Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Perasan Labu Siam (Sechium Edule) sebagai Terapi Komplementer dalam Asuhan Keperawatan Komunitas pada Ny. T Penderita Hipertensi Sutisna, M Iqbal; Luis, Unike Natasya; Erniansyah, Nidzar; Anisa, Sheila Nurul; Syakira, Diva Febriany; Hardianti, Rani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3856

Abstract

Hipertensi menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat Indonesia dengan prevalensi mencapai 28,4% pada usia produktif menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023. Tingkat tertinggi ditemukan di Jawa Barat sebesar 32,6%. Terapi menggunakan obat menghadapi masalah kepatuhan rendah dan efek samping yang muncul. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mencari terapi nonfarmakologis berbasis bahan alami. Perasan labu siam menawarkan solusi alternatif yang efektif dan terjangkau. Pengabdian ini menganalisis peran perasan labu siam sebagai terapi hipertensi nonfarmakologis. Hasilnya mendukung pendekatan asuha keperawatan berbasis bukti dalam komunitas. Metode pengabdian menggunakan quasi-eksperimental deskriptif. Peneliti memberikan asuhan keperawatan lengkap pada Ny.T di Bojongsoang menggunakan teknik total sampling, Bandung pada tanggal 27 hingga 29 Desember 2025, intervensi terdiri dari pemberian perasan labu siam 200cc sehari selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 150/80 mmHg menjadi 115/75 mmHg. Perasan labu siam terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terapi perasan labu siam (Sechium edule) ini diberikan sebanyak 200 cc/hari selama 3 hari pada pasien hipertensi. Prosedur mencakup persiapan alat dan bahan, pengukuran tekanan darah awal, pemrosesan labu siam (pencucian, pemotongan, perasan), pemberian jus, serta evaluasi 2 jam pasca-intervensi melalui pengukuran ulang dan demonstrasi mandiri pasien sesuai asuhan keperawatan komunitas.
Edukasi Visual Interaktif untuk Pencegahan Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Cimahi Nursifa, Wulan; Sutisna, M Iqbal; Purwanti, Tentry Fuji; Manalu, Lisbet Octavia; Ratih , I Gusti Ayu; Fajriani, Rifa Nurul; Mutmainah, Dalfa; Sofiah, Siti; Fasya, Salsa Manda Aulia; Pahlevi, Mohamad Ihsan; Ramadhani, Reva Oktavia; Aline, Damara Oktavia; Mayda, Chalisa Putri; Alfarizki, Maritha Aurin; Ramadani, Amanda Nabillatussahara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di kalangan remaja usia sekolah. Tingkat pernikahan dini yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rendahnya pengetahuan tentang kesehatan Reproduksi, tekanan sosial dan budaya, serta kurangnya pemahaman di kalangan remaja tentang dampak jangka panjang pernikahan di usia muda. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cimahi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa tentang pencegahan pernikahan dini dan pentingnya kesiapan usia, pendidikan, dan perencanaan masa depan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui sosialisasi interaktif dan kegiatan konseling, menggunakan media presentasi dan brosur, serta penilaian pra-tes dan pasca-tes untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang definisi pernikahan dini, penyebabnya, dampak fisik, mental, dan sosialnya, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja. Selain itu, para siswa menunjukkan sikap yang lebih dewasa terhadap pernikahan dan lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan mereka. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk melindungi kesehatan remaja dan mencegah pernikahan dini, sehingga mendukung pengembangan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.