Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Inkubator Bisnis Dalam Meningkatkan Kapasitas Wirausaha Pemula Di Sektor Ekonomi Kreatif Di Kecamatan Medan Tembung Ngiw Aman Harja
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inkubator bisnis dalam meningkatkan kapasitas wirausaha pemula di sektor ekonomi kreatif, dengan fokus pada komunitas Kampung Kreatif di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha, pengelola inkubator, serta tokoh komunitas lokal. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan pendekatan Braun dan Clarke (2019), yang mencakup tahap familiarisasi data hingga pelaporan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkubator bisnis berperan penting dalam mendorong pertumbuhan kapasitas wirausaha pemula melalui pelatihan teknis, pendampingan intensif, dan fasilitasi jejaring usaha. Wirausaha yang terlibat mengalami peningkatan dalam literasi digital, manajemen keuangan, serta kemampuan beradaptasi dengan pasar. Selain itu, inkubator juga membantu membentuk pola pikir kewirausahaan dan memperkuat motivasi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan.Namun, implementasi program inkubasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya partisipasi peserta, serta kurangnya dukungan struktural dari pemerintah dan mitra. Oleh karena itu, dibutuhkan model inkubasi yang lebih responsif, partisipatif, dan berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan inkubator berbasis komunitas yang adaptif terhadap konteks sosial dan ekonomi wirausaha pemula di kawasan urban pinggiran. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan strategi pemberdayaan ekonomi kreatif lokal yang lebih efektif.Kata kunci : Inkubator Bisnis, Wirausaha, Sektor Ekonomi Kreatif
Ekowisata Sawah: Strategi Peningkatan Ekonomi Desa Berbasis Pertanian Ramah Lingkungan Brilian Moktar; Ngiw Aman Harja
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata edukasi di sawah, dengan fokus pada penggalian potensi ekonomi dan budaya lokal. Melalui identifikasi dan pemetaan potensi sawah di beberapa lokasi, dipilih daerah yang memiliki aksesibilitas baik dan keunikan budaya pertanian. Program wisata edukasi dirancang dengan menyusun kurikulum yang mencakup materi tentang siklus pertanian, teknik bercocok tanam tradisional, dan nilai-nilai budaya lokal, serta kegiatan interaktif seperti menanam padi dan mengikuti upacara adat. Pelatihan intensif diberikan kepada masyarakat setempat yang akan bertindak sebagai pemandu wisata, dan sosialisasi dilakukan melalui workshop, seminar, dan media lokal. Implementasi program melibatkan pembukaan resmi yang menarik perhatian media, dan operasional harian yang mendapat respon positif dari pengunjung. Promosi dan pemasaran dilakukan dengan membuat materi promosi yang menarik dan menjalin kerjasama dengan agen wisata lokal dan nasional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk pertanian, kerajinan tangan, dan kuliner khas daerah, serta pemberdayaan masyarakat sebagai pemandu wisata. Selain dampak ekonomi, program ini juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dengan memperkenalkan tradisi pertanian kepada wisatawan. Tantangan seperti kesadaran awal masyarakat dan kebutuhan peningkatan infrastruktur berhasil diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal yang dapat direplikasi di daerah lain.
The Influence of Brand Image and Sustainability Awareness on Customer Loyalty at Miniso Medan Mall: Pengaruh Citra Merek dan Kesadaran Keberlanjutan terhadap Loyalitas Pelanggan Miniso Medan Mall Cindy; Hommy Dorthy Ellyany Sinaga; Ngiw Aman Harja
PROCEEDING INTERNATIONAL BUSINESS AND ECONOMICS CONFERENCE (IBEC) Vol. 4 No. 1 (2025): Inspiring Change: Innovating Together for the Future of the Economy
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47663/ibec.v4i1.324

Abstract

This study aims to analyze the Influence of Brand Image and Sustainability Awareness on Customer Loyalty at Miniso Medan Mall. The research method used is a quantitative approach by distributing questionnaires to 91 respondents who are customers of Miniso Medan Mall. Data were analyzed using validity tests, reliability tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination with the help of SPSS Version 27. The results showed that Brand Image had a positive and significant effect on Customer Loyalty, while Sustainability Awareness had a positive but insignificant effect on customer loyalty. Simultaneously, both variables have a significant effect on customer loyalty with a coefficient of determination of 62.9%. This confirms that customer loyalty toward Miniso Medan Mall is more strongly influenced by Brand Image perceptions than by Sustainability Awareness. The findings of this study have practical implications for Miniso to continue strengthening product quality, design, and shopping experience, while maintaining its commitment to Sustainability Awareness as a long-term strategy in facing modern retail competition.
Pengaruh Penggunaan Fintech dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Tingkat Penjualan Kopi Keliling David Saputra Lase; Fenny Afrida; Ngiw Aman Harja
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i1.16103

