Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perbandingan Kemampuan Kognitif : E-Learning Vs Konvensional Dengan Materi Dokumentasi Keperawatan Argitya Righo; Sri Sundari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.756 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.391

Abstract

Latar Belakang : Kemampuan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berfikir guna mengetahui kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Kemampauan kognitif pada penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran berbasis e-learningdan model pembelajaran konvensional yang hingga saat ini masih digunakan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan kognitif pembelajaran e-learning dan konvensional pada materi dokumentasi keperawatan di program studi keperawatan universitas tanjungpura Pontianak.Metode : Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan design penelitian menggunakan pre post without control group design. Pemilihan responden dengan menggunakan tehnik total sampling yang berjumlah 74 responden. Pengumpulan data memggunakan kemampuan kognitif dengan MCQ 16 soal pre dan post. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan kognitif dengan materi dokumentasi keperawatan berbasis model pembelajaran e-learning dan konvensional.Kesimpulan : Model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada mahasiswa terutama pada mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan dengan materi dokumentasi keperawatan adalah menggunakan model pembelajaran konvensional disamping dapat menggunakan model pembelajaran e-learning dengan memperhatikan aplikasi e-learning yang interaktif, jaringan internet, serta proses interaksi dan forum dalam berdiskusi.  Kata Kunci : Perbandingan Kemampuan Kognitif, Materi Dokumentasi Keperawatan, Model Pembelajaran E-learning dan Konvensional. Comparison of Cognitive Capabilities: E-Learning Vs Conventional with Nursing Documentation Material  Abstract Background: Cognitive ability is the basis for a child's ability to think in order to find out the individual's ability to connect, assess, and consider an event or event. Cognitive ability in this study uses two learning models, namely e-learning based learning models and conventional learning models that are still in use today.Objective: This study aims to analyze the differences in cognitive abilities of e-learning and conventional learning in nursing documentation material at the Tanjungpura University nursing study program in Pontianak..Method: This study is a quasi-experimental research design using pre post without control group design. The selection of respondents using a total sampling technique totaling 74 respondents. Data collection uses cognitive abilities with MCQ 16 about pre and post questions.The results: The results of this study indicate that there are differences in cognitive abilities with nursing documentation material based on e-learning and conventional learning models.Conclusion: Learning models to improve cognitive abilities in students, especially in the subject of Basic Concepts of Nursing with nursing documentation material is to use conventional learning models in addition to using e-learning models by taking into account interactive e-learning applications, internet networks, and interaction and forum processes in discuss.   Keywords: Comparison of Cognitive Capabilities,Nursing Documentation Materials, E-learning and Conventional Learning Models.
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan saat Pandemi COVID-19: Correlation between Gadget Usage Duration with Asthenopia Incidence in Nursing Students during Covid-19 Pandemic Delia Mentari; Mita Mita; Argitya Righo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i4.1317

Abstract

Asthenopia is a subjective complaint of the eye caused by a disturbance in the accommodation system of the eye related to activities such as the use of gadgets. Symptoms of asthenopia can be ocular symptoms, visual symptoms and extraocular symptoms. This research aims to identify the correlation between gadget usage duration with asthenopia incidence. Determination of the sample using stratified random sampling and followed by purposive sampling technique so that the number of respondents obtained as many as 203 people. The instrument used consisted of a questionnaire on the duration of the use of the device and the Visual Vatigue Index. It was analysed by Spearman rho correlation test. The results showed that 3.9% of respondents use gadget with light duration, 79.8% with moderate duration and 16.3% with heavy duration. Then 28.6% of respondents did not experience asthenopia and 71.4% of respondents experienced asthenopia and also there was no relationship between the duration of device use and the incidence of asthenopia (p=0.422 or p>0.05). There is no relationship between the duration of device use and the incidence of asthenopia in Nursing Study Program students during the COVID-19 pandemic. Keywords: Gadget Usage Duration, Asthenopia, Nursing Student Abstrak Astenopia merupakan keluhan subjektif pada mata yang disebabkan adanya gangguan pada sistem akomodasi mata yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan seperti penggunaan gawai. Gejala astenopia dapat berupa gejala okuler, gejala visual dan gejala ekstraokuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia.  Penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dan dilanjutkan dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah responden yang diperoleh sebanyak 203 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner durasi penggunaan gawai dan Visual Vatigue Index. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil analisa data didapatkan 3,9% responden memiliki durasi penggunaan gawai ringan, 79,8% durasi penggunaan gawai sedang dan 16,3% durasi penggunaan gawai berat. Kemudian 28,6% responden tidak mengalami astenopia dan 71,4% responden mengalami astenopia serta tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia (p=0,422 atau p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19. Kata Kunci: Durasi Penggunaan Gawai, Astenopia, Mahasiswa Keperawatan
Hubungan Pembelajaran Daring Selama Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura Anggraini, Dea; Herman, Herman; Righo, Argitya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art3

