Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Letwaru Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif (PISK) Naomi Merweer; Samuel Patra Ritiauw; Jekriel Septory
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan Model Pembelajaran Interaktif dengan pendekatan kooperatif (PISK) pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Letwaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Letwaru dengan subjek sebanyak 13 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tertulis. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada tes awal, hanya 4 siswa (31%) yang mencapai KKM. Pada siklus I jumlahnya meningkat menjadi 6 siswa (46%), dan pada siklus II kembali mengalami peningkatan hingga 12 siswa (92%) yang tuntas sesuai KKM. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran interaktif setting kooperatif (PISK) memberikan dampak positif terhadap pembelajaran IPS, khususnya pada materi keragaman suku bangsa dan budaya di kelas IV SD Negeri Letwaru.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ips Siswa Kelas IV SD Kristen Pota Kecil Helen Rumurlely; Leonid Ritiauw; Jekriel Septory
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4187

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Kristen Pota Kecil pada materi kenampakan alam melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Kancing Gemerincing. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 14 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 35,71% dikategorikan tidak tuntas meningkat pada siklus II dengan ketuntasan klasikalnya 92,85% dikategorikan tuntas dengan siswa yang tuntas adalah 13 siswa dari 14 orang siswa. Model pembelajaran kooperatif Tipe Kancing Gemerincing menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa dapat mengemukakan pendapatnya, melatih kemampuan kerja sama dan kemampuan mendengarkan pendapat orang lain.
Inovasi Produk Manisan Mangga Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Tutuwaru Jekriel Septory; Rama Wisye Kaay; Jefri Kapasiang; Christin N Kastera; Elsa Imea; Jane A Unawekla; Putri Herlien Lakusa; Ferderika Udigair; Marlina Nelci Pooroe; Nengsi Tiauw; Finthi Maadara; Lidia Karisma Dolwoy; Neli Risye Keiwury; Daliska Violet Keiwury
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ps1b8w13

Abstract

Desa Tutuwaru di Kecamatan Pulau Letti memiliki potensi mangga lokal yang berlimpah, tetapi selama ini hanya dimanfaatkan sebagai buah segar dan dijual tanpa diolah, sehingga tidak memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan inovasi dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal yang dapat dipasarkan secara luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok ibu PKK dan Dasawisma, melalui pelatihan inovasi produk manisan mangga sebagai usaha rumah tangga berbasis potensi desa. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu: persiapan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, praktik pengolahan, pengemasan, dan pelabelan), serta evaluasi (pengukuran keterampilan, kualitas produk, dan kelayakan usaha).Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu memproduksi manisan mangga sesuai standar sederhana, dan 80% peserta menunjukkan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha mikro. Produk manisan mangga memiliki cita rasa manis segar, tekstur kenyal, daya simpan 3 hari, serta kemasan berlabel “Manisan Mangga Tutuwaru” yang menarik dan beridentitas lokal. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan inovasi pangan berbasis buah lokal di wilayah kepulauan terdepan, dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi kreatif dan penguatan branding desa.
Sosialisasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Sekolah Dasar di Wilayah Pulau-Pulau Kecil Perbatasan: Kasus Pulau Damer Dovila Johansz; Renny Souhoka; Jekriel Septory; Cristianti C. Kilikily; Fransheine Rumtutuly; Sigit Sugiarto; Jems Sopacua; Titin Kempa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/k37rrj13

Abstract

Guru sekolah dasar di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan menghadapi keterbatasan akses terhadap kegiatan pengembangan profesional yang berkelanjutan, sehingga pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran inovatif masih relatif terbatas. Salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan dalam kebijakan pendidikan adalah pembelajaran mendalam yang menekankan pada pemahaman konseptual, keterlibatan aktif peserta didik, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai konsep dan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 November 2025, di Pulau Damer dengan melibatkan tujuh orang guru yang berasal dari tiga sekolah, yaitu SD Negeri Wulur, SD Kristen Wulur, dan SD Kristen Kehli. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah diterapkan oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, khususnya terkait karakteristik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pentingnya pemahaman konseptual, serta penerapan aktivitas pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan reflektif. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran guru akan pentingnya merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual bagi peserta didik, khususnya pada konteks pendidikan di wilayah pulau-pulau kecil perbatasan.