Ziaul Rahman Baihaqi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GERAKAN JAMAAH DAN DAKWAH JAMAAH MUHAMMADIYAH: REKONTEKSTUALISASI TARJIH DALAM PENGUATAN KEBERAGAMAAN MASYARAKAT LOKAL Imam Sholihin; Bagus Jamroji; Lina Alfiah; Suwadi Pranoto; Ziaul Rahman Baihaqi
PARADIGMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2026): MEI
Publisher : Educational Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/as5ykb51

Abstract

This study examines the role of gerakan jamaah and dakwah jamaah implemented by Muhammadiyah as a medium for recontextualizing tarjih thought in strengthening local religious life. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the research draws on data collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving Muhammadiyah activists, preachers, and community members. The findings reveal that community-based da‘wah enables the contextual internalization of normative Islamic values through participatory and dialogical engagement, fostering both individual piety and social religiosity. Furthermore, the study demonstrates that the integration of tarjih methodology with dakwah jamaah facilitates a dynamic interaction between religious normativity and local socio-cultural realities without altering the substantive principles of Islamic teachings. Despite facing challenges such as diverse religious traditions and limited human resources, dakwah jamaah proves effective in promoting moderate, inclusive, and progressive religiosity. This research contributes to the discourse on Al-Islam and Muhammadiyah studies by highlighting the strategic significance of community-based da‘wah in addressing contemporary religious challenges at the local level.
Studi Peran Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan Pertama dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Lina Alfiah; M.Azhari Rasyid; Ziaul Rahman Baihaqi; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13085

Abstract

Keluarga saat ini menghadapi krisis fungsi edukatif akibat dominasi modernitas dan teknologi, yang berimplikasi pada munculnya krisis moral dan degradasi karakter di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menelaah secara filosofis peran tak tergantikan keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif Filsafat Pendidikan Islam (FPI), serta implikasinya terhadap pembentukan manusia yang bermoral, rasional, dan berkarakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder FPI, melibatkan pandangan dari filsuf klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali, hingga tokoh kontemporer seperti Al-Attas dan Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam FPI bersifat aksio-ontologis. Secara ontologis, keluarga adalah lokus fundamental tempat fitrah anak dijaga dan diarahkan, menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari tatanan tauhid. Secara aksiologis, keluarga adalah arena utama penanaman akhlak karimah melalui ta’dib dan keteladanan (uswah), yang bertujuan membentuk insan kamil dan mencapai sa‘adah (kebahagiaan hakiki). Kesimpulan singkatnya, penguatan peran keluarga merupakan solusi teologis dan pedagogis untuk melawan arus sekularisasi nilai, memastikan Pendidikan Karakter memiliki fondasi spiritual yang kokoh, dan menjamin keberlanjutan peradaban yang beradab.