Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Budaya Di Desa Telok Selong Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Octavian Hendra Priyatno; Fitri Mardiani; Wisnu Subroto; Dewicca Fatma Nadilla; Ilham Galih Pambudi; Willy Alfarius
Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v3i1.123

Abstract

Pelestarian budaya lokal menjadi isu strategis di tengah arus modernisasi yang berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat. Salah satu wujud nyata dari upaya pelestarian tersebut adalah pengenalan rumah adat sebagai simbol nilai, sejarah, dan jati diri bangsa. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada Edukasi Pengenalan Rumah Adat Banjar di Desa Telok Selong, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan observasi, penyusunan modul edukasi, pelatihan interaktif, dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi budaya sebesar 54,2% setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis budaya lokal mampu memperkuat kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi edukasi budaya ke dalam kurikulum lokal dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya Banjar.
Revitalisasi Musik Panting Banjar melalui Workshop Partisipatif bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Banjarmasin Wisnu Subroto; Willy Alfarius; Mansyur Mansyur; Rusdi Effendi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25967

Abstract

Musik panting Banjar merupakan salah satu warisan budaya musikal yang memiliki nilai artistik, sosial, dan identitas lokal yang penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Di tengah arus globalisasi, perubahan selera generasi muda, dan dominasi budaya populer digital, keberlanjutan musik panting menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek regenerasi pelaku dan perluasan ruang belajar bagi kalangan muda. Artikel ini bertujuan menganalisis pentingnya workshop musik panting Banjar sebagai strategi revitalisasi budaya bagi siswa sekolah menengah atas di Banjarmasin, sekaligus mendeskripsikan dokumentasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi proses. Hasil kajian dan dokumentasi menunjukkan bahwa workshop musik panting dapat berfungsi tidak hanya sebagai media transfer keterampilan bermain musik, tetapi juga sebagai ruang pewarisan nilai budaya, pembentukan identitas lokal, penguatan kreativitas, dan pengembangan kompetensi sosial siswa. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa model workshop partisipatif mampu membangun keterlibatan siswa melalui demonstrasi instrumen, diskusi, praktik terbimbing, dan interaksi langsung dengan pegiat seni. Dengan demikian, workshop musik panting bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan strategi kebudayaan yang berorientasi pada keberlanjutan tradisi dalam kehidupan modern.