Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Storyboard Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jusca Santanovalina Samosir; Nadra Amalia; Elly Prihasti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis puisi siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memfasilitasi imajinasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan storyboard digital berbasis AI dalam pembelajaran puisi serta dampaknya terhadap motivasi dan kualitas tulisan siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi pada storyboard digital membantu siswa menemukan ide, mengembangkan alur emosi, memilih diksi, dan menghasilkan puisi yang lebih ekspresif. Selain itu, keterlibatan dan antusiasme siswa meningkat selama proses pembelajaran. Kendala teknis seperti jaringan dan perangkat ditemukan, tetapi dapat diatasi dengan dukungan fasilitas sekolah. Secara keseluruhan, media storyboard digital berbasis AI efektif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi di era digital.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk terhadap Pemberitaan Pencemaran Sungai Deli di Media Online Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jamila Nasution; Verdi Cristian Manalu
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana dalam pemberitaan pencemaran Sungai Deli pada media online menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa dua teks berita online, yaitu artikel IDN Times Sumut berjudul “Sungai Deli Tercemar Mikroplastik, Ini Bahayanya untuk Kesehatan” dan artikel detikSumut berjudul “Sampah Menumpuk di Sungai Deli, Warga Berharap Segera Dibersihkan”. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki cara berbeda dalam membingkai isu pencemaran Sungai Deli. IDN Times Sumut lebih menekankan aspek ilmiah dan ancaman kesehatan akibat pencemaran mikroplastik dengan mengandalkan data penelitian dan narasumber ahli, sedangkan detikSumut lebih menonjolkan pengalaman serta harapan masyarakat terhadap kebersihan sungai melalui kesaksian warga. Pada dimensi kognisi sosial, IDN Times Sumut cenderung mengonstruksi pencemaran sebagai akibat lemahnya tata kelola lingkungan, sementara detikSumut memandangnya sebagai tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Dalam konteks sosial, kedua media sama-sama merepresentasikan Sungai Deli sebagai ruang yang mengalami krisis lingkungan, tetapi melalui sudut pandang dan strategi pemberitaan yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu lingkungan melalui konstruksi wacana yang dibangun dalam pemberitaan.
Analisis Tuturan Penghinaan Dalam Kasus Rusli Lubis: Kajian Linguistik Forensik Esti Yolanda Munthe; Triaviranda; Diana Pemata Sari; Wisman Hadi
Justice Amnesty Law and Undoing Journal Vol. 2 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalu.v2i2.9283

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa yang mengandung penghinaan dan ancaman dalam perkara hukum, khususnya tuturan Rusli Lubis alias Ucok terhadap Samiran dalam perselisihan mengenai pengukuran batas tanah. Penelitian ini dilakukan karena makna suatu tuturan tidak dapat dipahami hanya berdasarkan bentuk katanya, tetapi juga perlu dilihat dari konteks, fungsi, dan situasi tutur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk, makna, dan fungsi tuturan penghinaan dalam kasus Rusli Lubis melalui kajian linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena sesuai untuk mendeskripsikan data kebahasaan secara mendalam berdasarkan konteks peristiwa tutur. Sumber data berupa Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 884/PID/2025/PT MDN. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk penghinaan terhadap kemampuan berpikir melalui ungkapan “tidak punya otak”, makian melalui kata “anjing”, “babi”, “haram jadah”, dan “pukimak kau lah”, serta ancaman melalui ungkapan “kupecahkan kepala otak kau”. Ungkapan “belum tahu kau aku siapa?” menunjukkan penegasan posisi penutur yang memberikan efek intimidatif. Dengan demikian, tuturan penghinaan dalam kasus tersebut memiliki bentuk dan fungsi yang beragam serta dipengaruhi oleh konteks penggunaannya. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji kasus serupa dengan sumber data dan pendekatan linguistik forensik yang lebih beragam.