Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM MENGEMBANGKAN PUBLIC SPEAKING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMUNIKASI HINDU Diantari, Ni Made Diantari; I Wayan Astraguna
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i4.1866

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bahwa sejumlah besar mahasiswa masih mengalami kecemasan dan kurangnya rasa percaya diri ketika harus berbicara di hadapan publik, sehingga menghambat efektivitas komunikasi mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis peran psikologi komunikasi dalam mengembangkan teknik public speaking pada mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Hindu di Institut Agama Hindu Negeri. Penelitian ini didukung oleh teori self-efficacy Bandura, yang menekankan pentingnya keyakinan diri sebagai faktor utama yang memengaruhi perilaku dan pencapaian diri, serta komunikasi sebagai alat interaksi sosial dalam membangun kepercayaan diri. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 15 mahasiswa dijadikan informan penelitian yang dipilih secara purposive, yakni hanya individu tertentu yang memenuhi kriteria sesuai kebutuhan penelitian yang dilibatkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan cara mereduksi, mengkategorikan, serta menyimpulkan data sesuai topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan rutin, dukungan sosial, observasi terhadap pembicara lain, dan pengelolaan kondisi psikologis merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dan memperkuat relevansi teori self-efficacy. Simpulan utama penelitian ini adalah psikologi komunikasi berperan penting dalam membantu mahasiswa mengatasi kecemasan dan membangun kepercayaan diri, sehingga mereka dapat tampil lebih percaya diri di hadapan publik. Aspek baru dari penelitian ini adalah penekanan pada integrasi pendekatan psikologis dalam pelatihan komunikasi di lingkungan kampus.
Pelestarian Budaya Lokal melalui Pembuatan Klangsah pada Masyarakat Hindu Kabupaten Sumbawa I Made Ngurah Oka Mahardika; Ni Nyoman Harnika; I Wayan Astraguna; Edy Chandra; Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi; I Komang Widya Purnama Yasa; I Gede Bayu Wijaya
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan masyarakat Hindu di daerah transmigrasi memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya dan keagamaan, khususnya terkait ketersediaan sarana upacara tradisional. Salah satu elemen penting dalam ritual keagamaan Hindu adalah klangsah, yaitu anyaman daun kelapa yang digunakan dalam berbagai kegiatan upacara keagamaan dan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Kanar, Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan klangsah sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi budaya, pelatihan partisipatif, serta pendampingan praktik pembuatan klangsah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap makna filosofis klangsah serta meningkatnya keterampilan teknis dalam pembuatannya. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya masyarakat Hindu di daerah transmigrasi sekaligus mendukung keberlanjutan praktik keagamaan berbasis kearifan lokal.
Bhrunaha dan Krisis Kesadaran Moral dalam Perspektif Hindu I Wayan Astraguna
Widya Katambung Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Widya Katambung: Filsafat Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/wk.v17i1.1932

Abstract

Bhrunaha, or abortion, in Hindu teachings is regarded not merely as a moral violation, but as a reflection of a crisis of moral consciousness in modern human life. This study aims to examine the phenomenon of bhrunaha from the perspective of Hindu philosophy through ontological, epistemological, and axiological dimensions. The research employs a qualitative method using a library research approach with descriptive-interpretative analysis. Data sources were obtained from Hindu philosophical texts, scholarly literature, and relevant social and psychological theories, including social construction theory, symbolic interactionism, and desire theory. The findings reveal that ontologically, life in Hindu teachings is understood to exist since conception, making bhrunaha a violation of the sacred essence of life. Epistemologically, the weakening of moral consciousness is influenced by permissive social constructions and shifts in the meaning of sexuality within modern social interactions. Meanwhile, axiologically, the phenomenon reflects a transformation of values from sacred orientations toward pragmatic considerations, where moral decisions are often shaped by social pressure, fear, and the domination of desire. The integration of these theoretical perspectives demonstrates that bhrunaha cannot be understood solely as an individual moral issue, but also as the result of interactions between social reality, symbolic meaning, and psychological impulses in modern society. This study concludes that the phenomenon of bhrunaha reflects a crisis of moral consciousness in which dharma no longer functions as the primary foundation in human moral decision-making.
CULINARY ECHOES OF LOMBOK: NARASI RASA DALAM JEJARING SOSIAL I Wayan Astraguna; Komang Reza Kartika; I Made Ngurah Oka Mahardika
Paryaṭaka Jurnal Pariwisata Budaya dan Keagamaan Vol 4 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Puda Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/pyt.v4i1.2780

