Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH ARUS KAS OPERASI, LEVERAGE, SALES GROWTH DAN EARNING PER SHARE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS Nuroniyah Solihah; Hari Setiono; Syaiful Bahri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasi, leverage, sales growth, dan earning per share (EPS) terhadap financial distress pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi mencakup seluruh perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di BEI, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu sehingga diperoleh 37 perusahaan selama periode 2022–2025 dengan total 148 observasi. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sales growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, dan EPS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperluas pemahaman mengenai faktor-faktor penentu financial distress di sektor properti Indonesia, serta menjadi rujukan bagi manajemen dan investor dalam pengambilan keputusan keuangan.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN ESG DISCLOSURE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Dwi Ananta Femi Saputri; Syaiful Bahri; Nurdiana Fitri Isnaini
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4421

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan ESG Disclosure sebagai variabel moderasi pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, serta laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 23 perusahaan dengan 115 observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. ESG Disclosure tidak mampu memoderasi pengaruh profitabilitas maupun likuiditas terhadap nilai perusahaan. Implikasi hasil ini mengindikasikan bahwa investor cenderung memprioritaskan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan tingkat likuiditas dan pengungkapan ESG dalam menilai perusahaan pada sektor food and beverage. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi manajemen perusahaan, investor, dan peneliti selanjutnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan.
DETERMINAN PROFITABILITAS: PERAN LIKUIDITAS, AKTIVITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR CONSUMER SERVICE Nia Rahmadani; Syaiful Bahri; Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4438

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh likuiditas, aktivitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan sub-sektor consumer service yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 31 perusahaan dengan 155 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang diproksikan dengan Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan yang diukur berdasarkan Ln total aset tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R-Square sebesar 0,108, yang menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 10,8% variasi profitabilitas. Nilai signifikansi uji model sebesar 0,000] menunjukkan bahwa model regresi signifikansecara simultan
PERAN PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL, DAN UKURAN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN Rian Wahyuda Pratama; Syaiful Bahri; M. Bahril Ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4442

Abstract

Penelitian menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada subsektor minyak, gas, dan batu bara di BEI. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder laporan keuangan dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena investor lebih mempertimbangkan faktor eksternal seperti harga komoditas, prospek industri, dan stabilitas produksi. Likuiditas juga tidak berpengaruh karena kemampuan jangka pendek bukan fokus utama pada industri padat modal. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh, menunjukkan aset besar tidak selalu mencerminkan penciptaan nilai. Sebaliknya, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan utang yang optimal memberikan sinyal positif kepada investor dan meningkatkan nilai perusahaan sesuai signaling theory dan trade-off theory. Dengan demikian, struktur modal menjadi faktor dominan dibandingkan variabel lainnya. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen dalam menentukan kebijakan pendanaan yang lebih efektif. Investor juga disarankan mempertimbangkan faktor makroekonomi dalam menilai perusahaan sektor energi serta dinamika harga komoditas global yang sangat fluktuatif saat ini.
PENGARUH KESADARAN, PENGETAHUAN, SANKSI, DAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR Agnes Julianti Agustin; Syaiful Bahri; M. Bahril ilmiddaviq
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4450

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dampak kesadaran, pengetahuan, sanksi, dan kualitas pelayanan pajak terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Mojokerto. Kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan merupakan faktor yang berkontribusi pada optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diambil melalui distribusi kuesioner kepada pemilik kendaraan bermotor di Kabupaten Mojokerto. Jumlah responden 100 dengan purposive sampling. Data dianalisis regresi linier ganda. Pemahaman wajib pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Sebaliknya, pemahaman tentang pajak, hukuman pajak, dan mutu pelayanan pajak berpengnaruh positif dan signifikan terhadap ketaatan wajib pajak. Pemahaman wajib pajak tentang perpajakan, penerapan hukuman, dan mutu layanan yang diberikan oleh lembaga terkait memiliki peran yang lebih besar dalam meningkatkan kepatuhan dibandingkan dengan tingkat kesadaran wajib pajak itu sendiri. Studi ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam usaha meningkatkan kepatuhan wajib pajak atas kendaraan bermotor.
PENGARUH SUSTAINABILITY REPORTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Syaiful Anas; Syaiful Bahri; Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4452

