Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psychological factors, digital behaviors, and lifestyle correlates of insomnia among university students: A literature review Purdani, Kartika Setia; Ridho, Muhammad; Safrudin, Bachtiar; Alamsyah, Fachmi; Zain, Najla Dalilah Ramadhania; Wati, Putri Sintya; Lestari, Shinta Dwie; Dewi, Cindy Maharani; Cholifah, Winna Noor; Saputra, Bagas
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.674

Abstract

Background: Insomnia is a prevalent sleep problem among university students and is increasingly linked to psychological distress, intensive digital engagement, and unhealthy lifestyle patterns, all of which may impair academic functioning and well-being. Existing evidence is fragmented across disciplines, making an integrated synthesis necessary for nursing and campus health practice. Objective: This literature review aimed to synthesize evidence on psychological factors, digital behaviors, and lifestyle correlates associated with insomnia among university students. Methods: A structured literature review was conducted using predefined eligibility criteria, staged screening, and standardized data extraction. The review included quantitative studies on university students published between 2021 and 2025 in Indonesian or English, with insomnia-related outcomes and relevant correlates. From 166 identified records, 10 studies met the inclusion criteria and were narratively synthesized across three analytic domains: psychological factors, digital behaviors, and lifestyle variables. Results: Across the 10 included studies, stress and anxiety emerged as the most consistent correlates of insomnia severity. Digital factors—particularly intensive social media use, smartphone addiction, and problematic gadget use—were also repeatedly associated with insomnia, with several studies suggesting mediating psychological pathways (e.g., FoMO and phone dependence). Lifestyle findings were partially heterogeneous: some studies identified significant associations for coffee intake and physical activity, whereas others reported non-significant results for similar variables. Most student participants experienced mild-to-moderate insomnia, indicating a common but often underrecognized burden. Conclusion: Insomnia among university students is a multidimensional condition influenced by interacting psychological, digital, and lifestyle factors. The most robust evidence supports stress, anxiety, and intensive digital behavior as primary correlates, while lifestyle and environmental effects appear context-dependent.
Efektivitas Terapi Relaksasi Benson terhadap Tingkat Kelelahan (Fatigue) dan Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisa: Literature Review Abida, Nur; Septiawan, Taufik; Wati, Putri Sintya; Kamila, Rurun; Dewi, Cindy Maharani; Salsabila, Ayu Putri; Piliang, Dhea Lilia Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37933

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang dan sering menimbulkan masalah fisik serta psikologis, terutama kelelahan (fatigue) dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah terapi relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kelelahan dan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa berdasarkan literature review. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 10 jurnal yang diperoleh dari Google Scholar dengan desain penelitian yang beragam, seperti studi kasus, quasi eksperimen, dan pre-post test. Jumlah sampel dalam penelitian berkisar antara 1 hingga 50 responden, dengan instrumen yang digunakan antara lain FACIT Fatigue Scale, Fatigue Severity Scale (FSS), Fatigue Assessment Scale (FAS), dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Hasil review menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson, baik diberikan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan intervensi lain seperti healing touch, guided imagery, murottal Al-Qur’an, dan rendam kaki air hangat, terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kelelahan dan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor fatigue dan kecemasan setelah intervensi diberikan. Kesimpulan dari literature review ini adalah terapi relaksasi Benson merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah dilakukan dalam membantu menurunkan kelelahan dan kecemasan serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
Hubungan Komponen Penilaian Australasian Triage Scale (ATS) dengan Outcome klinis dan Lama Waktu Tunggu Pasien Kardiovaskular di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review Alamsyah, Fachmi; Ridho , Muhammad; Wati, Putri Sintya; Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2770

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang memerlukan penanganan cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penerapan Australasian Triage Scale (ATS) menjadi salah satu sistem triase yang berperan dalam menentukan prioritas berdasarkan tingkat pelayanan kegawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komponen penilaian Australasia Triage Scale (ATS) dengan hasil klinis dan lama waktu tunggu pasien kardiovaskular berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan desain literatur review dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci terkait ATS, penyakit kardiovaskular, hasil klinis, waktu tunggu, dan Instalasi Gawat Darurat. Artikel yang diterbitkan pada periode 2022–2026 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi syarat untuk dijelaskan secara deskriptif naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa komponen penilaian ATS yang meliputi penentuan tingkat urgensi berdasarkan kondisi klinis dan parameter fisiologis berhubungan dengan ketepatan prioritas pelayanan, percepatan waktu respon , serta penurunan lama waktu tunggu. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi ATS, efektivitasnya dipengaruhi oleh sumber daya dan sistem pelayanan. Disimpulkan bahwa komponen penilaian Australasia Triage Scale memiliki hubungan dengan hasil klinis dan lama waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat. Penerapan ATS yang tepat berpotensi meningkatkan melindungi prioritas pelayanan, mempercepat respon klinis, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan.