Penelitian ini menganalisis urgensi reorientasi pendidikan nasional di tengah krisis karakter yang diakibatkan oleh reduksi pendidikan menjadi sekadar fungsi ekonomi dan politik. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi visi pembentukan karakter bangsa dengan menelusuri fondasi filosofis dalam konsep Negara Utama (Al-Madīnah al-Fāḍilah) yang diusung oleh Al-Farabi. Melalui metode kualitatif dan pendekatan analisis filosofis, penelitian ini menggali bagaimana Al-Farabi menempatkan pendidikan sebagai jalan tunggal menuju Kebahagiaan Paripurna (Sa‘ādah), bukan hanya sebagai instrumen teknis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan karakter bangsa harus berakar pada hierarki intelektual dan moral, di mana pemimpin pendidikan (al-ra’īs al-awwal) berfungsi sebagai akal (‘aql) yang membimbing warga menuju kesempurnaan. Kesimpulan: Model pendidikan yang otentik menuntut integrasi tujuan etis dan epistemologis Al-Farabi untuk menciptakan warga negara yang tidak hanya fungsional tetapi juga terpadu secara moral dan intelektual, sehingga mampu mewujudkan tatanan sosial yang stabil dan bijaksana