Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intervention of Progressive Muscle Relaxation on Anxiety and Sleep Quality in COVID-19 Patients : A Systematic Review Nurul Imam; Alfian Bayu Indrawan; Rofi Syahrizal; Shafaat Pranata
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i3.1259

Abstract

COVID-19 is an infectious disease. COVID-19 patients will experience anxiety, thus disturbing the patient's sleep quality. Pharmacological therapy given in the long term poses a risk to the health of the body. This study aims to determine the effectiveness of progressive muscle relaxation in COVID-19 patients to reduce anxiety and improve sleep quality. The studies were identified systematic by searching the database with the keywords “COVID-19 AND Anxiety AND Sleep Quality AND progressive Muscle Relaxation.” The results consist of Web of Science 3 articles, Scopus 3 articles, Science Direct 135 and Pro Quest 501 articles. Eligible articles were selected according to the inclusion and exclusion criteria, COVID-19 patients with anxiety and sleep disturbances as well as with PMR intervention and articles published in English based on the last 3 years study. In assessing the bias and methodological quality of this study using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal checklist tool. From 642 references, after a selection there were 5 references describing in detail progressive muscle relaxation exercises that could be used together with pharmacological during treatment in isolation rooms. Progressive muscle relaxation exercises are performed 2 times a day, in the morning and before going to bed, with a duration of 20-30 minutes. Progressive muscle relaxation significant reduces anxiety and improves sleep quality in COVID-19 patients during isolation treatment.
Peer Support, Stigma dan Kesehatan Mental: Studi Tentang Dampak Psikologis Pada Orang Dengan Koinfeksi TB-HIV di RSU Jayapura Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto; Alfian Bayu Indrawan; Alini Alini; Dwi Kartika Jayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55204

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan koinfeksi TB-HIV yang menimbulkan kondisi klinis kompleks serta memperberat perjalanan penyakit akibat pengobatan jangka panjang, efek samping obat, dan ketidakpatuhan terapi. Selain tantangan klinis, OD-TB/HIV juga menghadapi beban psikososial yang signifikan, terutama stigma, yang berdampak pada kesehatan mental. Peer support berpotensi mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peer support dan stigma dengan kesehatan mental OD-TB/HIV melalui desain kuantitatif korelasional cross-sectional di RSU Jayapura. Sampel terdiri dari 35 OD-TB/HIV yang menjalani pengobatan, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi, stigma TB dan HIV, serta SRQ-20, yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan OD-TB/HIV didominasi oleh laki-laki, berusia dewasa awal, ekonomi rendah, pendidikan menengah dengan lama pengobatan 3-6 bulan. Dukungan teman sebaya yang kurang optimal serta tingginya stigma TB dan HIV berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental pada OD-TB/HIV. Dukungan sebaya berperan sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental, sedangkan stigma TB dan HIV menjadi faktor risiko yang memperburuk kondisi psikologis. Penguatan program peer support dan integrasi skrining kesehatan mental perlu menjadi bagian dari layanan komprehensif TB-HIV untuk meningkatkan kualitas hidup OD-TB/HIV.