Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Etanol Kubis Ungu terhadap Kadar Malondialdehida, Superoksida Dismutase dan Derajat Steatosis Hati pada Tikus Model NAFLD Ni Made Gita Kusuma Dewi; I Wayan Sugiritama; I Gusti Ayu Widianti; I Nyoman Gede Wardana; Desak Ketut Ernawati; I Putu Bayu Mayura
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43013

Abstract

Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) adalah gangguan hati kronis yang ditandai dengan akumulasi lemak berlebih dalam hepatosit dan berkaitan dengan sindrom metabolik. Stres oksidatif berperan dalam progresi NAFLD, dengan kadar malondialdehida (MDA) dan aktivitas superoksida dismutase (SOD) sebagai biomarker. Kubis ungu (Brassica oleracea var. capitata L.) memiliki kandungan antosianin tinggi yang bersifat antioksidan, namun efek hepatoprotektifnya terhadap NAFLD masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek hepatoprotektif ekstrak etanol kubis ungu terhadap kadar MDA dan SOD serta derajat steatosis hati pada tikus Wistar jantan yang diinduksi dengan diet tinggi lemak dan karbon tetraklorida (CCl₄). Studi ini menggunakan desain post-test only control group dengan empat kelompok: kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak etanol kubis ungu dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB. Analisis menggunakan ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa ekstrak kubis ungu secara signifikan mencegah peningkatan kadar MDA (p < 0,05), mencegah penurunan aktivitas SOD (p < 0,05), serta mencegah peningkatan derajat steatosis, dengan dosis paling efektif 200 mg/kg BB. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kubis ungu memiliki efek hepatoprotektif dan berpotensi sebagai agen terapeutik alami untuk pencegahan NAFLD.
Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga Ni Made Gita Kusuma Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Agung Istri Mahaswari; Ni Putu Ayu Dian Maharani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.  
Pemberdayaan Petani melalui Edukasi K3 Organofosfat dan Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Alam di Desa Gumbrih Komang Trisna Sumadewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba; Ni Made Gita Kusuma Dewi; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.171-178

Abstract

Organofosfat adalah jenis pestisida yang menghambat hidrolase serin, terutama asetilkolin esterase (AChE), yang menyebabkan efek toksik pada sistem saraf. Penggunaannya yang luas dalam pengendalian hama pertanian menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi toksisitas pada petani. Organofosfat mengganggu fungsi normal saraf dengan mengakumulasi asetilkolin, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi yang dihadapi petani di Banjar Tunjung, Kecamatan Pekutatan, melalui pendekatan berbasis komunitas. Masalah utama yang diidentifikasi adalah tingginya paparan organofosfat yang berdampak negatif terhadap kesehatan petani, serta kondisi ekonomi yang rendah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Solusi yang diajukan meliputi penyuluhan tentang deteksi dini keracunan organofosfat dan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, diberikan juga pelatihan pembuatan sabun berbahan alam untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan, pelatihan, dan simulasi, yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak terkait. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan petani mengenai organofosfat lebih dari 40%, berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Semua mitra (100%) hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, keterampilan petani dalam pembuatan sabun juga meningkat, di mana mereka telah berhasil mengurangi paparan organofosfat dengan menggunakan APD dan memproduksi sabun secara mandiri, yang memberikan dampak ekonomi positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.  
Short-Chain Fatty Acids and Neurodegeneration in Alzheimer's Disease: A Narrative Review Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti; Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba; Ni Made Gita Kusuma Dewi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i1.498

Abstract

Background: Alzheimer Disease remains the most prevalent cause of dementia worldwide, representing a major and escalating global health challenge. Objective: This study aims to examine the role of short chain fatty acids in the pathogenesis and progression of Alzheimer Disease within the framework of the microbiota gut brain axis. Methods: The research employed a qualitative design with a descriptive approach through a narrative literature study. Data were collected through systematic searches of peer reviewed scientific articles published between 2015 and 2026, focusing on gut microbiota dysbiosis, short chain fatty acids, neuroinflammation, amyloid pathology, and cognitive decline in Alzheimer Disease. Document analysis was conducted using thematic identification, data reduction, conceptual categorization, and inductive interpretation to generate a comprehensive synthesis of the evidence. Results: The findings indicate that Alzheimer Disease is consistently associated with reduced abundance of short chain fatty acid producing bacteria and altered circulating and fecal short chain fatty acid profiles, which are linked to impaired blood brain barrier integrity, microglial activation, increased neuroinflammation, amyloid beta accumulation, and tau pathology. Mechanistic insights demonstrate that short chain fatty acids regulate inflammatory signaling pathways, epigenetic modulation, mitochondrial bioenergetics, and metabolic homeostasis. Conclusion: In conclusion, short chain fatty acids function as key metabolic mediators in Alzheimer Disease and represent promising targets for preventive and therapeutic strategies, contributing to a systems biology perspective and supporting microbiome based precision approaches in cognitive health management.