Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ips Siswa Kelas IV SD Kristen Pota Kecil Helen Rumurlely; Leonid Ritiauw; Jekriel Septory
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4187

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Kristen Pota Kecil pada materi kenampakan alam melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Kancing Gemerincing. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 14 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 35,71% dikategorikan tidak tuntas meningkat pada siklus II dengan ketuntasan klasikalnya 92,85% dikategorikan tuntas dengan siswa yang tuntas adalah 13 siswa dari 14 orang siswa. Model pembelajaran kooperatif Tipe Kancing Gemerincing menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa dapat mengemukakan pendapatnya, melatih kemampuan kerja sama dan kemampuan mendengarkan pendapat orang lain.
PENGARUH PERMAINAN ENGGO LARI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN SELF-AWARENESS LOCAL WISDOM PADA KELAS V SD : Indonesia Pretty Yohana Pirsouw; Nathalia Yohana Johannes; Leonid Ritiauw
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10395

Abstract

Globalization and digital technology development have displaced traditional games that previously served as vehicles for transmitting local wisdom values. This phenomenon has resulted in low self-awareness among students regarding their regional cultural identity, particularly in Maluku, which possesses rich cultural heritage. This study aimed to analyze the effect of the Enggo Lari game as an educational medium in enhancing local wisdom-based self-awareness among fifth-grade students at SD Negeri 7 Ambon. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of twenty students selected through saturated sampling technique. The data collection instrument was a local wisdom-based self-awareness questionnaire that had been tested for validity and reliability, yielding a Cronbach's Alpha value of 0.844. Data analysis utilized paired sample t-test and N-Gain test. The results showed a significance value of 0.000, which was smaller than the significance level of 0.05, thus the alternative hypothesis was accepted. The average N-Gain score of 0.323 fell within the moderate category. In conclusion, the Enggo Lari game as an educational medium significantly and moderately effectively enhances local wisdom-based self-awareness among elementary school students ABSTRAK Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah menggeser eksistensi permainan tradisional yang selama ini menjadi wahana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Fenomena ini berdampak pada rendahnya kesadaran diri peserta didik terhadap identitas budaya daerahnya, khususnya di wilayah Maluku yang kaya akan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan Enggo Lari sebagai media edukasi dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik Kelas V SD Negeri 7 Ambon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa angket self-awareness berbasis kearifan lokal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,323 berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, permainan Enggo Lari sebagai media edukasi berpengaruh signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik    
IMPLEMENTASI MODEL RESOLUSI KONFLIK PADA PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN RESOLUSI KONFLIK SISWA KELAS V SD Aprillia Alfons; Samuel Patra Ritiauw; Leonid Ritiauw
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.10396

Abstract

  Social character development and conflict resolution skills from an early age are critical for addressing disputes in elementary schools. Fifth-grade students at SD Kristen Naku showed difficulties resolving conflicts constructively, necessitating structured interventions. This study aimed to examine the implementation of a conflict resolution model in Social Studies to enhance conflict resolution skills among fifth-grade students at SD Kristen Naku, Ambon City. A mixed methods approach with a sequential explanatory design was employed. The sample consisted of 12 students selected through saturated sampling. Data were collected via pretest and posttest questionnaires, observation sheets, and documentation. Quantitative analysis applied Shapiro-Wilk normality testing, paired sample t-test, and N-Gain calculation using SPSS 27, while qualitative data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The paired sample t-test revealed a significance value of 0.000, below 0.05, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. The N-Gain score of 0.68 indicated moderate improvement. Qualitative findings confirmed the model was systematically implemented across five stages: introduction, conflict recognition, fact-gathering, negotiation, and conflict resolution. In conclusion, the conflict resolution model effectively improved students' communication, emotional regulation, negotiation, problem-solving, and respect for differing perspectives. ABSTRAK Pendidikan karakter dan keterampilan sosial sejak dini sangat penting dalam menghadapi konflik yang kerap terjadi di sekolah dasar. Siswa kelas V SD Kristen Naku menunjukkan kesulitan menyelesaikan konflik secara konstruktif, sehingga diperlukan intervensi pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi model resolusi konflik pada pembelajaran IPS dalam upaya meningkatkan keterampilan resolusi konflik siswa kelas V SD Kristen Naku, Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan sequential explanatory design, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara terintegrasi. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa menggunakan teknik saturated sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi angket pretest dan posttest, lembar observasi, serta dokumentasi. Analisis kuantitatif menggunakan uji Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan N-Gain melalui SPSS 27, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Uji N-Gain menghasilkan nilai 0,68 dalam kategori peningkatan sedang. Secara kualitatif, implementasi model berlangsung sistematis melalui lima tahapan yakni pendahuluan, pengenalan konflik, pengumpulan fakta, negosiasi, dan resolusi konflik. Kesimpulannya, model resolusi konflik terbukti efektif meningkatkan keterampilan komunikasi, pengelolaan emosi, negosiasi, pemecahan masalah, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat siswa.    
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL (PROJECT BASED LEARNING) DI KELAS V SD INPRES WERWARU Hetti Karlina Mauday; Leonid Ritiauw; Fransheine Rumtutuly
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10432

