Samuel P Ritiauw
Universitas Pattimura

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD NEGERI MOAIN Nofia Lenora Serandoma; Samuel P Ritiauw; Jems Sopacua
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12114

Abstract

Low student learning outcomes in the subject of Natural and Social Science (IPAS) represent a primary challenge faced at SD Negeri Moain, where most fourth-grade students failed to meet the established Minimum Completion Criteria (MCC). This condition demanded an innovative learning approach capable of fostering active student participation. This study aimed to determine the improvement of student learning outcomes in IPAS through the implementation of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model. A Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model was employed, conducted across two cycles, each comprising stages of planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects consisted of 10 fourth-grade students at SD Negeri Moain. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation. Results demonstrated significant improvements: the average score increased from 63 in the pre-cycle to 67 in Cycle I, and reached 75 in Cycle II, while classical completion rates rose from 10% to 50%, and ultimately achieved 100% in Cycle II. This study concludes that the implementation of the Two Stay Two Stray learning model effectively improved student learning outcomes in IPAS at SD Negeri Moain and is recommended as an alternative instructional strategy in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi permasalahan utama yang ditemukan di kelas IV SD Negeri Moain, di mana sebagian besar siswa belum mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mencari solusi melalui penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Moain melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas IV SD Negeri Moain. Teknik pengumpulan data mencakup tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata siswa meningkat dari 63 pada pra-siklus menjadi 67 pada siklus I, dan mencapai 75 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 10% menjadi 50%, dan akhirnya mencapai 100% pada siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri Moain dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran sekolah dasar.  
PEMANFAATAN INTERAKTIF FLAT PANEL (IFP) TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN IPS OLEH GURU DI SD NEGERI 72 AMBON Haganta Br Tarigan; Leonid Ritiauw; Samuel P Ritiauw
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11595

Abstract

The utilization of digital technology-based learning media is crucial for supporting the quality of elementary school education in the 21st century. This descriptive-interpretive qualitative study aims to analyze the utilization of Interactive Flat Panels (IFP) in Science and Social Studies (IPAS) learning and its impact on learning quality at SD Negeri 72 Ambon. The research subjects consisted of nine IPAS teachers, one school principal, and four third-grade students. Data were gathered through participatory observations across 12 learning sessions in six regular classrooms, in-depth interviews, and documentation of Teaching Modules. The results indicate that teachers' utilization of IFP varies across basic, intermediate, and advanced levels depending on their digital literacy. The use of IFP effectively enriches instructional method variations, enhances students' active engagement in discussions, and facilitates the delivery of abstract science concepts. Supporting factors include school infrastructure and collegial culture, whereas technical obstacles involve unstable internet connectivity. In conclusion, IFP integration contributes positively to creating an interactive learning environment. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi digital sangat penting untuk mendukung kualitas pembelajaran sekolah dasar di era abad ke-21. Penelitian kualitatif deskriptif-interpretatif ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran IPAS serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di SD Negeri 72 Ambon. Subjek penelitian terdiri dari sembilan guru IPAS, satu kepala sekolah, dan empat siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pada 12 sesi pembelajaran di enam kelas reguler, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi Modul Ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan IFP oleh guru bervariasi dari tingkat dasar, menengah, hingga lanjutan tergantung pada literasi digital pengampu. Penggunaan IFP terbukti memperkaya variasi metode instruksional, meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam berdiskusi, serta mempermudah penyampaian konsep sains yang abstrak. Faktor pendukung utama meliputi fasilitas sarana sekolah dan budaya kolegialitas, sedangkan kendala teknis mencakup keterbatasan stabilitas koneksi internet. Kesimpulannya, pengintegrasian IFP memberikan kontribusi positif dalam menciptakan ekosistem pembelajaran IPAS yang interaktif dan dinamis.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 LATIHAN SPG AMBON PADA MATERI AKU DAN KEBUTUHANKU Winda Hukunala; Samuel P Ritiauw; Leonid Ritiauw
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11593

