Nazri Adlani Harahap
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Contemporary Development and Religious Modernization Nazri Adlani Harahap; Muhammad Sofwan; Pangulu Abdul Karim
Educare: Journal Educational and Multimedia Vol. 2 No. 02 (2024): Educare: Journal Educational and Multimedia, October 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of digitalization and technological developments that accompany humans in this century have certainly resulted in various kinds of polemics in society, especially in religious communities, the threat of orthodoxy, radicalism and pluralism in the midst of the various religions embraced by humans and bridges between generations that are not yet connected to each other which results in the delivery of religious teachings among young people that they consider as old-fashioned teachings that do not follow the development of the times and seem monotonous. Therefore, it is important for religion to also follow the development of the times, especially the delivery that includes contemporary modernization in conveying religious teachings.
Implementasi Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Pelajaran Agama Islam di Sekolah Multikultural alam persfektif wahdatul ulum Nazri Adlani Harahap; Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan; Laila Fathimah; Viona Miftahuljannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah multikultural berdasarkan perspektif Wahdatul Ulum. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 10210967 Medan, yang memiliki jumlah siswa beragama Kristen sebanyak 554 orang dan siswa beragama Islam sebanyak 500 orang. Keberagaman tersebut menjadikan sekolah ini sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang plural, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan secara intensif untuk menggali praktik nyata penerapan toleransi di lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi ajar, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam membimbing siswa untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai perbedaan agama. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi pendekatan inklusif yang mendorong interaksi aktif antar siswa, penanaman nilai rahmatan lil ‘alamin sebagai dasar kasih sayang universal, serta penggunaan metode dialogis untuk membangun komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat. Selain itu, dukungan pihak sekolah melalui program-program penunjang turut memperkuat terciptanya budaya toleransi di lingkungan sekolah. Perspektif Wahdatul Ulum memberikan landasan filosofis bahwa kesatuan antara ilmu agama dan pengetahuan sosial harus diinternalisasikan secara harmonis agar dapat membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan hidup berdampingan secara damai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah multikultural lainnya dalam mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual dan relevan dengan dinamika masyarakat plural.
Mengatasi Tantangan Literasi Digital Generasi Z melalui Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Nazri Adlani Harahap; Muhammad Irwan Padli Nasution; Wahyudin nur nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2601

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan dampak yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya pola interaksi sosial dan proses pembelajaran di kalangan Generasi Z. Generasi ini, yang sejak lahir telah terbiasa menggunakan perangkat digital, memiliki kemudahan dalam mengakses informasi dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemudahan akses ini tidak selalu diiringi dengan kemampuan untuk memfilter, mengkritisi, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Rendahnya tingkat literasi digital pada Generasi Z menimbulkan berbagai persoalan, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), pelanggaran privasi, hingga perilaku komunikasi daring yang kurang beretika. Oleh karena itu, upaya peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar Generasi Z dapat memanfaatkan teknologi dengan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan literasi digital yang dihadapi Generasi Z sekaligus mengkaji peran inovasi TIK sebagai salah satu solusi efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan telaah literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan literasi digital dapat diatasi melalui beberapa strategi, di antaranya pengembangan platform pembelajaran digital interaktif, penerapan metode pengajaran berbasis teknologi di sekolah, penyusunan kurikulum literasi digital yang terintegrasi, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, pendidik, pemerintah, dan pihak swasta. Inovasi TIK diharapkan dapat membuka peluang pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan Generasi Z sehingga mereka mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab