Darul Ihsan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kehidupan Sosial dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bagus Jamroji; Darul Ihsan; Ibnu Abbas
PARADIGMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2026): MEI
Publisher : Educational Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/d4ytsc23

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of social life in the development of science and technology (IPTEK) through a descriptive qualitative approach based on library research. The advancement of science and technology cannot be separated from its social context, as technological innovation emerges in response to societal needs, values, and structural transformations. Data were collected through documentation techniques from relevant scholarly sources and analyzed using thematic analysis to identify patterns and relationships between social change and technological development. The findings reveal that social life serves both as a foundation and a driving force in shaping the direction of scientific and technological innovation. Conversely, technological advancement significantly transforms social interaction patterns, communication systems, and societal structures in contemporary communities. While these transformations enhance efficiency and expand access to information, they also introduce ethical and social challenges, including value shifts, digital inequality, and increasing individualism. Therefore, the development of science and technology should be guided by a humanistic and value-based approach to ensure that innovation strengthens social cohesion and supports sustainable development. This study highlights the importance of integrating digital literacy, ethical awareness, and social responsibility into technological advancement processes in order to maintain a balance between technological progress and the quality of social life.
Prinsip Tauhid Sebagai Landasan Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Kurikulum Fatoni Aziz; Darul Ihsan; Abbas, Ibnu Abbas; Sabaruddin Ado; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13020

Abstract

Penelitian ini didasari oleh sebuah renungan diagnostik atas krisis ontologis dalam pendidikan Islam modern, di mana dikotomi antara ilmu agama dan sains telah menyebabkan ilmu kehilangan jiwa spiritualnya dan berorientasi pada sekularisasi yang tidak utuh. Dengan mengadopsi pendekatan kajian pustaka kualitatif menelusuri gema pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan narasi kontemporer studi ini bertujuan untuk menegaskan kembali hakikat Tauhid sebagai fondasi filosofis dan epistemologis yang menautkan wahyu dan akal dalam satu kesatuan makna yang otentik (unity of knowledge). Hasilnya menunjukkan bahwa Tauhid bukan sekadar teori, melainkan sebuah kompas etis yang mengarahkan seluruh kurikulum pada tujuan aksiologis tertinggi: pembentukan Insan Kamil yang beriman, berilmu, dan beradab. Kesatuan ini menjadi perangkat spiritual yang esensial, memungkinkan peserta didik untuk tetap waspada dan berpihak pada kemaslahatan di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sehingga ilmu dan teknologi tidak menjadi alat dehumanisasi, melainkan sarana untuk meraih ridha Ilahi.