Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN MELALUI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR) sawitri, nina; Yeni Afiza
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v6i3.3660

Abstract

Penggunaaan lahan yang tepat serta sesuai dengan kemampuan lahan akan menentukan keberhasilan kegiatan produksi pertanian. Sistem Informasi Geografis atau GIS dapat digunakan untuk memfasilitasi analisis spasial sehinga dapat digunakan untuk memetakan sebaran lahan pertanian dan aktivitas yang ada di dalamnya. Wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir yang berkembang disektor pertanian adalah Kecamatan Kempas. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemetaan sumber daya lahan pertanian dan mengetahui potensi sumber daya lahan pertanian melalui pemanfaatan sistem informasi geografis di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian berupa Pemanfaatan GIS untuk analisis potensi sumber daya lahan pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di Kecamatan Kempas terdiri dari lahan pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, pemukiman, fasilitas publik dan lahan kosong yang berupa semak belukar. Lahan pertanian menempati posisi pertama untuk penggunaan lahan paling besar di Kecamatan Kempas. Lahan perkebunan adalah lahan tanaman pertanian terluas yang ada di Kecamatan Kempas dengan luas lahan 44.359,48 hektar. Sedangkan tanaman pangan memiliki luas lahan 3.863,29 hektar dan tanaman hortikultura dengan luas lahan 45,34 hektar. Komoditas perkebunan yang dibudidayakan di Kecamatan Kempas adalah kelapa sawit, kelapa, karet dan pinang. Komoditas perkebunan terluas di Kecamatan Kempas adalah kelapa sawit dengan luas lahan 35.323,31 hektar. Tanaman pangan yang dibudidayakan di Kecamatan Kempas ini terdiri dari padi, singkong dan jagung. Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan terluas di Kecamatan Kempas. Luas lahan tanaman padi di Kecamatan Kempas adalah 3.857,27 hektar. Komoditas hortikutura yang diusahakan di Kecamatan Kempas adalah nenas, pisang, durian, jengkol, kacang panjang, cabe, terong, timun dan pare. Komoditas hortikultura dengan lahan paling luas adalah nenas yaitu 30,17 hektar.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI NANAS MORIS UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI NANAS MORIS DI DESA BAYAS JAYA KECAMATAN KEMPAS Afiza, Yeni; Sawitri, Nina; Agus
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v10i3.371

Abstract

Pineapple moris is a horticultural commodity that is in great demand by the public. Various uses of this fruit such as juice, jam, lunkhead, chips, and others. The purpose of this study was to determine the strategy for developing moris pineapple farming in Bayas Jaya Village, Kempas District. Data analysis uses the IE matrix, SWOT matrix, and QSPM matrix. The results showed that the position of pineapple moris farming based on the IE matrix was in cell V, with of defend and maintain strategy. Alternative strategies that can be applied in the development of pineapple moris in Bayas Jaya Village Kempas District are : (1) Carrying out an intercropping system with other types of pineapples to increase income, (2) Partnering with a moris pineapple processing business, (3) Making processed product using pineapple moris as raw materials. The priority strategy that can be applied in the development of pineapple moris in Bayas Jaya Village Kempas District based on QSPM analysis is to partner with a moris pineapple processing business. Buah nanas moris merupakan komoditi hortikultura yang banyak diminati masyarakat. Berbagai macam pemanfaatan dari buah seperti jus, selai, dodol, keripik dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani nanas moris di Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas. Analisis data menggunakan matrik IE, matrik SWOT dan matrik QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi usahatani nanas moris berdasarkan matrik IE berada pada sel V dengan strategi pertahankan dan pelihara. Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani nanas moris di Desa Bayas Kecamatan Kempas adalah : (1) Melakukan sistem tanaman tumpang sari dengan jenis nanas lainnya untuk meningkatkan pendapatan, (2) Melakukan mitra dengan usaha pengolahan nanas moris, (3) Membuat produk olahan dengan bahan baku nanas moris. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani nanas moris di Desa Bayas Kecamatan Kempas berdasarkan analisis QSPM adalah melakukan mitra dengan usaha pengolahan nanas moris.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN KOPRA PUTIH CV. AMARTA DI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Sapri, Sapri; Afiza, Yeni; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i2.2813

