Rina Pebriana
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Framing Pesan Humas Polda Sumsel di Instagram Dalam Memulihkan Citra Pasca Unjuk Rasa Asosiasi Driver Online Riska Riska; Nadia Damayanti; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Humas Polda Sumatera Selatan membingkai (framing) pesan melalui unggahan Instagram @polisi_sumsel dalam upaya memulihkan citra pasca aksi unjuk rasa Asosiasi Driver Online Sumsel pada Agustus 2025. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan publik terkait insiden tewasnya seorang pengemudi online, yang kemudian memicu meningkatnya kritik terhadap aparat kepolisian. Dalam situasi krisis kepercayaan ini, media sosial menjadi kanal penting bagi institusi kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi, menunjukkan empati, dan membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Entman, mencakup empat elemen: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, memberikan penilaian moral, dan menawarkan solusi. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan Instagram dalam rentang H+1 hingga beberapa minggu setelah aksi, mencakup konten visual, narasi, dan respons warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Polda Sumsel secara konsisten membingkai unggahan dengan narasi humanis, informatif, dan berorientasi pada dialog. Fokus framing diarahkan untuk menekankan ketertiban, empati, serta komitmen kepolisian dalam mendengarkan aspirasi dan menjaga keamanan. Visual interaksi positif antara polisi dan masyarakat digunakan untuk mengalihkan persepsi publik dari konflik menuju citra kepolisian yang responsif dan komunikatif. Kesimpulannya, Instagram terbukti menjadi media efektif dalam strategi komunikasi krisis untuk memulihkan citra institusi melalui konsistensi pesan dan pendekatan humanis.
Penguatan Citra Humas Kamwil Kemenag Sumsel Melalui Pemanfaatan Instagram @Kanwilkemenagsumsel Sebagai Media Informasi Publik M.Noval Kurniawan; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6346

Abstract

Fenomena pergeseran komunikasi publik di era digital telah menempatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform krusial bagi instansi pemerintah untuk menjaga transparansi dan memperkuat citra kelembagaan, mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) memanfaatkan akun @kanwilkemenagsumsel sebagai etalase informasi publik. oleh karena itu, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif proses perencanaan dan pelaksanaan strategi Humas Kanwil Kemenag Sumsel dalam memperkuat citra kelembagaan melalui akun Instagram tersebut, serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk mengeksplorasi fenomena komunikasi digital instansi. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan dianalisis menggunakan kerangka Teori Citra dari Frank Jefkins, yang mencakup indikator Citra Cermin. Citra Harapan, Citra Perusahaan, Citra Majemuk, dan Citra Penampilan melalui konten dan interaksi di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan Instagram terbukti efektif dalam membangun persepsi positif dan meningkatkan kedekatan publik, namun ditemukan tantangan dalam menyelaraskan semua persepsi internal dan eksternal, yang kemudian disimpulkan bahwa penguatan citra Humas Kanwil Kemenag Sumsel melalui Instagram memerlukan optimalisasi strategi produksi konten yang lebih personal dan konsisten untuk memastikan integrasi seluruh dimensi citra.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Dalam Mensosialisasikan TKA (Tes Kemampuan Akademik) Sebagai Bagian Dari Pembaruan Sistem Pendidikan Nasional Malika Malika; Rahma Dita Aprilia Putri; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6361