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh meninggalkan catatan serius seperti masalah psikologis mahasiswa yang menunjukkan tingkat kecemasan, stres dan depresi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa pada masa normal. Terdapat hal yang menjadi masalah bagi mahasiswa dalam implementasi pembelajaran secara daring seperti pemahaman penggunaan teknologi yang masih minim, jaringan yang tidak stabil, besarnya biaya yang dikeluarkan untuk proses pembelajaran, dan stress yang dialami mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19 terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura. Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi 153 responden. Hasil: Penelitian menunjukkan semester 2 memiliki tingkat stress sedang sebanyak 35 dari 62 (40.5%) mahasiswa. Responden yang berumur 19 tahun memiliki tingkat stress sedang sebanyak 30 dari 58 (37,9%). Angkatan 2021 memiliki tingkat stress berat sebanyak 35 dari 64 (41,8%). Mahasiswa berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat stress sedang lebih tinggi dari pada laki-laki sebanyak 78 dari 127 (83,0%) mahasiswa perempuan. Hasil didapatkan bahwa nilai sighnifikan untuk hubungan antara kedua variabel adalah 0.044 yang artinya p. Kesimpulan: Ada hubungan sangat kuat pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 terhadap tingkat stress mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Pembelajaran Daring, Tingkat Stress
Hubungan Dukungan Suami pada Keberhasilan Ibu Memberikan Asi Eksklusif di Desa Anjungan Kabupaten Mempawah Laras, Nindy; Adiningsih, Berthy Sri Utami; Righo, Argitya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art1

Abstract

Latar Belakang:ASI eksklusif merupakan salah satu strategi global yang bertujuan untuk mencegah kematian serta mendukung kesehatan optimal baik pada anak maupun ibu. Dukungan sosial dari orang terdekat, seperti suami, orang tua, mertua, sahabat, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan, memiliki peran penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang melibatkan wawancara singkat pada 34 ibu menyusui di wilayah Desa Anjungan, Kabupaten Mempawah, ditemukan bahwa 22 ibu di antaranya mengaku tidak menerima dukungan dari suami untuk dapat memberikan ASI eksklusif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol, melibatkan 41 responden yang diberikan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil:Berdasarkan data yang diperoleh dari 41 responden, mayoritas responden berusia antara 20 hingga 35 tahun (73,2%), diikuti oleh 14,6% responden berusia lebih dari 35 tahun dan 12,2% berusia kurang dari 20 tahun. Pekerjaan ibu mayoritas adalah sebagai Ibu Rumah Tangga (46,3%), sedangkan pekerjaan ayah sebagian besar adalah Pegawai Swasta (51,2%). Dukungan suami terhadap ibu terbagi, dengan 24,4% ibu sangat didukung, 53,7% cukup didukung, dan 22% merasa kurang mendapat dukungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p sebesar 0,000. Kesimpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: Dukungan Suami, Keberhasilan ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Faktor Sosial.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Rusianti, Mitha Iska; Fahdi, Faisal Kholid; Righo, Argitya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.615 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10329