Abstract

Tingginya produksi kelapa mendorong masyarakat untuk mengolahnya menjadi berbagai produk turunan yang telah dikembangkan salah satunya yaitu kopra putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besaran keuntungan dan efisiensi usaha pengolahan kopra putih CV.Amarta. Analisis data yang digunakan biaya produksi, penyusutan, penerimaan, keuntungan dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan diperoleh sebesar Rp. 131.168,42 per bulan dan nilai efesiensi atau R/C yang diperoleh pada pengolahan kopra putih adalah sebesar 1,14, sedangkan nilai tambah sebesar Rp. 366,30 per kg. Kata Kunci: Kopra Putih, Keuntungan, Efesiensi, Nilai Tambah.
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PADI DI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR (Studi Kasus Penggilingan Padi Kerja Sama) Yeni Afiza; Misriadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i1.3188

Abstract

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia khususnya masyarakat Indragiri Hilir. Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui biaya dan keuntungan usaha Penggilingan padi kerjasama di Kecamatan Kempas. (2) Mengetahui efisiensi usaha penggilingan padi Kerjasama di Kecamatan Kempas. (3) Mengetahui nilai tambah usaha Penggilingan Padi Kerja Sama di Kecamatan Kempas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya produksi, analisis keuntungan, efisiensi dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Total biaya Rp.73.235.548,78 per produksi, keuntungan Rp.8.684.451,22 per produksi. (2) Efisiensi dengan nilai RCR sebesar 1,12. (3) Nilai tambah sebesar Rp.221,45 /per kg.Rice is a staple food for the most of the Indonesia population,especially the community Indragiri Hilir. The purpose of this study was (1) To know the cost and benefits of a cooperation rice Mill business in Kempas District. (2) Knowing the efficiency of the cooperation Rice Milling business in Kempas District. (3) Knowing the Value added of Cooprative Rice Milling Business in Kempas District. The analysis method used is production cost analysis, profit analysis, effeciency and value added analysis. The results showed: (1) Total costs Rp. 73.235.548,78 per production, profits Rp. 8.684.451,22 per production (2) Efficiency with RCR value is 1,12. (3) The value added is Rp. 221,45 per kg.
Analisis Usahatani Nanas Madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Ekosudarmaji, Kristian; Yeni Afiza; Syahrantau, Gunawan
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4501

Abstract

Produksi nanas di Kecamatan Kuala Cenaku mencapai 361.421.000 Kwintal pada Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisi biaya produksi, penerimaan, penyusutan alat, pendapatan, pendapatan kerja keluarga, dan analisis kelayakan usahatani. Hasil penelitian ini adalah Pendapatan per hektar per satu kali panen dalam melakukan usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar Rp47.582.948. Hasil analisis kelayakan usahatani pada usahatani nanas madu di Desa Suka Jadi sebesar 3,10 yang artinya setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp1 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp3,10. Dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari rata-rata penerimaan sehingga usahatani layak untuk dilanjutkan. The pineapple production in Kuala Cenaku Sub-district reached 361.421.000 quintals in 2022. This study aims to assess the income and efficiency level of honey pineapple farming in Suka Jadi Village, Kuala Cenaku Sub-district, Indragiri Hulu Regency. The analytical methods employed include production cost analysis, revenue calculation, equipment depreciation, net income, family labor income, and farm feasibility analysis. The results indicate that the income per hectare per harvest cycle for honey pineapple farming in Suka Jadi Village amounts to IDR 47,582,948. The farm feasibility analysis yields a value of 3.10, meaning that for every IDR 1 of cost incurred, the farmer receives IDR 3.10 in return. This finding demonstrates that the production costs are lower than the average revenue, thereby confirming that honey pineapple farming is economically viable and feasible to continue.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI PADI DI TELUK SEJUAH Darmawan, Hardimansyah; Sawitri, Nina; Afiza, Yeni
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v7i3.4256

Abstract

Penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator dalam mendukung petani untuk memahami dan mengembangkan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani padi sawah di Desa Teluk Sejuah, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Sampel diambil secara purposive pada 5 kelompok tani dengan masing-masing 6 responden. Metode analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, teknik scoring menggunakan skala Likert, serta analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh peran penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai fasilitator sebesar 63%, inovator 60%, motivator 53%, dinamisator 76,7%, dan edukator 66,7%. Secara keseluruhan, tingkat peran penyuluh mencapai 83,6% dan dikategorikan sangat berperan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluh pertanian telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kelompok tani, khususnya dalam meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan akses petani terhadap sumber daya pertanian. Kata Kunci: Peran Penyuluh, Pengembangan Kelompok Tani, Fasilitator, Inovator, SPSS
Persepsi Peternak Terhadap Teknologi Inseminasi Buatan di Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu Gunawan, Gunawan; Yeni Afiza; Nina Sawitri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4323

