Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMALISASI FORMULA MIE KERING BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT DENGAN PEWARNA BUNGA TELANG MENGGUNAKAN DESIGNEXPERT D-OPTIMAL TERHADAP PENURUNAN MUTU SELAMA PENYIMPANAN Lestari, Mardhiyah; Yusep Ikrawan; Willy Pranata Widjadja
Journal Medical Kuningan Vol 1 No 1 (2024): Journal of Therapeutic
Publisher : Politeknik Kesehatan Kuningan Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70476/jmk.v1i1.001

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi optimal produk mie kering, tepung jagung ternikstamalisasi, tepung pisang, dan pati ganyong serta massa simpannya terhadap karakteristik mie kering serta mengetahui dan mempelajari korelasi lama penyimpanan terhadap stabilitas warna dan aktivitas antioksidan dari mie kering. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap 1, terhadap analisis bahan baku utama (tepung jagung nikstamal, tepung pisang, dan pati ganyong). Tahap 2, yaitu penetapan formula optimal dengan menggunakan program Design Expert metode Mixture D-Optimal melalui pengukuran respon kimia analisis kimia, fisik, organoleptik. Pengujian kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar serat kasar dan kadar kalsium. Pengujian fisik yaitu elongasi, serta pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, dan tekstur. Tahap 3, yaitu setelah mengetahui formula terbaik yang telah di analisis kemudian dilakukan pengamatan melalui uji kimia (uji stabilitas warna, dan uji aktivitas antioksidan) setiap satu minggu hingga didapat 5 titik pengamatan yakni minggu ke-0, 1, 2, 3, dan 4. Formula optimum yang diperoleh berdasarkan program Design Expert metode Mixture D-Optimal memiliki nilai nilai ketepatan (desirability) 0,802 dengan kadar air 6.734%, kadar abu 1.157%, kadar lemak 2.156%, kadar protein 11.20%, kadar karbohidrat 73.953%, kadar serat kasar 2.755%, kadar kalsium 22.589mg/100g, uji elongasi 4.086%, nilai uji skala hedonik warna 5.292, nilai uji skala hedonik aroma 4.525, nilai uji skala hedonik rasa 4.721, dan nilai uji skala hedonik tekstur 6.839. Mie telang kering berkorelasi positif terhadap stabilitas warna mie telang kering. Hal tersebut ditunjukkan dengan persamaan regresi yang diperoleh, yaitu y = 0,46x + 32,984 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,9982. Persamaan tersebut menunjukkan nilai stabilitas warna mengalami peningkatan dengan semakin lamanya waktu penyimpanan serta berkorelasi positif terhadap aktivitas antioksidan (IC50) mie telang kering. Hal tersebut ditunjukkan dengan persamaan regresi yang diperoleh, yaitu y = 559,72x + 1719,6 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,9855. Persamaan tersebut menunjukkan nilai IC50 mengalami peningkatan dengan semakin lamanya waktu penyimpanan atau aktivitas antioksidan mengalami penurunan dengan semakin lamanya waktu penyimpanan.
Penyuluhan Sanitasi dan Sistem Keamanan Pangan Dalam Produksi Tempe di Desa Sawah Waru Kabupaten Kuningan Mardhiyah Lestari; Ns.Rastia Ningsih, A.Md.Kep, S.Tr.Kep., M.Tr.Kep; El Zenitia Villa Rinjani, S.Gz, M.Gz; Jihan Alfira, S.Gz, M.Gz; Sri Wahyuni, A.Md.Keb., SKM., MKM; Nova Listya Wahananingtyas, S.Kep., Ns., M.Kep; Al Rivan Marsyah Dzikri, S.T, M.T; Rahma Ajeng Puspitasari, S.T., M.T.
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6720

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penyuluhan sanitasi dan keamanan pangan terhadap praktik produksi tempe di Desa Sawah Waru, Kabupaten Kuningan. Studi ini menggunakan metode penyebaran kuesioner dan penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, pengetahuan dan praktik sanitasi serta keamanan pangan pengrajin tempe masih terbatas, berisiko terhadap kontaminasi produk. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip dasar Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB-IRT). Meskipun demikian, dibutuhkan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan praktik higienis secara konsisten dan pengembangan UMKM tempe yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing. Kata Kunci : CPPB-IRT, Keamanan Pangan, Penyuluhan, Sanitasi, Tempe.
Sosialisasi pencegahan pernikahan dini sebagai upaya penguatan pendidikan dan kesadaran hukum siswa SMAN 1 Sajira Saputra, Desma Yuliadi; Mardhiyah Lestari; Reni Apriani; Dina Puspita Sari; Syifaul Inayah; Lulu Annazmi; Dede Putri
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i3.2261

