Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PRAKTEK PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SIBULELE MUARA KECAMATAN BATANG ANGKOLA, TAPANULI SELATAN Friska, Meiliana; Hardianti Wahyuni, Siti; Nasution, Jumaria; Handayani, Surya; Harahap, Parmanoan
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i2.10409

Abstract

Desa Sibulele Muara berada di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan luas wilayah ± 500000 m2. Sampah rumah tangga organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). upuk organik cair merupakan larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan dan sebagainya. Pupuk cair mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan tanaman. Unsur hara tersebut terdiri dari unsur nitrogen (N) untuk pertumbuhan tunas, batang, dan daun, unsur fosfor (P) berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, buah, dan biji, unsur kalium (K) meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Kegiatan ini disosialisasi kepada Perangkat Desa, masyarakat, dan mahasiswa peserta KKL-UGN Padangsidimpuan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan dan pengolahan sampah rumah tangga organik dengan metose yang sederhana yaitu menggunakan ember. Diharapkan dari hasil yang diperoleh yaitu pupuk organik cair dapat dimanfaatkan pada tanaman pertanian di Desa Sibulele Muara.
PENGARUH DOSIS APLIKASI BEAUVERIA BASSIANA (BALS.) TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI HYPOTHENEMUS HAMPEII Wahyuni, Siti Hardianti; Friska, Meiliana; Harahap, Parmanoan; Handayani, Surya
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i1.4659

Abstract

Hypothenemus hampeii merupakan serangga penggerek biji yang dapat menurunkan produktivitas 40-50% kopi. Salah satu upaya untuk menekan populasi H. hampeii yaitu dengan aplikasi spora kapang Beauveria bassiana yang bersifat entomopatogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa dosis B. bassiana terhadap serangan hama H. hampeii pada buah kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama terdiri dari 5 taraf berupa dosis B. bassiana yang terdiri dari 5 taraf yaitu B0: tanpa perlakuan, B1: aplikasi B. bassiana 0,1 gr/tanaman, B2: aplikasi B. bassiana 0,2 g/tanaman, B3: aplikasi B. bassiana 0,3 gr/tanaman, B4: aplikasi B. bassiana 0,4 gr/tanaman. Faktor kedua yaitu waktu aplikasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu W1: aplikasi 6 mingu sekali dan W2: aplikasi 3 minggu sekali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan pemberian B. bassiana 0,4 gr/tanaman dengan aplikasi 3 minggu sekali merupakan perlakuan yang efektif untuk menekan serangan H. hampeii. Serangan dapat ditekan sebesar 94,5%.
APLIKASI JAMUR BEAUVERIA BASSIANA DALAM MENGURANGI SERANGAN SPODOPTERA LITURA PADA TANAMAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) Friska, Meiliana; Wahyuni, Siti Hardianti; Nasution, Jumaria; Harahap, Parmanoan; Yanty, Dini Puspita
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1 No 2 (2023): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v1i2.3499