Abstract

This study aims to explore in depth how the narrative and representation of Lombok’s traditional cuisine are constructed and disseminated through social media, while also evaluating the effectiveness of digital media as a promotional strategy for regional tourism development. The research is grounded in the fact that, despite Lombok’s abundant natural resources and strong tourism potential, the sector has yet to become a primary economic driver. Similarly, local culinary heritage—which holds substantial appeal for tourists—has not been strategically leveraged by formal institutions through digital platforms. Adopting a descriptive qualitative approach, data collection was carried out through digital observation, in-depth interviews, and documentation of social media content. Informants were selected using purposive sampling based on their active engagement in producing Lombok culinary content and their involvement in digital tourism promotion. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Lombok culinary content circulating on social media predominantly features iconic dishes such as ayam taliwang, plecing kangkung, and sate rembiga. Most widely shared content is created by non-formal actors, including food vloggers and individual travelers, while contributions from formal stakeholders remain minimal. This study, therefore, recommends the need for cross-sector collaboration to maximize the role of social media in enhancing culinary promotion and strengthening Lombok’s tourism image.
KONTRUKSI CITRA DESTINASI MELALUI KOMUNIKASI PARIWISATA: PENDEKATAN HOLISTIK TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA DANAU MATANO DI KABUPATEN LUWU TIMUR I Wayan Astraguna
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acc
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v6i2.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya kontruksi citra destinasi wisata melaluji komunikasi pemasaran pariwisata sebagai upaya pendekatan holistik terhadap pengembangan wisata danau Matano di Kabupaten Luwu Timur. penelitian ini berupaya untuk mengetahui pentingnya citra destinasi wisata danau Matano dalam kajian komunikasi pariwasata, apa pendekatan holsitik dalam komunikasi pariwisata danau Matano serta bagaimana upaya konkrit pengembangan wisata danau Matano. Penelitian ini di desain dengan pendekatan analisis kualitatif dimana peneliti sebagai instrument utama, data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokujmjentasi dan di analisis dengan Teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang maksimalnya pengelolaan wisata danau Matano di karenakan kurang menyadari pentingnya citra destinasi dalam komunikasi pawriwisata. Pendekatan holsitik hendaknyha dilakukan dengan beberapa strategi yaitu 1) Peningkatan perhatian pihak terkait tentang destinasi wisata danau Matano, 2) promosi digital dan branding, 3) keterlibatan masyarakat lokal, dan 4) pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Serta upaya konkrit dapat dilakuka dengan berbagai hal antara lain : 1) penyediaan wisata edukasi, 2) pelaksanaan event tahunan, 3) pemanfaatan ekowisata dan wisata petualang. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi peneliti lain yang ingin mengkaji lebih jauh tentang objek penelitian yang sama. Penelitian ini juga mendorong peneliti lain untuk mengkaji tentang pengembangan wisata danau Matano dari keilmuan yang berbeda.
KONVERGENSI SIMBOLIK SEBAGAI BASIS INTEGRASI SOSIAL KOMUNITAS HINDU-BALI DI DAERAH TRANSMIGRASI I Wayan Astraguna; I Nengah Alit Nuriawan; Komang Reza Kartika
Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sadharananikarana.v8i1.3945

Abstract

This research is based on the social reality of the Balinese Hindu community in the transmigration area of ​​East Luwu Regency, which, despite its diverse internal backgrounds, is able to build relatively harmonious social relations. Previous studies have primarily viewed integration as a result of structural adaptation or intercultural interaction, while the dimension of shared meaning-making in group communication has received less attention. Therefore, this research aims to examine the process of symbolic convergence in group communication and its relationship to the formation of social integration. The approach used was qualitative with a communication ethnography design. Data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and documentation of purposively selected community members. Analysis was conducted in stages, exploring fantasy themes, key symbols, collective narratives, and social cohesion as manifestations of symbolic convergence. The findings indicate that symbolic convergence develops through four stages: the emergence of fantasy themes based on shared experiences, the use of symbols to unify meaning, the formation of collective narratives, and the emergence of social cohesion. This confirms that social integration is the result of an ongoing communicative process. This study strengthens the relevance of symbolic convergence theory in the local context and emphasizes the importance of group communication spaces in building social harmony.