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh sustainability reporting, corporate social responsibility (CSR), dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu 2022–2025. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 22 perusahaan dari total 83 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Dengan periode pengamatan selama empat tahun, jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 88. Data sekunder berupa laporan keuangan dan keberlanjutan diunduh dari situs resmi BEI. Variabel sustainability reporting dan CSR diukur dengan indeks GRI, ukuran perusahaan dengan logaritma natural total aset, dan nilai perusahaan menggunakan Price Book Value (PBV). Analisis data dilaksanakan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sustainability reporting memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, CSR dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikanHasil uji kelayakan model menunjukkan nilai F sebesar [isi F-count] dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) serta nilai Adjusted R² sebesar 0,148, yang mengindikasikan model regresi layak digunakan dan mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 14,8% Temuan ini mengindikasikan pasar merespons positif pengungkapan keberlanjutan yang luas sebagai sinyal baik, namun menilai negatif pengeluaran CSR dan skala aset yang besar karena dianggap menambah beban biaya serta kompleksitas operasional.
PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN SEKTOR BARANG KONSUMEN PRIMER: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN Adella Dwi Antari; Hari Setiono; Syaiful Bahri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4462

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji bagaimana profitabilitas dan leverage berperan dalam membentuk kebijakan dividen, sekaligus menguji apakah ukuran perusahaan berfungsi sebagai variabel moderasi, pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang tercatat di BEI selama kurun 2021–2025. Dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif kausal, penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan resmi yang dipublikasikan melalui BEI dan IDN Financials. Penerapan teknik purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 37 perusahaan dengan total 185 observasi. Data panel yang terbentuk dari 37 perusahaan selama 5 tahun pengamatan diuji melalui regresi data panel dengan pendekatan pooled Ordinary Least Squares (OLS) serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Temuan menunjukkan bahwa profitabilitas maupun leverage memberikan pengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Ukuran perusahaan tidak terbukti memoderasi keterkaitan antara profitabilitas dan kebijakan dividen, tetapi terbukti memoderasi keterkaitan antara leverage dan kebijakan dividen. Kemampuan model dalam menerangkan variasi kebijakan dividen tercermin dari nilai Adjusted R² sebesar 18,9%, sementara 81,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil tersebut memberi kontribusi bagi pengembangan signaling theory dan agency theory dengan memperlihatkan bahwa pada sektor barang konsumen primer, skala perusahaan yang lebih besar memperkuat fungsi disiplin utang dalam membentuk kebijakan dividen, tanpa memperkuat keterkaitan antara profitabilitas dan dividen. Secara praktis, temuan ini memberi acuan bagi manajemen dalam menyeimbangkan struktur modal dengan kesinambungan pembagian dividen, serta bagi investor dalam mencermati ukuran perusahaan sebagai konteks penting saat menilai sinyal kebijakan dividen berbasis leverage..
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICALS DI BEI May Mayangsari; Nur Ainiyah; Syaiful Bahri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4505

Abstract

Perubahan nilai perusahaan di dalam industri barang konsumsi menjadi indikator nyata atas beragamnya respons pelaku pasar terhadap kesehatan finansial korporasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai pasar emiten consumer goods yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2021 hingga 2025. Melalui desain penelitian kuantitatif, analisis dijalankan dengan mengolah data sekunder berupa laporan keuangan yang diunduh dari sistem informasi BEI dan website resmi emiten yang bersangkutan. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 37 emiten sebagai sampel yang menghasilkan total 185 objek observasi selama masa pengamatan. Seluruh data tersebut dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dibantu perangkat lunak IBM SPSS 26, melewati serangkaian tahapan mulai dari statistik deskriptif, uji prasyarat asumsi klasik, uji kelayakan model (F), koefisien determinasi, hingga uji parsial (t). Temuan empiris mengonfirmasi bahwa tingkat profitabilitas mempunyai pengaruh positif dan bermakna secara signifikan dalam menaikkan nilai perusahaan. Sebaliknya, indikator likuiditas memperlihatkan dampak negatif yang signifikan terhadap nilai pasar korporasi. Di sisi lain, kebijakan leverage maupun ukuran perusahaan kedapatan tidak memiliki pengaruh nyata secara statistik terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan perolehan nilai Adjusted R Square, kombinasi variabel profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan memberikan kontribusi sebesar 67,2% dalam memproyeksikan fluktuasi nilai perusahaan. Di sisi lain, sisa variasi sebesar 32,8% ditentukan oleh komponen atau aspek eksternal lain yang berada di luar ruang lingkup pemodelan dalam penelitian ini. Temuan ini menegaskan relevansi signaling theory, di mana kemampuan menghasilkan laba menjadi sinyal utama bagi investor pada sektor consumer goods, sementara tingkat likuiditas yang terlalu tinggi justru dinilai sebagai indikasi inefisiensi pengelolaan aset. Implikasinya, manajemen perusahaan consumer goods perlu memprioritaskan peningkatan profitabilitas dan efisiensi pengelolaan aset lancar dibandingkan sekadar memperbesar skala aset atau struktur pendanaan, guna meningkatkan kepercayaan investor.