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) adalah sayuran yang banyak memberikan keuntungan dan manfaat karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kebutuhan konsumsi bawang putih semakin meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, namun peningkatan ini belum diimbangi oleh peningkatan produksi karena banyak kendala antara lain serangan organisme pengganggu tanaman. Penggunaan entomopatogen sebagai agens pengendali hayati merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak negatif bahan kimia terhadap lingkungan. Agens hayati tersebut meliputi organisme yang bersifat predator, parasit, parasitoid, dan patogen. Beberapa organisme yang dapat bertindak sebagai agens hayati meliputi hewan vertebrata, nematoda, serangga, virus, bakteri, dan jamur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan masing-masing perlakuan B0 (0 gr Beauveria bassiana), B1 (3 gr Beauveria bassiana /L air), B2 (6 gr Beauveria bassiana /L air), B3 (9 gr Beauveria bassiana /L air), dan B4 (12 gr Beauveria bassiana /L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Beauveria bassiana menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap persentase serangan seranga yaitu 0,06% dan intensitas serangan yaitu 0,03%. Perlakuan terbaik terdapat pada B4 (12 gr B.bassiana/L air). Kata Kunci: Bawang putih, Beuveria bassiana, Spodoptera litura
ANALISA STATUS KESEJAHTERAAN HEWAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Siregar, Dewi Dia; Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Laia, Nursanti; Nikmatia, Ulfa; Harahap, Parmanoan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan status kesejahteraan hewan pada ternak sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui aspek kesejahteraan hewan yang kurang/tidak diterapkan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan menggunakan survey. Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif dengan menghitung persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan belum sepenuhnya dipenuhi oleh peternak sapi yang bersangkutan. Tolak ukur dan komponen yang tidak sesuai dalam penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu pada tolak ukur sakit, kesakitan, dan penyakit” yakni pada komponen seleksi genetik, euthanasia (otopsi), fasilitas pengobatan, mutilasi serta prosedur veteriner.
ANALISA STATUS KESEJAHTERAAN HEWAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Siregar, Dewi Dia; Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Laia, Nursanti; Nikmatia, Ulfa; Harahap, Parmanoan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan status kesejahteraan hewan pada ternak sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui aspek kesejahteraan hewan yang kurang/tidak diterapkan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan menggunakan survey. Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif dengan menghitung persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan belum sepenuhnya dipenuhi oleh peternak sapi yang bersangkutan. Tolak ukur dan komponen yang tidak sesuai dalam penerapan kesejahteraan hewan pada peternakan sapi di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu pada tolak ukur sakit, kesakitan, dan penyakit” yakni pada komponen seleksi genetik, euthanasia (otopsi), fasilitas pengobatan, mutilasi serta prosedur veteriner.
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SERANGAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L). DI DESA AEK TUHUL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN BATUNADUA Wahyuni, Siti Hardianti; Friska, Meiliana; Nasution, Jumaria; Handayani, Surya; Siregar, Erin Alawiyah; Harahap, Parmanoan; Nasution, Yusriani; Pane, Doharni; Harahap, Darmadi Erwin; Harahap, Basitu Rahmat
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1592

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama penggerek cabang dan batang, insidensi serangan yang berupa data jumlah dan panjang gerekan serta untuk mengetahui ciri-ciri gejala serangan yang ditimbulkan oleh  hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Pengabdian ini dilaksanakan di dua desa di kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yaitu desa Pudun Julu dan Aek Tuhul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sifat deskriptif dengan tehnik pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi. Tehnik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel tanaman dilakukan secara Purposive Sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tiap desa, ditentukan 20 sampel tanaman secara acak dengan demikian total tanaman mangga yang diamati sebanyak 40 tanaman. Parameter yang diamati adalah keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga, insidensi serangan dan gejala serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hama penggerek cabang dan batang tanaman mangga yang tertinggi adalah desa Aek Tuhul , sebanyak 15 (75%) terserang dan 5 (25%) tanaman mangga tidak terserang dan terendah adalah desa Pudun Julu  dengan tanaman mangga yang tidak terserang  13 (65%) dan hanya 7 (35%) terserang.
Penguatan Ketahanan Pangan dengan Sistem Agroforestri di Kabupaten Tapanuli Selatan : Analisis Faktor-Faktor Ekologi dan Ekonomi Harahap, Parmanoan
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.8125

Abstract

Agroforestry is a practice that combines the cultivation of food crops and forests in an integrated system. This method has proven effective in improving food security and environmental sustainability. The aim of this study is to analyze the ecological and economic factors of the community in strengthening food security with an agroforestry system in South Tapanuli Regency. Data collection used a purposive sampling method, based on specific traits and characteristics. Respondents were land managers under forest stands with an agroforestry pattern. The population size was determined using the Slovin formula. The analysis used was descriptive and quantitative. The results showed that agroforestry has an important economic function for the local community. Its primary role is not food production but rather as a source of income and capital. Income from agroforestry generally covers daily needs from the regularly harvested produce. The commodities grown on agroforestry land include corn, cocoa, coffee, snake fruit, oil palm with stands of rubber, sugar palm, and durian. On a land area of two to three hectares, the average yield of corn is 0.9 tons/year, cocoa 1.2 tons/year, coffee 1.08 tons/year, snake fruit 69.6 tons/year, palm oil 11.29 tons/year, palm sugar 0.57 tons/year, rubber 14.64 tons/year, and durian 1,250 fruits/year. Through its ecological function, agroforestry can reduce the rate of surface flow, leaching of soil nutrients and erosion, because the presence of trees prevents these processes from occurring, so that the nutrient content in the soil will be maintained. Keywords: agroforestry, ecology, economics and food security
Dinamika Serangan Hama Utama pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Periode Pra-Produksi Muharram; Parmanoan Harahap; Siti Hardianti Wahyuni
Journal Agro-Livestock Vol. 2 No. 02 (2024): JAL - Oktober
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/qe53vh35