Abstract

Child marriage remains a concerning phenomenon in Indonesia, including in Lebak Regency, with serious implications for adolescents' health, education, and socioeconomic conditions, particularly for girls. Multifaceted causes, including low educational attainment, poor family economic conditions, social and cultural pressures, and limited legal awareness, drive this practice. Similar situations are also found among students, including those at SMAN 1 Sajira. In response, the Student Community Service Program (KKM) Group 63 conducted a community engagement activity in the form of a socialization program on preventing child marriage, under the theme "Prevent Early Marriage, Create a Bright Future through Education." The activity involved speakers from legal and educational perspectives and was conducted interactively through presentations and discussions. The results indicated an increase in students' knowledge and awareness of the risks of child marriage, the importance of continuing education, and the understanding of applicable legal protections. This program is expected not only to benefit students of SMAN 1 Sajira but also to serve as an educational model that can be replicated in other schools to support efforts to prevent child marriage in Lebak Regency and beyond.
Pengembangan Produk Donat Alpukat Dengan Substitusi Tepung Alpukat Filling Selai Alpukat Mardhiyah Lestari; Adhwa Khalillah; Sahara Ameria
Diagnosa Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : CV, Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/b4s6hv18

Abstract

Pengembangan produk pangan yang memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah pangan menjadi salah satu pendekatan penting dalam menghasilkan produk pangan fungsional. Biji alpukat umumnya dibuang sebagai limbah, padahal mengandung serat pangan dan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengolahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk donat dengan substitusi sebagian tepung terigu menggunakan tepung biji alpukat serta mengevaluasi potensinya sebagai pangan fungsional. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Tepung biji alpukat digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu dengan tingkat substitusi sebesar 20%, 40%, dan 60%. Produk donat yang dihasilkan dievaluasi secara deskriptif berdasarkan karakteristik sensori yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan donat, dimana perbedaan tingkat substitusi memengaruhi karakteristik sensori produk, terutama tekstur dan rasa. Dengan demikian, tepung biji alpukat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal alternatif dalam pengembangan produk donat fungsional serta berkontribusi dalam pengurangan limbah organik.
Peran Edukasi dan Gizi Seimbang dalam Peningkatan Kesehatan Warga Masyarakat di Desa Sajira, Kabupaten Lebak Mardhiyah Lestari; Hernawati Sihombing; Nova Listya Wahananingtyas; Adhwa Khailillah; Sahara Ameria
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.8085

Abstract

Gizi seimbang berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, masih banyak warga masyarakat yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai prinsip dan penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga masyarakat tentang gizi seimbang sebagai upaya peningkatan kesehatan. Metode Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan berupa penyuluhan gizi seimbang yang disertai diskusi interaktif dan pembagian leaflet. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 di Desa Sajira, Kabupaten Lebak dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang warga masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga masyarakat, dimana sebelum edukasi sebanyak 45,0% peserta memiliki pengetahuan baik dan setelah edukasi meningkat menjadi 85,0%.Edukasi gizi seimbang terbukti berperan dalam meningkatkan pengetahuan warga masyarakat dan berpotensi mendorong penerapan pola hidup sehat.
Pengaruh Pendidikan Gizi Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Siswa Dalam Pemilihan Jajanan Di SMK Karya Nasional Kabupaten Kuningan Mardhiyah Lestari; Al Rivan Marsyah Dzikri; Shela Dwi Amaliyanti; Akbar Rizkyan Affandi; Andini Hikmatu Diniah; Dwi Putri Andini
Diagnosa Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : CV, Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/2crf4413

Abstract

Snacks are an inseparable part of adolescents’ dietary patterns, including vocational high school (SMK) students. However, not all snacks consumed meet safety and nutritional standards, thus potentially posing health risks. This study aimed to determine the effect of nutrition education using video media on improving students’ knowledge of choosing healthy snacks. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test. The sample consisted of 50 students from SMK Karya Nasional. Data were collected using questionnaires distributed before and after the counseling session. The results showed an increase in students’ knowledge in most indicators, with an average post-test score of 87%. The highest improvement occurred in the indicators of preservatives and food additives. Although some items still showed low understanding, overall, nutrition education using video media was effective in enhancing students’ knowledge about choosing healthy and safe snacks. It is expected that this educational approach can be applied sustainably to encourage wiser and healthier snack consumption behavior among adolescents.