.868.000/MT dan dua tahap sebesar Rp 25.401.250/MT. Return cost Ratio (RCR) usahatani pembibitan kelapa sawit satu tahap diperoleh sebesar 2,78dan dua tahap sebesar 3,06.Berdasarkan nilai efisiensi yang diperoleh maka usahatani pembibitan kelapa sawit satu tahap dan dua tahap sudah efisien.
ANALISIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DUMBO DI KELURAHAN TEMBILAHAN HULU KECAMATAN TEMBILAHAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Yeni Afiza; Sri Puji Pangestuti
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v7i1.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui biaya, pendapatan,keuntungan dan efisiensi dalam usaha budidaya lele dumbo, (2) untukmerumuskan strategi yang alternative yang dapat diterapkan dalammengembangkan budidaya ikan lele dumbo. Metode yang digunakan untukmenganalisis data dalam penelitian ini adalah (1) dengan analisis biaya,pendapatan, keuntungan serta efisiensi usaha. (2) Analisis SWOT. Penelitian inidilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara langsungdengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) biaya tidak tetapsebesar Rp.4.346.510,00/produksi. Serta biaya tetap sebesarRp.2.582,363,33/produksi dengan rata – rata penerimaan yang diperoleh sebesarRp. 10.362.880,00/produksi, rata-rata keuntungan yang diperoleh adalah sebesarRp.3.509.047,67/produksi, rata – rata pendapatan kerja keluarga sebesar Rp.5.371.410,00/produksi dan nilai RCR adalah sebesar 1,49 (2) Dari analisisSWOT, diperoleh hasil perumusan strategi pada Kuadran I dengan nilai Peluang1,31 dan Kekuatan 2,54
STRATEGI PENGEMBANGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PRODUK ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI KELAPA DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Nina Sawitri; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v8i2.854

Abstract

Arang adalah salah satu produk turunan kelapa yang banyak diusahakan di Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan penelitian ini adalah menentukan strategi pengembangan arang tempurung kelapa untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir. Analisis data menggunakan matrik IE, matrik SWOT dan matrik QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi usaha pengolahan arang tempurung kelapa berdasarkan matriks IE berada pada sel II yaitu tumbuh dan bina yang berarti posisi usaha pengolahan arang tempurung kelapa berada pada posisi rata-rata dan daya tarik yang tinggi. Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pengolahan arang tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir adalah : (1) Menjalin kemitraan dengan lembaga permodalahan. (2) Menjalin kerja sama atau kemitraan dengan pemasok bahan baku untuk menjaga ketersediaan bahan baku. (3) Peningkatan kapasitas produksi. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pengolahan arang tempurung kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir berdasarkan analisis QSPM adalah menjalin kemitraan dengan lembaga permodalan.
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH ARANG TEMPURUNG KELAPA DI KECAMATAN TEMPULING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Reni Susilowati; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v9i2.1459

Abstract

Harga kelapa di Kecamatan Tempuling mengalami fluktuasi, hal ini menyebabkan petani harus melakukan altenatif usaha pengolahan produk turunan kelapa. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan dalam usaha arang tempurung di Kecamatan Tempuling, (2) Untuk mengetahui besar penerimaan dan pendapatan usaha arang tempurung di Kecamatan Tempuling, (3) Untuk mengetahui efisiensi usaha arang tempurung di Kecamatan Tempuling, dan (4) Untuk mengetahui besarnya nilai tambah usaha arang tempurung di Kecamatan Tempuling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha arang tempurung kelapa sebesar Rp. 2.834.586,57 per produksi, (2) Rata-rata penerimaan yang diterima oleh pelaku usaha arang tempurung kelapa sebesar Rp. 5.748.750,00 per produksi. Sedangkan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.914.163,43 per produksi, (3) Nilai RCR (Return Cost Ratio) pada usaha pembuatan arang tempurung kelapa pada penelitan ini sebesar 2,02. Hal ini berarti usaha tersebut layak (RCR > 1), (4) Nilai tambah pada usaha pembuatan arang tempurung ini sebesar Rp. 799,02 per kilogram. Kata Kunci: Pendapatan, Efisiensi, Nilai Tambah, Arang Tempurung Kelapa.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPRA PUTIH DI KECAMATAN TEMBILAHAN HULU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Kurniawan; Yeni Afiza; Nina Sawitri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i1.1567