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi buatan yang diperkenalkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas ternak, khususnya sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi peternak terhadap teknologi IB di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 peternak sapi potong yang telah mengadopsi teknologi IB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak secara umum berada dalam kategori baik, dengan total skor persepsi sebesar 4.170. Peternak menilai teknologi IB memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan kualitas dan kuantitas ternak, efisiensi biaya, serta penghematan waktu dan tenaga. Meskipun demikian, peternak juga menghadapi kendala seperti kesulitan dalam mendeteksi birahi dan tingkat keberhasilan kebuntingan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan, serta peningkatan akses terhadap inseminator terlatih untuk mendukung keberhasilan adopsi teknologi IB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan sektor peternakan sapi potong secara berkelanjutan. Artificial Insemination (AI) is a reproductive technology introduced by the government to improve the genetic quality and productivity of livestock, particularly beef cattle. This study aims to examine the perceptions of beef cattle farmers toward AI technology in Lubuk Batu Jaya District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. A descriptive quantitative approach was used, employing a survey method involving 40 beef cattle farmers who had adopted AI technology. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires. The results indicate that farmers' overall perception of AI is categorized as positive, with a total perception score of 4,170. Farmers recognized the benefits of AI, including improved livestock quality and quantity, cost efficiency, and savings in time and labor. However, they also encountered challenges such as difficulties in estrus detection and relatively low conception rates. Therefore, efforts are needed to enhance farmers’ capacity through training and extension services, as well as improve access to skilled inseminators to support the successful adoption of AI. The findings are expected to serve as a basis for policymaking in the sustainable development of the beef cattle sector.
Analisis Usahatani Ubi Kayu di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu Novriandi; Afiza, Yeni; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, pendapatan dan efesiensi dalam usahatani ubi kayu di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Analisis data digunakan deskriptif kuantitatif, yaitu menghitung total biaya, pendapatan dan Return Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa per luas lahan 0,24 Ha rerata biaya sebesar Rp 10.722.267, penerimaan sebesar Rp. 30.519.800 dan R/C Ratio adalah sebesar Rp 2,85 berarti untuk setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan, diperoleh penerimaan sebesar Rp 2,85. Ini menunjukkan bahwa usaha tersebut menguntungkan, karena penerimaan lebih besar dari biaya. R/C Ratio. This study aims to determine the cost, income, and efficiency of cassava farming in Sekar Mawar Village, Pasir Penyu District, Indragiri Hulu Regency. The data were analyzed using a quantitative descriptive method by calculating the total cost, income, and Return Cost Ratio (R/C Ratio). The results of the study showed that for an average land area of 0.24 hectares, the total cost was IDR 10,722,267, the revenue was IDR 30,519,800, and the R/C Ratio was 2.85. This means that for every IDR 1 of cost incurred, the revenue obtained was IDR 2.85. This indicates that the farming business is profitable, as the revenue exceeds the cost.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PANGAN LOKAL SAGU DI KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA Afiza, Yeni; Nurul, Hayatun; Novitasari, Rifni; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2681

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas pangan lokal komoditas alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal karena memiliki beberapa keunggulan ketersediaannya sangat besar, rantai distribusinya pendek, kualitas gizinya baik serta tumbuh sesuai kondisi agroekologi setempat. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2023. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada daerah sentra produksi sagu yakni Desa Teluk Sungka dan Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gaung Anak Serka dengan jumlah responden 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sagu adalah sangat baik dengan skor 447. Sago is one of the alternative local food commodities that has the potential to be developed as a local food ingredient because it has several advantages: very large availability, short distribution chain, good nutritional quality and grows according to local agroecological conditions. The research was conducted in January 2023. The determination of the research location was carried out deliberately in the sago production center areas, namely Teluk Sungka Village and Teluk Pantaian Village, Gaung Anak Serka District, with 100 respondents. The results showed that the public's perception of local sago food was very good with a score of 447.