Abstract

The low learning outcomes of students in Natural and Social Science (IPAS) at the elementary school level require innovative instructional solutions. This study aimed to determine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model on improving the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon on the topic “Aku dan Kebutuhanku” (My Needs). A quantitative method with a quasi-experimental approach and a pretest-posttest control group design was employed. The sample consisted of 26 students from class IV-B as the experimental group applying the TGT model, and 24 students from class IV-A as the control group applying the discovery learning model. Data were collected using a 20-item multiple-choice test. The results showed that the mean posttest score of the experimental group (70.2) was significantly higher than that of the control group (15.1). The Mann-Whitney test yielded a significance value of 0.002 < 0.05, indicating a significant effect of the TGT model on student learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score of the experimental group reached 71.84%, categorized as moderately effective, far exceeding the control group’s 37.74%, categorized as ineffective. It is concluded that the TGT learning model is more effective in improving student learning outcomes compared to the discovery learning model, making it a viable innovative instructional strategy for IPAS in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi permasalahan yang memerlukan solusi pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon pada materi “Aku dan Kebutuhanku”. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 26 siswa kelas IV-B sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model TGT, dan 24 siswa kelas IV-A sebagai kelompok kontrol yang menerapkan model discovery learning. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (70,2) jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (15,1). Uji Mann-Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model TGT terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 71,84% dengan kategori cukup efektif, melampaui kelompok kontrol yang hanya memperoleh 37,74% dengan kategori tidak efektif. Disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan model discovery learning, sehingga dapat dijadikan strategi pembelajaran alternatif yang inovatif pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.  
IMPLEMENTASI MODEL PjBL (PROJECT BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 167 MALUKU TENGAH Imel Sohilait; Samuel P Ritiauw; Musa Marsel Maipauw
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13415

Abstract

The quality of Social Studies instruction at SD Negeri 167 Maluku Tengah has been constrained by monotonous conventional methods, resulting in low student enthusiasm and subpar academic achievement. This empirical challenge necessitates an innovative, context-rich pedagogical intervention that actively engages learners. This study aims to examine the effectiveness of implementing the Project-Based Learning (PjBL) model in improving social studies learning motivation and cognitive outcomes among fourth-grade students at SD Negeri 167 Maluku Tengah. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The research subjects comprised 32 students divided into class IV A (17 students) as the experimental group and class IV B (15 students) as the control group, chosen via purposive sampling. Data were collected using a validated 5-item essay cognitive achievement test and a 15-item Likert-scale learning motivation questionnaire. The results revealed that the PjBL model generated a substantial improvement, yielding an N-gain score of 0.8014 (80.14%) for learning motivation and 0.7337 (73.37%) for learning outcomes, both falling into the high category. Hypothesis testing via independent samples t-test revealed t_"count" =-7.388 for learning motivation and t_"count" =-4.304 for cognitive outcomes, both achieving statistical significance at p=0.000<0.05. Consequently, the Project-Based Learning model is empirically proven to be effective in concurrently elevating students' motivation and academic achievement in elementary social studies. ABSTRAK Kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 167 Maluku Tengah masih terhambat oleh penerapan metode konvensional yang monoton, sehingga memicu rendahnya antusiasme dan ketuntasan belajar peserta didik. Kondisi empiris ini menuntut adanya intervensi model instruksional inovatif yang kontekstual dan berpusat pada keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Negeri 167 Maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa yang terbagi ke dalam kelas IV A (17 siswa) sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B (15 siswa) sebagai kelompok kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes penguasaan konsep sebanyak 5 butir soal uraian terstandarisasi dan angket motivasi belajar berskala Likert 15 butir pernyataan yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL menghasilkan peningkatan motivasi belajar dengan skor N"-gain"  sebesar 0,8014 (80,14%) dan hasil belajar dengan skor N"-gain"  sebesar 0,7337 (73,37%), yang keduanya berada dalam kategori tinggi. Pengujian hipotesis melalui independent samples t-test pada kelompok data menghasilkan nilai t_"hitung" =-7,388 untuk motivasi belajar dan t_"hitung" =-4,304 untuk hasil belajar dengan taraf signifikansi p=0,000<0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi sekaligus hasil belajar IPS siswa sekolah dasar secara terpadu.    
PENGARUH MEDIA ULAR TANGGA PADA PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 3 LOLONG Imelda Salasiwa; Samuel P Ritiauw; Leonid Ritiauw
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13416

Abstract

Low student learning motivation in Natural and Social Sciences (IPAS) represents a persistent pedagogical obstacle, urging educators to implement interactive and engaging instructional media. This study aimed to investigate the effect of using the educational Snakes and Ladders game on the learning motivation of fifth-grade students at SD Negeri 3 Lolong Guba. The research utilized a pre-experimental design employing a one-group pretest–posttest approach. The sample comprised 20 fifth-grade students of SD Negeri 3 Lolong Guba determined through purposive sampling. Learning motivation data were gathered using a validated Likert-scale questionnaire and statistically evaluated via paired sample t-test and normalized gain (N-gain) analyses. The findings revealed a statistically significant increase in the mean motivation score from 56.35 at pre-test to 87.20 at post-test, generating t=-15.952 with p=0.000 (p<0.05). The mean N-gain score achieved was 0.7176 (71.76%), falling into the high improvement category. These outcomes confirm that integrating the Snakes and Ladders game into IPAS instruction significantly elevates primary school students' emotional engagement and academic motivation. ABSTRAK Rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan persoalan mendasar yang menuntut guru untuk menghadirkan inovasi media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media permainan ular tangga terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Lolong Guba pada pembelajaran IPAS. Desain penelitian yang diterapkan adalah pre-experimental design dengan bentuk one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa kelas V SD Negeri 3 Lolong Guba yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data motivasi belajar dihimpun menggunakan instrumen angket skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-gain. Hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan skor rata-rata motivasi belajar dari 56,35 pada pre-test menjadi 87,20 pada post-test, dengan nilai t_"hitung" =-15,952 pada taraf signifikansi p=0,000 (p<0,05). Nilai rata-rata N-gain mencapai 0,7176 (71,76%) yang termasuk dalam klasifikasi peningkatan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa media permainan edukatif ular tangga berpengaruh signifikan dalam memicu keterlibatan aktif dan antusiasme belajar siswa sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V DI SD KRISTEN 1 WAIMAHU Selna Enjel A. Makualaina; Samuel P Ritiauw; Nathalia Yohana Johannes
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13417

