p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRI-SOSIOEKONOMI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGRI-SOSIOEKONOMI

Perbandingan Pendapatan Usahatani Kentang Menggunakan Pupuk Organik Kohe Sapi dan Pupuk Kohe Ayam Di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Tumipa, Ebenhaezer; Waney, Nordy Fristgerald Lucky; Montolalu, Maya Hendrietta
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan usahatani kentang antara petani yang menggunakan pupuk organik kohe sapi dan yang menggunakan pupuk kohe ayam di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, terdiri dari 5 petani pengguna pupuk kohe sapi dan 15 petani pengguna pupuk kohe ayam dan diambil secara keseluruhan yang menggunakan bibit super jhon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usahatani kentang per hektare pada petani pengguna pupuk kohe sapi adalah sebesar Rp35.315.540, sedangkan pada petani pupuk kohe ayam sebesar Rp35.807.819. Sementara itu, penerimaan rata-rata yang diperoleh petani pengguna pupuk kohe sapi mencapai Rp216.300.000, lebih tinggi dibandingkan dengan petani pupuk kohe ayam sebesar Rp116.900.000. Dengan demikian, pendapatan bersih yang diperoleh petani kohe sapi adalah Rp180.984.460 per hektare, sedangkan petani kohe ayam hanya memperoleh Rp81.092.181 per hektare. Hasil uji t (Welch’s t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan kedua kelompok petani, dengan nilai t hitung 15,36 > t tabel 1,75 dan p-value < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik kohe sapi secara nyata memberikan keuntungan lebih tinggi dan lebih efisien dibandingkan pupuk kohe ayam maka usahatani kentang menggunakan pupuk organik kohe sapi layak untuk diusahakan dan dapat meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Modoinding.
Nilai Tambah (Value Added) Kohe Ayam Menjadi Pupuk Kandang Di PT. Tomohon Apat Masharie Kelurahan Taratara Dua Kota Tomohon Siagian, Ariel Oden; Waney, Nordy Fristgerald Lucky; Kaunang, Rine
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari pengolahan limbah kohe ayam menjadi pupuk kandang di PT. Tomohon Apat Masharie, Kelurahan Taratara Dua, Kota Tomohon. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian proses pengolahan menghasilkan output sebesar 300 kg pupuk kandang dari total input 360 kg limbah kohe ayam dengan rasio konversi sebesar 0,833. Produk akhir dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram. Karena bahan baku utama berupa limbah tidak menimbulkan biaya, maka komponen biaya terbesar berasal dari bahan penolong sebesar Rp1.176,33 per kilogram. Imbalan tenaga kerja diberikan sebesar Rp278 per kilogram (9,3%) sedangkan keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp2.710,33 per kilogram (90,7%). Hasil studi menunjukan bahwa pengolahan limbah kohe ayam menjadi pupuk kandang tidak hanya bernilai ekonomis tinggi tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi alternatif dalam pengelolaan limbah berbasis pertanian berkelanjutan oleh karena itu, implementasi metode ini dinilai layak untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas di sektor agrikultur.
Kontribusi Pendapatan Pedagang Wanita Terhadap Pendapatan Keluarga Di Pasar Bersehati Kota Manado Popo, Karliani Rosalina; Montolalu, Maya Hendrietta; Waney, Nordy Fristgerald Lucky
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan wanita pedagang dari komoditas kangkung, sawi putih, pisang dan cabe rawit terhadap pendapatan keluarga. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dan dokumentasi, dengan analisis perbandingan antara pendapatan istri terhadap total pendapatan keluarga, yang terdiri dari pendapatan istri, suami, dan anak. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan populasi seluruh wanita pedagang kangkung, sawi putih, pisang dan cabe rawit yang sudah berkeluarga dan memiliki lapak di Pasar Bersehati Manado berjumlah 124 orang dengan menggunakan rumus Slovin sehingga sampel 21 pedagang wanita. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan wanita paling tinggi berasal dari pedagang kangkung 47,62% dan cabe rawit 21,33%, sedangkan kontribusi dari pedagang sawi putih dan pisang tergolong rendah, masing-masing 6,71% dan 6,32%. Hal ini menunjukkan bahwa wanita pedagang memiliki peran nyata dalam ekonomi keluarga, meskipun besarnya kontribusi sangat tergantung pada jenis komoditas yang dijual.