Abstract

A good understanding of the internal and external environment of white copra business is expected to produce the right strategy in developing the business. This aims to increase profits and develop white copra business in the future. The aim of this study is to formulate a white copra business development strategy in Tembilahan Hulu District, Indragiri Hilir Regency. The method used are matrix IFAS, EFAS, IE and SWOT. The results of this study indicate that the white copra business in Tembilahan Hulu District was in cell V with a strategy of hold and maintain. Several strategies that can be used based on a SWOT analysis are increasing production, cooperating with consumers outside the region, increasing quality and expanding market share.
Analisis Nilai Tambah Santan Kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Nina Sawitri; Partini Partini; Yeni Afiza; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v10i2.1799

Abstract

Salah satu produk turunan kelapa yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Tembilahan adalah santan kelapa. Adanya usaha pengolahan santan kelapa diharapkan dapat memberikan solusi bagi pemasaran buah kelapa dan mampu meningkatkan nilai tambah dari buah kelapa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui besarnya penerimaan dan keuntungan usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. (2) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha pengolahan santan kelapa di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan nilai tambah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya total pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 28.234.959,56 per bulan, rata-rata penerimaan sebesar Rp. 34.339.200,00 per bulan, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 6.104.240,44 per bulan. (2) Nilai tambah yang diperoleh pada usaha pengolahan santan kelapa sebesar Rp. 1.654,17. Rasio nilai tambah yang diperoleh adalah sebesar 32,34 %. One of the coconut derivative products cultivated by the community in Tembilahan District is coconut milk. The existence of a coconut milk processing business is expected to provide a solution for the marketing of coconuts and be able to increase the added value of coconuts. The purpose of this study was (1) to determine the amount of revenue and profits from the coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. (2) to determine the added value of coconut milk processing business in Tembilahan District, Indragiri Hilir Regency. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues, profits and added value. The results of this study are: (1) The average total cost of the coconut milk processing business is Rp. 28,234,959.56 per month, the average revenue is Rp. 34,339,200.00 per month, the average profit is Rp. 6,104,240.44 per month. (2) The added value obtained in the coconut milk processing business is Rp. 1,654.17 per kg. The added value ratio obtained is 32.34%.
PELATIHAN TEKNIS PENANAMAN PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN Mulono Apriyanto; Nursida; Hermiza Mardesci; Marlina; Yeni Afiza; Retty Ninsix; Yoyon Riono; Rifni Novitasari; Partini; Yulianti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i2.43

Abstract

Extension is a partnership between government, landowners and communities, providing planned care and education to meet community needs. The purpose of community service is to increase the ability of extension workers in the technique of jajar legowo rice cultivation. The training method is the presentation of material and practice. The results of community service show an increase in the ability of extension workers in the technique of planting jajar legowo rice.
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH GULA KELAPA DI KECAMATAN TEMPULING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Nina Sawitri; Halim Perdana Kusuma; Yeni Afiza
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2272

Abstract

Gula kelapa merupakan salah satu gula yang berperan dalam industri makanan, baik di tingkat industri rumah tangga, industri kecil sampai besar. Pengusahaan gula kelapa tetap berkembang hingga saat ini, namun masih terbatas dibeberapa daerah dimana kesempatan kerja alternatif masyarakat relatif terbatas. Pendayagunaan kelapa untuk gula kelapa berkembang terutamadengan merosotnya harga kopra dan kelapa segar. Di pedesaan, pengusahaan gula kelapa merupakan kegiatan keluarga yang cukup berperan dalam memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dan efisiensi serta besarnya nilai tambah produk dari usaha gula kelapa di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan rata-rata sebesar Rp 1.308.164/bulan dan nilai efisiensi atau R/C yang diperoleh pada pengolahan gula kelapa adalah sebesar 1,34. Sedangkan nilai tambah nya sebesar Rp 1.339,96/Kg. Coconut sugar is one of the sugars that plays a role in the food undustry, both at the home industry level, small to large industries. Coconut sugar business continues to grow today, but is still limited in some areas where alternative employment opportunities for the community are relativelt limited. Untilization of coconut for coconut sugar has grown especially with the decline in the price of copra and fresh coconut. In rural areas, coconut sugar exploitation is a family activity that plays a significant role in providing added value. This study aims to determine the benefits and efficiency as well as the value added of the product from the coconut sugar business in Tempuling District, Indragiri Hilir Regency. The data analysis method used is the analysis of costs, revenues, profit, efficiency and added value. The result showed that with an average total cost of Rp. 3.605.002,39/month, the average revenue was Rp. 4.936.620,00/month, an average profit of Rp. 1.331.617,61/month and the efficiency value of R/C obtained in coconut sugar processing is 1,35. While the added value is Rp. 1.339,97/kg.