Abstract

ABSTRACT The number of events that occur to students today is found that students say that their families often support them in doing their thesis (67.4%) however, sometimes students feel less motivated in doing their thesis (59.4%) with various causes including lazy habits, lack of support from the closest people, a classmate has finished his thesis so that he feels alone as well as internal and external factors. To determine the relationship between family support and motivation in completing thesis in final year students at the Faculty of Medicine, Tanjungpura University. This type of research is a quantitative research with a correlation design through a cross sectional approach. Population in this study were final year students who took thesis courses at the Faculty of Medicine, Tanjungpura University in 2022. The sampling technique in this study used Snowball Sampling with a sample of 114 people. Data analysis using pearson product moment. The results showed that most of the students received good family support as many as 86 people (75.4%) and all students had strong motivation as many as 114 people (100%). There is a relationship between family support and motivation to complete the thesis with a p value of 0.000 (<0.05) and a correlation value of 0.451 which indicates that the level of significance is moderate. There is a relationship between family support and motivation to complete a thesis at the Faculty of Medicine, Tanjungpura University. Keywords: Family Support, Motivation, Students.  ABSTRAK Angka kejadian yang terjadi pada mahasiwa saat ini ditemukan bahwa mahasiswa mengatakan keluarga sering mendukung dalam mengerjakan skripsi (67,4%) akan tetapi, kadang-kadang mahasiwa merasa kurang termotivasi dalam mengerjakan skripsi (59,4%) dengan berbagai penyebab diantaranya kebiasaan bermalas-malasan, kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat, teman satu angkatan telah selesai skripsi sehingga merasa sendiri serta faktor internal dan eksternal. Mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang mengambil mata kuliah skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura tahun 2022. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling dengan sampel sebanyak 114 orang. Analisa data menggunakan pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 86 orang (75,4%) dan mahasiwa seluruhnya memiliki motivasi kuat sebanyak 114 orang (100%) dengan nilai p value 0,000 (<0,05) dan nilai r hitung 0,451 yang menunjukkan bahwa tingkat signifikansi sedang. Terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi menyelesaikan skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Motivasi, Mahasiswa.
Analisis Efektifitas Penggunaan CBT Exam Browser Berbasis Keamanan Digital (Anti AI) Untuk Mencegah kecurangan Ujian UTS/UAS Pada Mata Kuliah Manajemen Layanan Kesehatan Argitya Righo; Septina Boru Saragih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2790

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong transformasi metode evaluasi akademik, termasuk penggunaan sistem ujian berbasis komputer (CBT). Namun, meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Google Lens, dan OCR memunculkan tantangan serius terhadap integritas ujian daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan CBT Exam Browser berbasis keamanan digital (Anti-AI) dalam mencegah kecurangan ujian UTS/UAS pada mata kuliah Manajemen Layanan Kesehatan di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKARA Sintang. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential dengan pendekatan mixed methods. Tahap kuantitatif dilakukan melalui kuesioner dan uji t berpasangan, sedangkan tahap kualitatif menggunakan wawancara terstruktur. Subjek penelitian meliputi mahasiswa aktif dan dosen pengampu yang terlibat dalam pelaksanaan ujian berbasis CBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBT Exam Browser efektif dalam mengamankan ujian dari potensi kecurangan digital. Fitur seperti penguncian layar penuh, pemblokiran akses ke AI tools, serta pemantauan aktivitas ujian dinilai berfungsi optimal oleh lebih dari 90% responden. Hasil uji t menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78,2 menjadi 83,4 dengan signifikansi p = 0,001. Persepsi mahasiswa sebagian besar positif, meskipun ada tantangan adaptasi awal. Kesimpulannya, penggunaan CBT Exam Browser mampu meningkatkan integritas akademik dan validitas evaluasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan, pelatihan teknis, dan penyusunan SOP anti-AI di lingkungan pendidikan tinggi.
Analisis Pelatihan Etika Akademik Digital Terhadap Kepatuhan Mahasiswa Kesehatan Dalam Ujian CBT Anti AI Di Perguruan Tinggi Swasta Sintang Argitya Righo; Akhmad Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4599

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa patuh mahasiswa terhadap etika akademik digital sebelum dan sesudah mereka mengikuti pelatihan Computer Based Test (CBT) Anti-AI. Penelitian berlangsung di STIKARA Sintang, dengan desain One Group Pretest-Posttest dan pengambilan sampel secara accidental. Dari 165 mahasiswa, hanya 38 yang setuju ikut jadi responden. Data dikumpulkan lewat kuesioner dan observasi langsung saat simulasi ujian CBT. Hasil pretest menunjukkan tingkat kepatuhan mahasiswa masih di level sedang, dengan rata-rata skor 21,93. Setelah pelatihan, skor naik jadi 23,14 tetap di kategori sedang. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p = 0,291 (p > 0,05), artinya tidak ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Singkatnya, pelatihan CBT Anti-AI ini belum benar-benar mampu meningkatkan kepatuhan mahasiswa, walaupun ada sedikit peningkatan kesadaran soal etika digital. Kalau dilihat lebih dalam, ada beberapa masalah. Metode pelatihannya belum cukup reflektif, internalisasi nilai etika akademik masih kurang, sistem pengawasan digital belum kuat, dan dosen belum banyak memberi contoh soal integritas akademik. Karena itu, penelitian ini menyarankan supaya pelatihan dibuat lebih berkelanjutan, walaupun materi etika akademik telah dimasukkan kedalam kurikulum atau matakuliah, sistem pengawasan digital diperkuat, dan dosen lebih aktif jadi teladan beretika.