Muhamad Ihsan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Teknik Repetisi dalam Permainan Musik Minimalis dengan Instrumen Non-Konvensional Gelas, Panci, dan Sendok Muhamad Ihsan; Henry Virgan; Widya Febiyanti
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17802241

Abstract

Musik non-konvensional merupakan bentuk eksplorasi seni musik yang menggunakan objek sehari-hari sebagai alat musik alternatif selain instrumen konvensional seperti gitar, piano, dan drum. Bentuk musik ini membuka cakrawala baru dalam penciptaan suara dan ritme, memberikan pengalaman unik dalam bermusik sesuai perkembangan zaman dan selera yang terus berubah. Eksplorasi musik non-konvensional menekankan kreativitas dan kebebasan dalam menciptakan karya musik tanpa batasan alat musik tradisional. Penelitian ini fokus pada teknik permainan alat musik non-konvensional dengan pendekatan repetisi, yang merupakan salah satu ciri khas musik minimalis, terinspirasi oleh tokoh-tokoh seperti Steve Reich dan La Monte Young. Teknik repetisi ini menciptakan kompleksitas bunyi yang menarik dari alat-alat sederhana yang digunakan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan Digital Audio Workstation (DAW) sebagai media produksi musik digital, yang membantu dalam proses rekaman, penghilangan noise, pengolahan suara, serta mixing. Tujuan dari penilitian ini adalah sebagai bentuk pembelajaran musik, analisis teknik permainan musik, khususnya teknik repetisi dengan menggunakan alat musik non-konvensional, serta ingin memberikan perspektif baru dalam bermusik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menekankan pada penggambaran mendalam tentang teknik dan proses pembuatan karya ini. Hasil daripada penelitian ini adalah bentuk pembelajaran musik, yang menekankan pada eksplorasi alat musik non-konvensional serta dalam memanfaatkan media yang ada sebagai ekspresi baru dalam bermusik.
Pembelajaran Teknik Bowing dan Fingering pada Permainan Biola Anak Usia Sekolah Dasar di Purwacaraka Music Studio Mangga Muhamad Ihsan; Yudi Sukmayadi; Fensy Sella
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/wwan9b77

Abstract

Pendidikan musik berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik halus dan konsentrasi anak usia sekolah dasar, salah satunya melalui pembelajaran biola yang menuntut koordinasi tangan kanan dan kiri secara presisi. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembelajaran teknik dasar bowing dan fingering, kemampuan siswa dalam menerapkan kedua teknik tersebut, serta kendala dan faktor pendukung yang muncul dalam konteks pendidikan musik nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pengajar dan peserta didik di Purwacaraka Musik Studio Mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bowing dan fingering dilaksanakan secara bertahap melalui pengenalan instrumentasi, pembiasaan posisi tubuh dan bow, serta latihan teknik dasar yang terstruktur dengan mengacu pada Suzuki Violin Book Grade I. Temuan utama mengindikasikan bahwa kestabilan bowing dan ketepatan fingering merupakan tantangan utama bagi anak usia sekolah dasar, terutama pada aspek kontrol gesekan dan intonasi, namun dapat diatasi melalui strategi pedagogis yang menekankan latihan refleks, pengulangan bertahap, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kemampuan individu siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pedagogis yang sistematis dan adaptif dalam pembelajaran biola tidak hanya berkontribusi pada penguasaan teknik bermain, tetapi juga mendukung perkembangan motorik halus dan disiplin belajar anak, sehingga memperkaya kajian pedagogi musik anak dalam konteks pendidikan non-formal.