Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana dalam pemberitaan pencemaran Sungai Deli pada media online menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa dua teks berita online, yaitu artikel IDN Times Sumut berjudul “Sungai Deli Tercemar Mikroplastik, Ini Bahayanya untuk Kesehatan” dan artikel detikSumut berjudul “Sampah Menumpuk di Sungai Deli, Warga Berharap Segera Dibersihkan”. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki cara berbeda dalam membingkai isu pencemaran Sungai Deli. IDN Times Sumut lebih menekankan aspek ilmiah dan ancaman kesehatan akibat pencemaran mikroplastik dengan mengandalkan data penelitian dan narasumber ahli, sedangkan detikSumut lebih menonjolkan pengalaman serta harapan masyarakat terhadap kebersihan sungai melalui kesaksian warga. Pada dimensi kognisi sosial, IDN Times Sumut cenderung mengonstruksi pencemaran sebagai akibat lemahnya tata kelola lingkungan, sementara detikSumut memandangnya sebagai tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Dalam konteks sosial, kedua media sama-sama merepresentasikan Sungai Deli sebagai ruang yang mengalami krisis lingkungan, tetapi melalui sudut pandang dan strategi pemberitaan yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu lingkungan melalui konstruksi wacana yang dibangun dalam pemberitaan.