Abstract

Low student learning outcomes in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) are a common problem in Indonesian elementary schools, including at SD Inpres Werwaru, Southwest Maluku Regency. The dominance of lecture-based instruction is a primary factor contributing to low student engagement and academic achievement. This study aims to describe and analyze improvements in student learning outcomes in IPAS through the implementation of Project Based Learning (PjBL) in Grade V at SD Inpres Werwaru. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design involving 17 fifth-grade students as research subjects. The instruments used included learning outcome tests and observation sheets. Data were analyzed using a learning mastery percentage analysis technique. The results demonstrated significant improvements across all three assessment domains. The learning mastery percentage increased from 23.5%on the pretest to 100% on the posttest, with the class average rising from 61 to 76. The cognitive domain improved from a range of 35–75 to 70–80, the psychomotor domain from 40–75 to 70–90, and the affective domain remained consistently stable at 75–83. It is concluded that the PjBL model effectively enhances students’ holistic learning outcomes in IPAS and is recommended as an innovative instructional model within the Merdeka Curriculum implementation. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan permasalahan yang umum dijumpai di berbagai sekolah dasar di Indonesia, termasuk di SD Inpres Werwaru, Kabupaten Maluku Barat Daya, wilayah timur Indonesia. Dominasi metode ceramah menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya keterlibatan dan capaian hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas V SD Inpres Werwaru. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian 17 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan meliputi soal tes hasil belajar dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek penilaian. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 23,5% pada pretest menjadi 100% pada posttest, dengan nilai rata-rata kelas naik dari 61 menjadi 76. Aspek kognitif meningkat dari rentang 35–75 menjadi 70–80, aspek psikomotor dari 40–75 menjadi 70–90, serta aspek afektif terjaga stabil pada kisaran 75–83. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik pada mata pelajaran IPAS dan direkomendasikan sebagai model pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka.    
PENGARUH APLIKASI CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V SD: Indonesia Kornelia Lerebulan; Leonid Ritiauw; Yosepus Anthony Hallatu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10424

Abstract

The advancement of digital technology has encouraged innovative use of learning media in elementary schools, including Social Studies, a subject often challenged by low student motivation and engagement. This study aimed to examine the effect of Canva on Social Studies learning outcomes in grade V at SD Kristen Lermatang. A quantitative method with a pre-experimental one group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 22 grade V students. The instrument was a multiple-choice test whose validity was assessed using Product Moment correlation and reliability measured by Cronbach's Alpha at 0.840. Data analysis included the Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain test. Results showed that the mean pretest score of 61.64 increased to 80.64 on the posttest. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.000 < 0.05, leading to the rejection of H₀ and acceptance of H₁, indicating a significant effect of the Canva application on student learning outcomes. The mean N-Gain score of 0.7094 or 70.94% was categorized as high. It is concluded that the Canva application significantly and effectively improves Social Studies learning outcomes of grade V students at SD Kristen Lermatang and is recommended as an innovative technology-based learning medium in elementary schools. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong inovasi dalam penggunaan media pembelajaran di sekolah dasar, termasuk pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang kerap menghadapi tantangan rendahnya motivasi dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi Canva terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS di kelas V SD Kristen Lermatang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 22 peserta didik kelas V SD Kristen Lermatang. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach's Alpha dengan nilai 0,840. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 61,64 meningkat menjadi 80,64 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan aplikasi Canva terhadap hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7094 atau 70,94% termasuk dalam kategori tinggi. Disimpulkan bahwa aplikasi Canva berpengaruh secara signifikan dan efektif terhadap hasil belajar IPS peserta didik kelas V SD Kristen Lermatang, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif di sekolah dasar.  
PENGARUH PERAN GURU DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SD Indah Gloria Jalmav; Samuel Patra Ritiauw; Leonid Ritiauw
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10431

