p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Tita Kartika Dewi
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Produk Minuman Enteral Susu Kedelai Dengan Jahe Merah, Gula Jagung Dan Sereh Bagi Penderita DM Marianawati Saragih; Tita Kartika Dewi; Fitriani Ekawati; Andri Gustiadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51087

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik yang semakin meningkat prevalensinya, terutama di negara berkembang. Pengaturan pola makan yang tepat menjadi salah satu strategi utama dalam pengendalian glukosa darah pada penderita DM, di antaranya dengan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk minuman enteral berbahan dasar susu kedelai, jahe merah, sereh, dan gula jagung yang dapat membantu mengelola kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2. Formula yang dikembangkan melalui metode penelitian dan pengembangan (R&D) diuji dalam tiga formula berbeda dengan menggunakan uji organoleptik yang melibatkan 15 panelis. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formula 3 (susu kedelai, jahe merah, sereh, dan gula jagung dengan tambahan vanili) memperoleh skor tertinggi pada aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur, menjadikannya formula paling disukai. Produk ini mengandung energi 103,77 kkal, protein 8,78 g, lemak 6,27 g, karbohidrat 14,75 g, dan serat 0,82 g per 100 g. Dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan produk komersial, minuman enteral ini menawarkan solusi ekonomis untuk penderita DM tipe 2. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan bahan alami seperti jahe merah dan sereh untuk meningkatkan kualitas sensori produk serta perbaikan proses pembuatan untuk mengurangi endapan serat kasar pada produk.
Hubungan Indeks Masa Tubuh dan Aktifitas Olahraga dengan Risiko Ergonomi Pada Terapis Gigi dan Mulut Di Puskesmas Kota Tasikmalaya Tita Kartika Dewi; Emma Kamelia; Rudi Triyanto; Samjaji Samjaji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52648

Abstract

Terapis Gigi dan Mulut di Puskesmas sering menghadapi risiko ergonomi akibat tuntutan postur kerja statis berulang, yang dapat memicu Gangguan Muskuloskeletal. Selain faktor lingkungan kerja, faktor individu seperti Indeks Masa Tubuh dan tingkat aktivitas olahraga diyakini memainkan peran penting dalam kerentanan pekerja terhadap risiko ini. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara IMT, aktivitas olahraga dengan risiko ergonomi pada TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Tujuan: Mengetahui prevalensi risiko ergonomi, status IMT, dan kebiasaan olahraga, serta menganalisis hubungan statistik antara IMT dan aktivitas olahraga dengan risiko ergonomi pada TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya dengan Sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT melalui antropometri, aktivitas olahraga menggunakan kuesioner Baecke, Risiko ergonomi menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Analisis hubungan menggunakan uji rank spearman. Hasil: Dari 30 responden TGM, 56% responden termasuk dalam kategori gemuk. Mayoritas responden menunjukkan kebiasaan fisik yang kurang aktif sebanyak 70%, 50% responden memiliki risiko ergonomi rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara Indeks Masa Tubuh dengan risiko ergonomi (p-value = 0,034) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dengan risiko ergonomi (p-value = 0,251). Kesimpulan: Indeks Masa Tubuh tinggi menjadi faktor risiko signifikan terhadap peningkatan risiko ergonomi pada Terapis Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Meskipun mayoritas responden memiliki kebiasaan olahraga yang tidak aktif, variabel ini tidak terbukti secara statistik berhubungan dengan risiko ergonomi. Intervensi kesehatan kerja perlu difokuskan pada program manajemen berat badan bagi TGM