Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah multikultural berdasarkan perspektif Wahdatul Ulum. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 10210967 Medan, yang memiliki jumlah siswa beragama Kristen sebanyak 554 orang dan siswa beragama Islam sebanyak 500 orang. Keberagaman tersebut menjadikan sekolah ini sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang plural, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan secara intensif untuk menggali praktik nyata penerapan toleransi di lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi ajar, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam membimbing siswa untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai perbedaan agama. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi pendekatan inklusif yang mendorong interaksi aktif antar siswa, penanaman nilai rahmatan lil ‘alamin sebagai dasar kasih sayang universal, serta penggunaan metode dialogis untuk membangun komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat. Selain itu, dukungan pihak sekolah melalui program-program penunjang turut memperkuat terciptanya budaya toleransi di lingkungan sekolah. Perspektif Wahdatul Ulum memberikan landasan filosofis bahwa kesatuan antara ilmu agama dan pengetahuan sosial harus diinternalisasikan secara harmonis agar dapat membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan hidup berdampingan secara damai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah multikultural lainnya dalam mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual dan relevan dengan dinamika masyarakat plural.
Copyrights © 2025