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) among fifth-grade students at SD Kristen 1 Waimahu, resulting from instructional practices predominantly centered on conventional teacher-directed approaches. This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on improving IPAS learning outcomes among fifth-grade students at SD Kristen 1 Waimahu. The research method employed was a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The study sample comprised 25 students selected through a total sampling technique, consisting of 13 students in the experimental class taught with the PBL model and 12 students in the control class taught using conventional learning. Data were gathered through an expert-validated multiple-choice achievement test and analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, the Levene homogeneity test, the independent sample t-test, and the N-gain test. The results demonstrated that the posttest mean score of the experimental class (71.15) was considerably higher than that of the control class (45.83). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), verifying a statistically significant difference in learning outcomes between the two groups. Furthermore, the experimental class achieved an average N-gain score of 0.53 (moderate category), whereas the control class only attained 0.18 (low category). Consequently, the implementation of the Problem-Based Learning model exerts a positive and significant effect on enhancing elementary school students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V di SD Kristen 1 Waimahu akibat proses pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap peningkatan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V di SD Kristen 1 Waimahu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling), terbagi ke dalam kelas eksperimen sebanyak 13 siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dan kelas kontrol sebanyak 12 siswa dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar pilihan ganda yang telah divalidasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji independent sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (71,15) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (45,83). Hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) yang membuktikan adanya perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, nilai N-gain kelas eksperimen mencapai 0,53 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh 0,18 (kategori rendah). Dengan demikian, penerapan model Problem-Based Learning berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V sekolah dasar.    
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD FAST START AMBON Lilis Anzar Wati Teleumbanua; Samuel P Ritiauw; Nathalia Yohana Johannes
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13418

Abstract

The implementation of inclusive education in elementary schools demands comprehensive curricular adaptations and flexible instructional strategies; however, empirical documentation regarding the actual instructional practices for children with special needs in Eastern Indonesia remains scarce. This study aims to analyze the implementation of instruction for children with special needs at Fast Start Elementary School in Ambon, encompassing instructional planning, classroom execution, evaluation procedures, and the operational challenges encountered. A descriptive qualitative method was employed, with research subjects selected through purposive sampling comprising the principal, classroom teachers, support teachers, and three students with special needs. Data were collected via participant observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation review, with data trustworthiness verified through source and technique triangulation. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, covering data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings demonstrate that instruction for special needs students is conducted inclusively within regular classrooms using adaptive instructional strategies, such as personalized approaches, step-by-step instructions, and visual learning aids. Learning evaluations are flexibly adapted based on individual progress rather than conventional academic benchmarks. Nonetheless, the educational implementation remains hindered by the absence of an Individualized Education Program (IEP), the unavailability of qualified Special Education Support Teachers (GPK), and teachers' limited pedagogical competence. It is concluded that while Fast Start Elementary School exhibits a strong inclusive commitment, continuous teacher professional training and specialized support personnel are imperative to optimize educational services for children with special needs. ABSTRAK Penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah dasar menuntut adaptasi kurikulum dan strategi pembelajaran yang komprehensif, namun dokumentasi empiris mengenai praktik nyata pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Indonesia Timur masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus di SD Fast Start Ambon, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping, dan tiga orang peserta didik ABK. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terstruktur, dan studi dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ABK telah diselenggarakan secara inklusif di kelas reguler melalui strategi adaptif, seperti pendekatan individual, instruksi sederhana bertahap, dan media visual. Evaluasi pembelajaran disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kemajuan individual peserta didik, bukan standar nilai umum. Namun demikian, implementasi pembelajaran masih terkendala oleh ketiadaan Program Pembelajaran Individual (Individualized Education Program/IEP), belum adanya Guru Pendamping Khusus (GPK) berlatar pendidikan khusus, serta keterbatasan kompetensi guru reguler. Disimpulkan bahwa SD Fast Start Ambon memiliki komitmen inklusif yang baik, tetapi memerlukan pelatihan guru berkelanjutan dan penyediaan tenaga pendamping khusus guna mengoptimalkan layanan bagi ABK.