Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Pelajar SMA Mengenai Permasalahan Kota dan Preferensi Pembangunan Kota Bekasi Yahya, Wisely; Situmorang, Rahel; Luru, Marselinus Nirwan; Setya Putri, Arina Marta; Danniswari, Dibyanti; Siswanto, Aji Nugra; Supriatna, Yayat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7518

Abstract

Partisipasi generasi muda merupakan hal penting dalam perencanaan dan pembangunan kota saat ini dan masa depan. Namun, generasi muda cenderung terpinggirkan dari proses tersebut karena keterbatasan informasi, minat, dan pengetahuan mengenai penerapan ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) mengenai keilmuan PWK, (2) mendorong agar mampu mengidentifikasi permasalahan kota, serta (3) mendorong agar mampu mengidentifikasi kebutuhan/preferensi mengenai pembangunan kota. Penyuluhan dilaksanakan di SMA Islam PB Soedirman 1 Bekasi dengan melibatkan 48 pelajar sebagai peserta. Evaluasi diukur melalui kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan dengan Uji McNemar secara berpasangan melalui software SPSS. Hasil penyuluhan terbukti signifikan (p<0,05) dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai definisi perencanaan, lingkup keilmuan PWK dan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan kota. Peserta juga dapat mengidentifikasi permasalahan Kota Bekasi seperti banjir, polusi udara, limbah cair dan padat, serta kemacetan. Peserta menyampaikan kebutuhan/preferensi mengenai pentingnya ketersediaan ruang publik interaktif serta transportasi umum memadai di Kota Bekasi.
Kajian Daya Serap Ruang Terbuka Hijau Koridor Jalan Tol Jagorawi dalam Menurunkan Emisi CO2 dari Kendaraan Yahya, Wisely; Sitawati, Anita; Fitri, Rini; Andajani, Rezkia Dewi; Siswanto, Aji Nugra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.93910.1-13

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi ekologis untuk menangkap karbon dioksida (CO2) melalui penyerapan alami oleh vegetasi. Namun, perencanaan lanskap jalan tol di Indonesia masih menekankan aspek ekonomi terkait efisiensi biaya pembangunan dan pemeliharaan jalan tol. Aspek konservasi lingkungan dan ekosistem diperlukan dalam pengembangan RTH, diantaranya dalam hal menyerap emisi CO2. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan RTH dalam menyerap emisi karbon (CO2) dari kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi jenis dan jumlah vegetasi eksisting pada koridor Jalan Tol Jagorawi dan data rata-rata lalu lintas harian kendaraan yang melintas pada Jalan Tol Jagorawi. Data sekunder digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik wilayah penelitian. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan perhitungan emisi dari kendaraan bermotor serta daya serap CO2 dari berbagai jenis vegetasi. Pada wilayah penelitian saat ini terdapat 9.590 vegetasi dari 24 spesies, sehingga total CO2 yang diserap oleh vegetasi pada wilayah penelitian mencapai 56.393,397 kg/hari. Total emisi CO2 yang dihasilkan dari 235.328 kendaraan yang melintasi wilayah penelitian mencapai 416.435 kg/hari. Dibandingkan dengan total emisi CO2 kendaraan yang melintasi area penelitian, RTH pada koridor Jalan Tol Jagorawi saat ini hanya menyerap 13,54% dari total emisi kendaraan bermotor. Penelitian ini mengindikasikan belum optimalnya RTH eksisting pada Jalan Tol Jagorawi dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan RTH pada koridor jalan tol yang mengedepankan fungsi ekologis sebagai upaya mewujudkan penurunan GRK dari transportasi darat dan berkontribusi pada penurunan GRK nasional.