Abstract

Character education, particularly the cultivation of tolerance values, is an urgent necessity amid Indonesia’s ethnic, cultural, and religious diversity. However, tolerance value integration through Natural and Social Science (IPAS) learning at the elementary school level remains largely underexplored. This study analyzes the influence of teachers’ roles in shaping students’ tolerance attitudes through IPAS learning among fourth-grade students at SD Negeri 1 Rumah Tiga, Ambon, Maluku. A quantitative pre-experimental One Group Pretest-Posttest design was employed. The sample consisted of 33 students, with data collected through teacher role and tolerance attitude questionnaires tested for validity and reliability. Data were analyzed using Paired Sample T-Test and simple linear regression. Results showed an increase in mean tolerance scores from 46.19 at pretest to 52.65 at posttest. The Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.002 (sig. < 0.05), while regression analysis produced a t-value of 5.563 > t-table 2.039 with sig. 0.000. The coefficient of determination indicated R² = 0.500, meaning teachers’ roles contributed 50% to students’ tolerance attitude formation. This study concludes that teachers’ roles positively and significantly influence students’ tolerance attitudes through IPAS learning, and a locally-based learning module proved effective in cultivating tolerance values. ABSTRAK Pendidikan karakter, khususnya penanaman nilai toleransi, menjadi kebutuhan mendesak di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia yang beragam secara etnis, budaya, dan agama. Namun, integrasi nilai toleransi secara eksplisit melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih kurang mendapat perhatian dalam literatur akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peran guru dalam membentuk sikap toleransi melalui pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Rumah Tiga, Kota Ambon, Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 33 siswa, dengan instrumen angket peran guru dan angket sikap toleransi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata sikap toleransi dari pretest 46,19 menjadi 52,65 pada posttest. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,002 (sig. < 0,05), dan uji regresi menghasilkan t-hitung 5,563 > t-tabel 2,039 dengan sig. 0,000. Koefisien determinasi menunjukkan R² = 0,500, artinya peran guru berkontribusi 50% terhadap pembentukan sikap toleransi siswa. Disimpulkan bahwa peran guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap toleransi siswa kelas IV melalui pembelajaran IPAS, dan penggunaan modul berbasis kearifan lokal terbukti efektif sebagai media penanaman nilai toleransi pada siswa.  
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 291 MALUKU TENGAH Olga Aprillia Sipahelut; Leonid Ritiauw; Fadhilah Hukmiah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.10421

Abstract

The low level of student instructional attention due to the application of a passive, teacher-centered teaching model is the background of this research activity. These operational problems trigger acute boredom, minimal emotional involvement, and a shallow understanding of social science material daily in the classroom. The main focus of this scientific study is to analyze the magnitude of the influence of the problem-based learning (PBL) model on the escalation of interest and learning outcomes of fourth-grade students in social studies. The steps of the quasi-experimental quantitative approach with a one-group pretest-posttest design were operated using a total sample of 20 respondents at SD Negeri 291 Central Maluku. The data collection procedure was collected in a structured manner via a four-level Likert scale questionnaire instrument and an essay-shaped evaluation test, which was then executed statistically using the Shapiro-Wilk residual normality test, paired sample t-test hypothesis testing, and N-gain value calculation. Quantitative data empirically revealed a significant increase in learning interest with a significance level of 0.000 and a high N-gain score of 0.7693. Students' cognitive learning outcomes also skyrocketed, with a significance value of 0.000 and an N-gain index of 0.7451. The main conclusion confirms that digitalization of local contextual problem-solving has proven highly effective in boosting students' academic resilience and critical thinking independence. ABSTRAK Rendahnya atensi instruksional siswa akibat pengaplikasian model pengajaran pasif yang berpusat pada guru melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu kejenuhan akut, minimnya keterlibatan emosional, serta pemahaman materi ilmu sosial yang bersifat dangkal harian di dalam kelas. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh model problem-based learning (PBL) terhadap eskalasi minat dan hasil belajar IPS siswa kelas empat. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design ini dioperasikan menggunakan sampel total sebanyak 20 responden di SD Negeri 291 Maluku Tengah. Prosedur pengumpulan data dikumpulkan secara terstruktur via instrumen angket kuesioner skala Likert empat tingkat dan tes evaluasi berbentuk esai (essay), yang selanjutnya dieksekusi statistik menggunakan uji normalitas residual Shapiro-Wilk, pengujian hipotesis paired sample t-test, dan perhitungan nilai N-gain. Data kuantitatif secara empiris menyingkap peningkatan signifikan pada minat belajar dengan angka signifikansi 0,000 serta skor N-gain tinggi sebesar 0,7693. Hasil pencapaian belajar kognitif siswa juga melesat tajam dengan nilai signifikansi 0,000 dan capaian indeks N-gain sebesar 0,7451. Simpulan utama menegaskan bahwa digitalisasi pengondisian masalah kontekstual lokal terbukti sangat andal dalam mendongkrak ketahanan akademik serta kemandirian berpikir kritis siswa.