Analisis Kemandirian Kelompok Tani Peserta Upland Project Di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Komaling, Brooklyn Kairupan; Waney, Nordy Fristgerald Lucky; Memah, Melsje Yellie
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang dikumpulkan data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung dilapangan melalui wawancara dengan anggota kelompok tani yang ada di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan populasi kelompok tani yang menjadi yaitu sebanyak 13 kelompok tani. Setiap kelompok diwakili oleh empat orang pengurus inti Ketua, Sekretaris, Bendahara dan satu orang anggota, sehingga jumlah sampel per kelompok sebanyak 4 orang dengan total yaitu 52 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan tergolong dalam kategori kurang mandiri, dengan nilai rata-rata sebesar 81,41%. Tiga aspek yang berada pada kategori mandiri adalah organisasi, kepemimpinan, dan kegiatan usaha. Aspek partisipasi berada pada kategori kurang mandiri, sedangkan aspek perencanaan, administrasi, dan kemitraan tergolong tidak mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kelompok tani sudah memiliki struktur organisasi dan kepemimpinan yang baik serta mampu menjalankan kegiatan usaha secara mandiri, mereka masih mengalami hambatan dalam menyusun rencana kerja, melakukan pencatatan administrasi, serta menjalin kemitraan yang luas.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Nilam Menjadi Minyak Nilam Di Desa Lowian Satu Kecamatan Maesaan Repi, Fridelio Amadeo; Lolowang, Tommy Ferdy; Waney, Nordy Fristgerald Lucky
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan nilam menjadi minyak nilam di Desa Lowian Satu, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling atau sampel jenuh yang diambil sebanyak jumlah populasi pemilik usaha penyulingan minyak nilam yaitu sebanyak 4 responden. Metode analisis data menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penyulingan minyak nilam layak secara finansial. Nilai NPV menunjukkan angka positif, IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto (10%), payback period kurang dari umur proyek (5 tahun), dan nilai BCR lebih dari 1. Biaya investasi awal rata-rata sebesar Rp120.000.000, sedangkan pendapatan bersih tahunan (net cash flow) mencapai Rp350.400.000. Usaha ini juga membuka peluang pendapatan tambahan melalui penyewaan alat suling dan keuntungan dari penjualan hasil olahan. Dengan demikian, usaha pengolahan nilam menjadi minyak nilam di Desa Lowian Satu dinilai layak untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan agroindustri lokal.
Analisis Resiko Usahatani Kentang Di Desa Bongkudai Timur Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Nangoi, Arselia Angelica; Waney, Nordy Fristgerald Lucky; Rumagit, Grace Adonia Josefina
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiko usahatani kentang di Desa Bongkudai Timur, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 14 petani yang mengusahakan tanaman kentang pada musim tanam bulan September s.d Desember tahun 2024. Metode analisis data menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian ada empat jenis resiko yang terdiri atas sembilan indikator yang diteliti. Resiko yang mempunyai dampak kerusakan (severity) paling parah adalah resiko iklim dan cuaca, dan resiko serangan hama penyakit. Resiko yang paling sering terjadi (frequency) adalah serangan hama dan penyakit. Resiko yang paling bisa terdeteksi kemungkinannya (probability) adalah resiko iklim dan cuaca serta serangan hama dan penyakit. Keduanya sama-sama berkemungkinan besar untuk bisa terdeteksi. Ada dua potensi kegagalan yang menjadi prioritas resiko, yaitu iklim dan cuaca, dan serangan hama penyakit. Penilaian berdasarkan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) menunjukkan petani kurang maksimal dalam mengupayakan penanganan resiko yang terjadi pada usahatani kentang sehingga identifikasi, evaluasi dan penerapan strategi mitigasi resiko sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan profitabilitas usahatani kentang. Dengan demikian petani dapat meningkatkan ketahanan usahataninya, mengurangi kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungan.