Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGOLAKAN POLITIK ANTARA PEMERINTAH SIPIL DAN TNI AD DI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN SOEKARNO Ilham Galih Pambudi; Octavian Hendra Priyatno; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla
Prabayaksa: Journal of History Education Vol 5, No 2 (2025): Prabayaksa: Journal of History Education (September)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pby.v5i2.16578

Abstract

The army is one of the dimensions of the TNI that is actively involved in civil administration. Disagreements between army leaders and civilian government regarding authority and command have been a persistent source of tension between civil groups and the military. The purpose of this study is to examine: 1) The July 3rd, 1946 Incident, 2) The October 17th, 1952 Incident, and 3) The Charter on the Integrity of the Army. This research employs critical historical methods. The research process begins with topic selection as an initial activity to determine the problem to be examined. The second phase involves collecting sources from archives, newspapers, and books. These sources were obtained from various locations including the National Archives of the Republic of Indonesia, UNY Library, Jogja Library Center, and the National Library. The third phase is verification, also called source criticism, to ensure the validity of the sources. The fourth phase is interpretation, which involves analyzing the sources. The fifth phase is historiography, which presents the research results. This research demonstrates that: (1) The Army (AD) had strong supporting factors for political involvement since the Proclamation of August 17, 1945; (2) The July 3rd, 1946 Incident and the October 17th, 1952 Incident indicate that relations between civilian and military groups were strained; (3) The Army Charter became a symbol of reunification following internal divisions within the Army.
Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Budaya Di Desa Telok Selong Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Octavian Hendra Priyatno; Fitri Mardiani; Wisnu Subroto; Dewicca Fatma Nadilla; Ilham Galih Pambudi; Willy Alfarius
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.123

Abstract

Pelestarian budaya lokal menjadi isu strategis di tengah arus modernisasi yang berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat. Salah satu wujud nyata dari upaya pelestarian tersebut adalah pengenalan rumah adat sebagai simbol nilai, sejarah, dan jati diri bangsa. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar di Desa Telok Selong, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan observasi, penyusunan modul edukasi, pelatihan interaktif, dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi budaya sebesar 54,2% setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis budaya lokal mampu memperkuat kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi edukasi budaya ke dalam kurikulum lokal dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya Banjar.