Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Alauddin Makassar Muhammad Yahdi; Andi Achruh; Sitti Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i2.65251

Abstract

Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Asyar, 2011). Belajar menurut pengertian psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut psikologi klasik, hakikat belajar adalah all learning is a prosses of developing or training of mind. Belajar adalah melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Menurut teori mental State, Belajar adalah memperoleh pengetahuan malalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh karena itu latihan memegang peranan penting. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas pendidik akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Kualitas lembaga pendidikan dipandang baik jika kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan atmosfer akademik baik. Mahasiswa akan merasa puas jika kinerja baik, yaitu sesuai yang diharapkan. Tenaga pendidik di perguruan tinggi yaitu dosen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kinerja perguruan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan. Kinerja perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik apabila dosen memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian. Kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. lembaga pendidikan bekerja dengan. Selain kompetensi dosen, kinerja perguruan tinggi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana atau fasilitas yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Asiabaka (2008) mengemukakan bahwa fasilitas belajar memainkan peran penting dalam aktualisasi tujuan dan sasaran pendidikan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional dari staf dan mahasiswa di perguruan tinggi.
Karakter Pendidikan Islam Masa Klasik dan Modern Kajian History Windi Pratiwi Yusdar; Muhammad Yahdi; St. Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan karakteristik pendidikan Islam masa klasik dan modern secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi dan analisis komparatif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik unggul dalam integrasi holistik keilmuan, orientasi pembentukan insan kamil, serta metode pembelajaran yang mendorong tradisi berpikir kritis melalui munadzarah dan rihlah ilmiyyah. Sementara itu, pendidikan Islam modern ditandai oleh semangat reformasi sebagai respons terhadap kolonialisme dan modernitas, dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara lebih sistematis dan terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua periode tersebut bersifat saling melengkapi: nilai-nilai unggul pendidikan klasik perlu menjadi referensi utama, sedangkan capaian pembaruan pendidikan modern perlu terus dikembangkan secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sintesis antara warisan intelektual klasik dan tuntutan pendidikan Islam kontemporer demi terwujudnya generasi Muslim yang beriman, cerdas, dan berdaya saing.