Abstract

This study aims to analyze the effect of the use of financial technology (fintech) and the quality of accounting information systems on the sales level of mobile coffee businesses in Medan City. This study uses a quantitative approach with a purposive sampling technique on 65 respondents who are mobile coffee business actors. Data were collected through a questionnaire that has been tested for validity and reliability, where all items were declared valid and had a Cronbach Alpha value of 0.978 which indicates very good consistency. The results show that partially the use of fintech has a positive and significant effect on the sales level with a significance value of 0.000 and a calculated t value of 3.979. The quality of the accounting information system also has a positive and significant effect on the sales level with a significance value of 0.000 and a calculated t value of 4.016. Simultaneously, both variables have a significant effect on the sales level with a calculated F value of 135.071 and a significance of 0.000. The coefficient of determination (R²) value of 0.813 indicates that 81.3% of the variation in the sales level can be explained by the use of fintech and the quality of the accounting information system. Thus, the implementation of fintech and a good accounting information system has been proven to increase operational effectiveness, expand market access, and encourage increased sales and the sustainability of MSME businesses in the digital era.
Pendampingan Strategi Live Commerce Melalui Tiktok Live Untuk Meningkatkan Conversion Rate Dan Omzet Penjualan Cakar Ayam UMKM Pasar Bengkel Edwin Sugesti Nasution; Novica Irawati; Brilian Moktar; Ngiw Aman Harja; Johnny Chandra
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2199

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas pemasaran digital UMKM Pasar Bengkel yang memproduksi ceker ayam siap konsumsi melalui pemanfaatan fitur TikTok Live. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi sistem pemasaran yang masih konvensional, rendahnya jangkauan promosi, terbatasnya interaksi dengan konsumen, serta penurunan penjualan akibat perubahan pola pasar. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi selama 30 hari yang dibagi menjadi enam periode. Evaluasi dilakukan menggunakan analisis Growth Rate, Sales Growth Ratio (SGR), dan Conversion Rate (CR). Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata jumlah penonton TikTok Live meningkat dari 18 menjadi 166 orang atau sebesar 822,2%. Jumlah transaksi meningkat dari 4 menjadi 28 transaksi (600,0%), sedangkan omzet meningkat dari Rp520.000 menjadi Rp3.960.000 (661,5%). Nilai SGR menunjukkan penjualan meningkat 3 kali lipat, transaksi 7 kali lipat, dan omzet 7,62 kali lipat, sedangkan CR mencapai 16,87% yang termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut membuktikan bahwa TikTok Live efektif memperluas jangkauan promosi, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendorong peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM secara berkelanjutan.
Green Entrepreneurship: Kemasan Ramah Lingkungan dan Label Nutrisi/Legalitas UMKM kuliner Evaf Maulina; Johnny Chandra; Yonson Pane; Brilian Moktar; Ngiw Aman Harja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5317

Abstract

Pengabdian ini bertujuan memperkuat green entrepreneurship pada UMKM kuliner melalui inovasi kemasan ramah lingkungan, standardisasi label, dan penguatan legalitas usaha. Kegiatan dilaksanakan di RPTRA Citra Permata (Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur) dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, workshop prototipe, serta pendampingan klinik legalitas. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali audit kemasan dan label serta pemetaan status legalitas, kemudian pelatihan pemilihan kemasan eco-friendly dan perhitungan biaya per unit, klinik desain label dengan template siap cetak, pendampingan pengurusan NIB, penyusunan checklist dokumen halal (bila relevan), dan monitoring penerapan pada produksi. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 51,0 menjadi 84,5. Sebanyak 93,3% peserta menghasilkan prototipe kemasan ramah lingkungan dan 86,7% telah menerapkannya pada minimal satu batch produksi. Template label siap cetak tersusun pada 93,3% peserta dan pemenuhan enam unsur inti label mencapai 90,0%. Dari sisi legalitas, 73,3% UMKM berhasil menerbitkan NIB dan 20,0% berada pada tahap berkas siap finalisasi, sedangkan 60,0% menyusun checklist dokumen halal. Program ini juga menghasilkan perangkat siap pakai berupa checklist audit produk, contoh label, dan dokumentasi before–after sebagai bukti perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi perbaikan produk (kemasan–label) dan penguatan tata kelola (legalitas) efektif meningkatkan kesiapan pasar, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Replikasi direkomendasikan dengan penekanan pada pendampingan praktik, klinik administrasi, dan monitoring penerapan agar perubahan tidak berhenti pada tahap pelatihan.