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses sosialisasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) dalam konteks reformasi sistem penilaian pendidikan di Indonesia. TKA dirancang untuk mengukur keterampilan fundamental siswa seperti literasi, numerasi, dan bernalar, dengan tujuan memastikan pemerataan mutu pendidikan antarwilayah. Namun, tantangan seperti variasi literasi digital dan pemahaman masyarakat di Sumatera Selatan menunjukkan perlunya sosialisasi efektif. Menggunakan Teori Public Information Model, penelitian ini mengevaluasi efektivitas komunikasi kebijakan berdasarkan indikator penyampaian informasi jelas, akurasi pesan, jangkauan saluran, dan transparansi lembaga. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi dengan informan utama staf bidang kurikulum Disdik Sumsel. Hasil menunjukkan TKA dipahami sebagai program opsional untuk memetakan kemampuan siswa lintas jenjang, dengan sosialisasi menggunakan media Zoom untuk jangkauan luas, mencapai pemahaman sekitar 80% peserta. Kendala utama meliputi gangguan teknologi, diatasi melalui sistem helpdesk berlapis. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk strategi komunikasi yang lebih partisipatif, sesuai karakteristik sosial-budaya Sumatera Selatan, guna meningkatkan penerimaan publik dan efektivitas kebijakan pendidikan.
Analisis Framing Pemberitaan Krisis Kepercayaan Publik Terhadap PT Pertamina di Berita Online dalam Perspektif Manajemen Reputasi Korporat Briliani Duana Putri; Rifki Ardheansyah; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemberitaan media daring mengenai isu krisis kepercayaan publik terhadap PT Pertamina. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif untuk memahami bagaimana media membingkai isu dalam konteks sosial serta membentuk makna melalui representasi berita. Analisis dilakukan dengan menggunakan model framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian bersumber dari sejumlah artikel terkait yang dipublikasikan oleh Kompas.com serta kaitannya dengan dinamika diskusi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai isu etanol sebagai persoalan teknis yang berimplikasi pada persepsi kualitas produk Pertamina dan berkontribusi terhadap munculnya krisis kepercayaan. Meskipun demikian, pemberitaan juga menghadirkan narasi penyeimbang yang menempatkan penggunaan etanol sebagai praktik yang lazim secara global dan bagian dari strategi transisi energi. Temuan ini mengindikasikan bahwa krisis kepercayaan tidak semata-mata dipicu oleh persoalan kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh ketimpangan informasi dan keterbatasan transparansi komunikasi perusahaan. Dengan demikian, media berperan penting dalam pembentukan opini publik terhadap reputasi korporasi. Oleh karena itu, PT Pertamina perlu memperkuat komunikasi strategis, edukasi publik, serta keterbukaan informasi, terutama dalam menghadapi isu-isu yang bersifat sensitif. Penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki pengaruh signifikan terhadap citra perusahaan dan dapat menjadi indikator efektivitas komunikasi krisis.
Representasi Dapil III DPRD Kota Palembang Melalui Konten (Studi Analisis Framing Instagram @mh1dayat)” Risky Ivan Wijaya; M Ihsan; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6430

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana representasi kinerja ketua DPRD Kota Palembang Dapil III dikonstruksi melalui konten Instagram @mh1dayat pada periode Januari–November 2025. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis framing penelitian ini menelusuri intensitas penggunaan Instagram oleh Muhammad Hidayat melalui observasi konten di Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Ketua Bagian Kehormatan DPRD Kota Palembang memanfaatkan akun instagram dan mengoptimalkan penggunaan instagram dalam membentuk citra dan membangun reputasi politik mereka di ruang digital. Fokus penellitian ini adalah pada platform Instagram yang digunakan oleh Ketua DPRD Dapil III Kota Palembang, Muhammad Hidayat, dalam membangun citra serta memanajemen reputasi selama 1 periode menjabat menjadi Ketua DPRD. Penelitian ini menggunakan teori Framing Entman yang menelaah elemen narasi, visual, simbol warna, serta gaya bahasa yang membentuk citra politik seorang anggota DPRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Hidayat membingkai konten Instagram sebagai figur legislator yang aktif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Elemen framing seperti pendefinisian masalah, penentuan penyebab, evaluasi moral, dan rekomendasi solusi tampak secara konsisten dalam setiap unggahan. Simbol visual, permainan warna, dan alur cerita konten turut memperkuat citra kepemimpinan serta kredibilitas legislator.
Strategi Digital Public Relations Komunitas Palembang Book Party dalam Menggerakan Publik untuk Berpartisipasi melalui Akun Instagram @plbbookparty Gita Febriani; Nabila Septiani Putri; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6635

Abstract

Sebagai komunitas literasi yang aktif menyebarkan informasi, edukasi, dan ajakan membaca. Palembang Book Party memanfaatkan Instagram sebagai media utama untuk membangun kedekatan dengan audiens, memperluas jangkauan, serta menciptakan keterlibatan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi konten Instagram Palembang Book Party, wawancara dengan pengelola atau pihal yang terlibat dalam pengelolaan akun Instagram Palembang Book Party, serta dokumentasi yang digunakan sebagai data pendukung, seperti unggahan Instagram , tangkap layar interaksi, dan dokumen kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Digital Public Relations yang diterapkan meliputi pengelolaan konten informatif dan persuasif, interaksi aktif melalui fitur Instagram (stories, komentar, dan direct message). Strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan engagement, membangun citra positif komunitas, serta mendorong partisipasi publik dalam kegiatan literasi seperti diskusi buku dan kampanye membaca.
Representasi Nilai Dan Kepercayaan Konsumen Dalam Penjualan Manual Kuota Im3 Pada Era Digital Aldi Bragy; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6643