Abstract

This main pest can damage oil palm crops at the unproductive harvest stage (TBM). The purpose of this study is to determine the prevalence of severe pest attacks on non-producing oil palm (TBM) plants. Unproductive crops (TBM) were selected for data collection on the main pest infestation areas. Data from the available regional pest attack observations were obtained by selecting local pest attack data. The observed parameter is the severity of pest attacks in 2022. Observation results show that the rate of rat attacks increases in the dry season, while other pests decrease in the rainy season. From the observation results, it can be concluded that the proportion of damage caused by rats increases in the dry season, while other pests decrease in the rainy season. From June to July, rats (0.35%), horned beetles (0.35%), and yellow beetles (0.15%) were exposed to pests, and from July to August, rats (0.5%) were exposed to horn beetles (0.1%) and beetles. and brown beetles (0.15%). The pest infestation category (rats, horn beetles, and brown beetles) is classified as a light attack.
Penggunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) sebagai Insektisida Nabati terhadap Hama Ulat Daun (Spodoptera litura) pada Sawi Doharni; Parmanoan Harahap; siti Hardianti Wahyuni
Journal Agro-Livestock Vol. 3 No. 01 (2025): JAL - Januari
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/hgdg7e24

Abstract

This study aimed to examine the effect of papaya leaf extract (Carica papaya) in controlling leaf-eating caterpillar pests (Spodoptera litura) on mustard greens (Brassica juncea). The research was conducted in Muara Pertemuan Village, Mandailing Natal Regency, from November 2023 to February 2024. The method used was a Randomized Block Design (RBD) with five treatments and six replications, resulting in a total of 30 experimental units. The treatments consisted of A0 (control), A1 (papaya leaf extract 50 g/L water), A2 (100 g/L water), A3 (150 g/L water), and A4 (200 g/L water). The observed parameters included the number of plants infested by Spodoptera litura, the number of damaged leaves, and plant yield. The results showed that increasing the concentration of papaya leaf extract effectively reduced the number of plants and leaves infested by Spodoptera litura. The highest yield was obtained from the treatment with 200 g/L papaya leaf extract, with an average production of 5700 grams.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Hasil Panen Padi (Oryza sativa L.) Heru Pranoto Simangunsong; Parmanoan Harahap; Meilinan Friska
Journal Agro-Livestock Vol. 3 No. 01 (2025): JAL - Januari
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/nfzg3009

Abstract

Rice plants (Oryza sativa L.) are one of the staple foods for the Indonesian population. The increasing population demands an increase in the availability of rice. The development of the food crop sector, especially rice, is one of the key strategies in driving economic growth. Liquid organic fertilizers have several benefits, including encouraging and increasing the formation of leaf chlorophyll, thereby increasing the photosynthetic ability of plants and the absorption of nitrogen from the air, increasing plant vigor so that plants become sturdy and strong, increasing plant resistance to drought, stimulating the growth of production branches, increasing the formation of flowers and fruit buds, reducing the fall of flowers and fruit buds. The purpose of this study was to determine the effect of providing liquid organic fertilizer on rice plant production. This research was conducted from January 2023 to April 2023 in South Tapanuli Regency. The method in this study was a Non-Factorial Randomized Block Design (RAK) with 4 types of liquid organic fertilizer treatments. The results showed that liquid organic fertilizers did not affect all observation parameters, namely the number of panicles per clump, the number of grains per panicle, the wet weight of the grain and the dry weight of the grain. The best treatment was at U3.