Keberadaan masyarakat Hindu di daerah transmigrasi memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya dan keagamaan, khususnya terkait ketersediaan sarana upacara tradisional. Salah satu elemen penting dalam ritual keagamaan Hindu adalah klangsah, yaitu anyaman daun kelapa yang digunakan dalam berbagai kegiatan upacara keagamaan dan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Kanar, Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan klangsah sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi budaya, pelatihan partisipatif, serta pendampingan praktik pembuatan klangsah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap makna filosofis klangsah serta meningkatnya keterampilan teknis dalam pembuatannya. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya masyarakat Hindu di daerah transmigrasi sekaligus mendukung keberlanjutan praktik keagamaan berbasis kearifan lokal.