Andriana Tjitria Widi Wardani Sardjana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Irigasi Hidung terhadap Gejala Bersin pada Rinitis Alergi Fadhila Ramadhani Cahyarini; Andriana Tjitria Widi Wardani Sardjana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1045

Abstract

Rinitis alergi (RA) dengan gejala bersin paroksismal memiliki prevalensi yang cukup tinggi pada dewasa muda, khususnya mahasiswa, dan sering menimbulkan gangguan terhadap produktivitas akademik serta kualitas hidup penderita. Irigasi hidung merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang bersifat aman, murah, dan mudah dilakukan, dengan tujuan membersihkan mediator inflamasi yang berperan dalam timbulnya gejala rinitis alergi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh irigasi hidung terhadap perbaikan gejala bersin pada penderita rinitis alergi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test control group design. Skrining awal dilakukan terhadap 600 mahasiswa menggunakan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR), dan diperoleh 127 mahasiswa (21,1%) yang memenuhi kriteria rinitis alergi. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 56 subjek dipilih dan dibagi secara acak menjadi dua kelompok yang sama besar, yaitu kelompok intervensi (n=28) yang diberikan terapi irigasi hidung dan kelompok kontrol (n=28). Penilaian gejala bersin dilakukan menggunakan kuesioner Rhinitis Control Assessment Test (RCAT). Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 20 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Rerata skor RCAT pasca perlakuan pada kelompok intervensi (23,45) secara bermakna lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (33,55). Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p<0,05, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Dengan demikian, irigasi hidung terbukti efektif dalam memperbaiki gejala bersin pada mahasiswa dengan rinitis alergi dan dapat direkomendasikan sebagai terapi perawatan mandiri untuk mengontrol gejala rinitis alergi.
Pengaruh Irigasi Nasal terhadap Jumlah Eosinofil Mukosa Hidung pada Pasien Rinitis Alergi Arva Suttan Salih Romilian; Andriana Tjitria Widi Wardani Sardjana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1059

Abstract

Rinitis alergi dapat mengakibatkan ekstravasasi eosinofil ke saluran pernafasan yang mengakibatkan terjadinya remodelling jaringan yang merusak fungsinya. Terapi farmakologi untuk pasien rinitis alergi adalah menggunakan antihistamin. Dibutuhkan terapi komplementer seperti irigasi nasal untuk meningkatkan kualitas hidup penderita rinitis alergi. Tetapi, masih sedikit penelitian yang meneliti pengaruh irigasi nasal sebagai terapi komplementer pada pasien rinitis alergi, khususnya terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Kelompok intervensi terdiri dari 15 responden melakukan irigasi nasal 3 kali sehari selama 14 hari dan diberikan antihismain. Sedangkan, kelompok kontrol 15 responden hanya diberikan antihistamin untuk 14 hari. Data hasil dianalisis menggunakan SPSS. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk dan homogenitas menggunakan Levene. Didapatkan data tidak normal dan tidak homogen. Selanjutnya uji bivariat menggunakan non-parametrik Mann Whitney menunjukkan nilai p 0,016 (p<0,05) yang artinya irigasi nasal berpengaruh menurunkan jumlah eosinofil mukosa hidung pasien rinitis alergi. Perbandingan median kelompok intervensi dan kontrol adalah sama. Dari hasil penelitian ini disimpulkan penggunaan irigasi nasal sebagai terapi komplementer antihistamin dengan durasi 2 minggu memiliki pengaruh terhadap jumlah eosinofil mukosa hidung pada pasien rinitis alergi.
Pengaruh Irigasi Nasal terhadap Derajat Hidung Tersumbat pada Penderita Rinitis Alergi Studi Eksperimental terhadap Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung 2022–2024 Viona Divanny Aisya Arrasyid; Andriana Tjitria Widi Wardani Sardjana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1097

Abstract

Rinitis alergi merupakan peradangan kronis pada mukosa hidung yang sering menurunkan kualitas hidup, terutama akibat gejala hidung tersumbat yang banyak dialami oleh usia produktif seperti mahasiswa. Irigasi nasal direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis untuk membantu mengurangi gejala tersebut, namun bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh irigasi nasal terhadap derajat hidung tersumbat pada penderita rinitis alergi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post-test control group design. Subjek penelitian terdiri dari 56 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung angkatan 2022 hingga 2024 yang terdiagnosis rinitis alergi berdasarkan kuesioner Score for Allergic Rhinitis. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang memperoleh irigasi nasal menggunakan larutan NaCl 0,9 persen selama 14 hari dan kelompok kontrol tanpa irigasi nasal. Kedua kelompok tetap mendapatkan terapi antihistamin oral cetirizine. Derajat hidung tersumbat dinilai secara subjektif menggunakan kuesioner Nasal Obstruction Symptom Evaluation setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata derajat hidung tersumbat pada kedua kelompok berada pada kategori ringan dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai p sebesar 0,692. Disimpulkan bahwa irigasi nasal tidak terbukti berpengaruh terhadap derajat hidung tersumbat pada mahasiswa penderita rinitis alergi.