Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reorientasi Strategi dan Tantangan Pembelajaran PAI Era Revolusi Industri 5.0: Reorientasi Strategi dan Tantangan Pembelajaran PAI Firman Mansir; Achmad Ushuluddin; Anisa Rahmadani; Muhammad Yudi Ali Akbar; Abdullah Hakam Shah; Harmathilda Harmathilda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4149

Abstract

This study aims to analyze new strategies in religious education in the digital age. The effectiveness and efficiency of learning are influenced by the accuracy of selecting the learning strategy. The research method employed is a qualitative approach, whereby data is collected through document searches to identify patterns of learning strategies. Analysis is then conducted using Holsti's content analysis, concluding the objective, systematic, and measurable identification of message characteristics. The results of the study confirm that religious education in madrasas has its own characteristics and methods for achieving learning objectives, so that PAI teachers must be able to determine the appropriate and effective models and strategies. In addition, the current learning effectiveness patterns are not yet fully effective, possibly due to a lack of creativity or new strategies to be applied during learning. The digital era has given rise to many learning systems that are conducted virtually and offline, which have a positive impact on the learning process, but also have a negative impact. This is due to several factors that hinder the virtual and offline learning process. Thus, in response to the advances of the digital era, religious education in madrasahs needs to develop new strategies for PAI teachers in implementing their teaching, with the aim and hope that learning can be carried out productively and effectively.
SELF-EFFICACY DAN BIG FIVE PERSONALITY SEBAGAI PREDIKTOR MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PSIKOLOGI PESERTA MATA KULIAH JK2 Liana Mailani; Radhiya Bustan; Fidesrinur Fidesrinur; Achmad Ushuluddin
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v9i1.6416

Abstract

Latar belakang: Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri. Pengembangan minat berwirausaha pada mahasiswa menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung pengurangan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan Big Five Personality (extraversion, agreeableness, conscientiousness, emotional stability, dan openness to experience) terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia yang mengikuti mata kuliah JK2. Metode: menggunakan pendekatan kuantitatif dengan seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut sebagai sampel penelitian melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Big Five Inventory (BFI), Skala Self-Efficacy, dan Skala Minat Berwirausaha, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi berganda. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan Big Five Personality secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (F = 7,579; p = 0,000; p < 0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,232 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 23,2% variasi minat berwirausaha, sedangkan 76,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini, seperti pengetahuan kewirausahaan dan lingkungan keluarga. Kesimpulan:Temuan ini menunjukkan bahwa keyakinan individu terhadap kemampuannya serta karakteristik kepribadian berperan sebagai prediktor penting dalam membentuk minat berwirausaha mahasiswa.
Sistem Pendidikan dan Perlindungan Anak yang Preventif di Indonesia: Perspektif HAM Firman Mansir; Harmathilda; Muhammad Yudi Ali Akbar; Anisa Rahmadani; Achmad Ushuluddin
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8520

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji urgensi penguatan sistem pendidikan dan mekanisme perlindungan anak yang bersifat preventif melalui perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), selain itu artikel ini mengungkapkan bahwa lahirnya berbagai konflik dan kekerasan tentang anak-anak yang ada di Indonesia, berawal dari kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak. Selain itu kurangnya nilai-nilai akhlak yang berakar dari pendidikan Islam tidak maksimal dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbasis kajian literatur terhadap regulasi nasional, instrumen HAM internasional serta riset-riset terkini mengenai implementasi pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Karena itu, perlu adanya pencegahan dan penanganan yang sesuai dengan realita sehingga konflik dan kekerasan dapat terselesaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan preventif harus diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis HAM, peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan berperpektif hak anak, serta penyediaan sistem pelaporan dan pengawasan yang mudah diakses dan responsif. Dengan demikian, beberapa faktor perlu dipahami bersama bahwa faktor tersebut yang mampu mengentaskan berbagai kasus kekerasan dan mampu memberikan perlindungan terhadap anak. Abstract. This study emphasizes the urgency of enhancing the educational system and implementing preventive measures for child protection. Additionally, it shows that a lack of parental attention to child development is the root cause of many conflicts and acts of violence affecting children in Indonesia. Furthermore, the learning process at educational institutions often fails to maximize moral principles rooted in Islamic education. Through a review of national laws, international human rights treaties, and current research on education and child protection in Indonesia, this study adopts a qualitative approach. Therefore, effective prevention and intervention strategies are necessary to resolve conflicts and violence. The study highlights that achieving a preventive strategy requires strengthening a human rights-based curriculum, improving teachers' competence in child rights education, and establishing accessible, responsive reporting and monitoring systems. It is also vital to understand that these factors collectively have the potential to eliminate various forms of violence and protect children.