Abstract

The digital era has brought with it various platforms for purchasing quotas quickly and easily, yet manual sales of IM3 quotas persists amidst these developments. This study aims to analyze the representation of consumer values ​​and trust in manual sales of IM3 quotas and to understand why consumers continue to choose manual channels in the digital era. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, through interviews and observations of consumers and manual sellers of IM3 quotas. The results show that manual sales represent the values ​​of convenience, personal service, and transaction certainty that are perceived as important by consumers. Consumer trust is formed through direct interaction, repeated transaction experiences, and long-term relationships with sellers. These findings indicate that consumer perceptions of value and trust have not completely shifted to digital platforms. The results of this study align with consumer value theory and trust theory, which emphasize the functional, social, and emotional aspects of consumer decision-making. This study also confirms that manual sales retain strategic relevance by strengthening personal service, transaction transparency, and interpersonal relationships as an effort to maintain sales volume amidst the development of the digital era
Pengaruh Pesan Human Interest dalam Kampanye ‘Everyone Can Be Cool ’ Terhadap Citra Merek RUCAS di TikTok Aisyah Ali; Fanesa Ramadhania; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6717

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, mendorong merek untuk mengadopsi strategi Digital Public Relations yang berorientasi pada kedekatan emosional audiens. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pesan human interest yang menekankan nilai kemanusiaan, keaslian, dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari. RUCAS sebagai merek fesyen lokal Indonesia menerapkan pendekatan ini melalui kampanye “Everyone Can Be Cool” di TikTok dengan menampilkan individu non-selebritas sebagai representasi audiens nyata, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih autentik dan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pesan human interest terhadap citra merek RUCAS di TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 pengguna TikTok yang pernah melihat kampanye tersebut. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara variabel pesan human interest dan citra merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan human interest berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek RUCAS di TikTok. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,589 menunjukkan bahwa pesan human interest memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membentuk citra merek. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Digital Public Relations berbasis pesan human interest efektif dalam membangun citra merek yang positif dan relevan bagi audiens media sosial, khususnya pada platform TikTok.
Komunikasi Public Relations Digital Pada Instagram Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Perception: Studi Akun @Pathischocolade Olivia Ayu Wandari; Khairunisa Khairunisa; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6768

Abstract

Instagram kini menjadi media strategis bagi brand dalam membangun citra dan memengaruhi persepsi publik, terutama bagi brand lokal seperti Pathis Chocolade. Namun keberhasilan pembentukan persepsi positif tidak terjadi secara instan, melainkan bergantung pada konsistensi interaksi, kualitas konten, dan penyampaian pesan emosional yang relevan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @pathischocolade menampilkan citra merek melalui pengelolaan konten visual, narasi, dan interaksi digital sebagai bagian dari strategi Public Relations. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan pengelola akun, serta wawancara tambahan dengan audiens sebagai pengguna aktif media sosial. Analisis data mengacu pada teori Impression Management dari Goffman yang menekankan bagaimana individu maupun organisasi berupaya mengatur kesan yang diterima publik melalui tampilan visual, gaya bahasa, konsistensi penyampaian pesan, dan pola interaksi yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pathis Chocolade berhasil membentuk persepsi positif melalui penyajian visual produk yang konsisten, storytelling yang emosional, serta interaksi responsif dengan pengikut. Strategi PR digital tersebut memperkuat identitas brand, meningkatkan kedekatan dengan audiens, dan mendorong kepercayaan publik.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemberitaan Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Melalui Konten Tiktok Untung Makbul; Widi Yanti; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap pemberitaan kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis yang disebarkan melalui konten TikTok. Fenomena ini penting dikaji karena TikTok menjadi salah satu platform yang paling berpengaruh dalam membentuk opini publik melalui penyebaran informasi secara cepat, kreatif, dan masif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi konten, wawancara dengan pengguna aktif TikTok, serta analisis komentar warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dipengaruhi oleh gaya penyajian informasi, kredibilitas kreator, serta intensitas paparan konten. Sebagian besar responden menunjukkan reaksi emosional terhadap pemberitaan, sedangkan sebagian lainnya menyoroti isu akurasi dan framing informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi publik terhadap isu kesehatan dan program pemerintah, namun potensi misinformasi tetap tinggi sehingga diperlukan peningkatan literasi digital.