Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Improving The User Experience of IKD Dukcapil Pemalang: Correlation of Usability, Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Security Dias Annisaa Pangesti; Joko Tri Nugraha; Suci Iriani Sinuraya; Ghaziah Nurika Akhni
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 8 No. 2 (2024): Enhancing Public Service Delivery Through Digital Innovations
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v8i2.1837

Abstract

Pelayanan publik di era digital tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi dan informasi. Seluruh sistem telah didigitalkan untuk memungkinkan integrasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam proses pemerintahan. Salah satu sistem yang sedang berkembang di bidang administrasi kependudukan adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang merupakan salah satu lembaga pelaksana IKD. Meski fitur IKD menawarkan kegunaan, kemudahan, dan keamanan, namun penggunaannya tidak selalu berjalan mulus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi kegunaan yang dirasakan terhadap niat untuk menggunakan ketika dikendalikan oleh persepsi kemudahan penggunaan, hubungan antara persepsi kegunaan yang dirasakan terhadap niat untuk menggunakan ketika dikendalikan oleh keamanan, dan hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap niat untuk menggunakan ketika dikendalikan oleh keamanan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden pengguna IKD. Hasil analisis korelasi parsial didapatkan korelasi kuat sebesar 0,667 antara persepsi kegunaan yang dirasakan terhadap niat untuk menggunakan jika persepsi kemudahan penggunaan terkendali, terdapat korelasi sangat kuat sebesar 0,846 antara persepsi kegunaan yang dirasakan terhadap niat untuk menggunakan jika keamanan terkendali, dan terdapat korelasi kuat sebesar 0,779 antara persepsi kemudahan penggunaan dan niat untuk menggunakan jika keamanan terkendali. Kata kunci: Kegunaan yang dirasakan; Kemudahan pengguna; Keamanan; IKD 
Tantangan dan Peluang Keterwakilan Politik Perempuan di Parlemen (Studi Kasus : DPRD Kabupaten Magelang Periode 2019-2024) Dila Fitria; Suci Iriani Sinuraya; Joko Tri Nugraha
Journal of Public Administration and Local Governance Vol. 9 No. 1 (2025): Strengthening Local Governance: Innovation, Participation, and Accountability
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v9i1.2370

Abstract

Meskipun UU No. 8/2012 dan No. 7/2017 mewajibkan 30% keterwakilan perempuan dalam pemilu legislatif, partisipasi politik perempuan di Kabupaten Magelang masih jauh di bawah target tersebut, yaitu stagnan di angka 14% (7 anggota legislatif perempuan) dalam dua kali pemilu. Studi ini mengkaji peluang keterwakilan politik perempuan dan menyelidiki hambatan yang menghalangi tercapainya kuota tersebut pada periode 2019-2024. Menggunakan pendekatan mix method dengan desain studi kasus yang bersifat exploratory sequential, penelitian ini menganalisis data dari lembaga-lembaga utama termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta melibatkan para aktor elektoral dan non-elektoral. Temuan-temuan menunjukkan adanya kesenjangan yang terus berlanjut antara keterwakilan deskriptif dan substantif, di mana kehadiran perempuan belum secara efektif diterjemahkan ke dalam pengaruh kebijakan karena kendala struktural dan marjinalisasi isu-isu gender. Meskipun representasi simbolis telah mulai menantang peran gender tradisional. Hambatan sistemik termasuk norma patriarki, ketidaksetaraan finansial, dan struktur partai yang didominasi laki-laki terus membatasi partisipasi perempuan yang setara secara formalistik. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai kesetaraan gender yang bermakna, diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan struktural sekaligus mendorong dukungan kelembagaan dan perubahan budaya.
From Catalyst to Disruptors: The Delegitimization of Tukang Ojeg as Intermediaries in Homestay Development in Borobudur Village Suci Iriani Sinuraya; Natta Sanjaya; Wuri Handayani
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 8 No. 1 (2026): February-July
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v6i2.1463

Abstract

Community-based tourism (CBT) literature recognizes informal transport operators as important market facilitators, yet less is known about how digital transformation changes their legitimacy within community-owned accommodation systems. This study examines the changing role of Tukang Ojeg (local motorcycle-taxi drivers) as informal intermediaries in homestay marketing in Borobudur Village, Indonesia. Using a qualitative case study, data were obtained through observations, focus group discussions, and in-depth interviews with village, homestay, and transport stakeholders. The findings show a shift from a previously valued facilitation role toward a contested intermediary position. As homestay owners gain access to social media, online travel agents (OTAs), and other digital channels, dependence on Tukang Ojeg becomes differentiated by digital capability, room capacity, and business networks. At the same time, competition among drivers and the absence of standardized intermediary arrangements contribute to disputes over commissions and room-price authority. Reported intermediary fees range from approximately 10% to 30% in particular transactions. Theoretically, the study extends Intermediary Theory by conceptualizing delegitimization as a relational and context-dependent process in which digitalization redistributes information access, bargaining power, and market control. Practically, it recommends transparent commission rules, owner-controlled pricing, inclusive digital-literacy support, and institutional integration of Tukang Ojeg into destination governance.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Olahan Jagung Hibrida dalam Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi di Desa Karangkajen Salmayunicha Listie Putri; Rika Yunianingsih; Dwi Gustavina Syahbani; Maulidha Putri Cahyani; Josephine Oktavidhani Purnomo; Albar Kresna Lukito Nugroho; Amanda Aulia Wibowo; Suci Iriani Sinuraya
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1453

Abstract

The potential of hybrid corn in Karangkajen Village, Magelang Regency, has not been optimally utilized because the harvest is only sold raw as animal feed with low economic value. This community empowerment aims to empower PKK mothers and women farmers through product diversification to create added value and business opportunities. The method used was Participatory Action Research with participatory training techniques, involving 34 participants in the practice of making cornstarch and paper glue from hybrid corn. As a result, the participants successfully produced both products, understood production cost analysis, and simple packaging and marketing strategies. This activity received an enthusiastic and participatory response from the community. It was concluded that assistance in processing agricultural products has the potential to increase income and encourage economic independence based on local potential, so it needs to be supported by sustainability strategies.
Peningkatan Keterampilan Kreatif di Panti Asuhan Omah Katresnan Melalui Program Pelatihan Membatik Tulis dan Ecoprint Alfi Khoiriyah; Sabrina Julianty; Anjelika Pingkan Puspita Dewi; Bintang Samudera Jati; Dwi Anita Sari; Siti Nur Khopsoh; Arya Saputra; Suci Iriani Sinuraya
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1454

Abstract

Omah Katresnan Orphanage faces challenges in creating economic independence due to a lack of human resources to manage businesses and a reliance on donor funds. This community service activity aims to improve the creative skills and independence of foster children through written batik and ecoprint training. The activity involved 25 participants consisting of foster children and orphanage administrators. The implementation method used a community-based training approach consisting of four main stages: observation, socialization, technical training phases 1 and 2, and evaluation. The results showed that participants were able to understand and apply basic batik techniques (using canting, coloring) and ecoprint techniques (selecting natural motifs, hammering). In addition to producing economically valuable products such as tote bags and decorative fabrics, the program succeeded in increasing participants' self-confidence, creativity, and cultural awareness. This program recommends sustainable independent practice by the orphanage to strengthen entrepreneurial potential in the future.