Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Kolkisin terhadap Karakter Morfologi Tanaman Melon Sweet Net.9 pada Fase Vegetatif: The Effect of Colchicine Treatment on Morphological Traits of Sweet Net.9 Melon at Vegetative Stage Audia, Fitri
Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): January 2025
Publisher : Department of  Agriculture, Subang State Polytechnic, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jati.v2i2.289

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) adalah komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Teknik induksi ploidi menggunakan kolkisin banyak diterapkan untuk meningkatkan keragaman genetik dan potensi agronomi tanaman, namun efeknya terhadap pertumbuhan vegetatif masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kolkisin terhadap karakter morfologi tanaman melon varietas Sweet Net.9 pada fase vegetatif. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan: kolkisin 2000 ppm dan kontrol (aquades), masing-masing sembilan ulangan. Benih direndam dalam larutan kolkisin atau aquades selama 24 jam, diikuti pemeraman dalam kapas basah sebelum disemai. Pengamatan dilakukan pada 27 Hari Setelah Tanam (HST) dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang internoda. Analisis uji t independen menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin 2000 ppm secara signifikan (p<0,05) menyebabkan tinggi tanaman dan panjang internoda lebih rendah dibandingkan kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa kolkisin berdampak negatif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman melon pada konsentrasi yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan konsentrasi kolkisin yang lebih rendah untuk mengoptimalkan teknik induksi ploidi pada tanaman melon.
The effect of biostimulant applicationt on vegetatif growth of delayed transplant melon seedlings Audia, Fitri; Rahayu, Wiwik Endah; Romalasari, Atika; Jaenudin, Nasywa Mutiara
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i3.32651

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) is a high-economic-value horticultural commodity whose production success greatly depends on optimal early vegetative growth. Melon seedlings transplanted late are prone to physiological stress that can hinder vegetative development, requiring strategies to support plant adaptation. This study serves as a preliminary research to assess the effectiveness of the recommended dosage of 1% on the vegetative growth of delayed transplanted melon seedlings (16 days after sowing). The experiment was conducted with two treatments: no biostimulant application as control (P0) and 1% biostimulant application (P1), each with 16 replications, resulting in a total of 32 experimental units. Observed parameters included plant height, leaf number, stem diameter, and internode length at 7, 14, and 21 days after transplanting (DAT). The t-test results showed that biostimulant application had no significant effect (p<0.05) on all observed variables through the end of the vegetative phase. This study indicates that applying biostimulant at a 1% concentration was ineffective in restoring vegetative growth in delayed-transplant melon seedlings, suggesting the need for further research with different doses and application frequencies.
Keragaan Karakter Agronomi dan Sifat Tanak Sorgum Putih Lokal KD4 pada Komposisi Media Tanam yang Berbeda Lizza Fauziah Suroya; Fitri Audia; Zanuba Fitroh Aulia; Gina Pebrianti; Salwa Febriyanti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.6723

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a strategic cereal crop for food diversification and food security due to its nutritional advantages and high adaptability to drought. Although white sorghum varieties are ideal for human consumption, they generally have lower levels of functional compounds such as tannins compared to colored sorghum varieties. Therefore, this study aims to evaluate the response of local sorghum to raw cocopeat media stress as a biofortification method to increase tannin content (moderate target of 1–3%) and analyze seed quality as a strategic effort to improve functional food potential. This study was conducted in two stages: field testing using a Completely Randomized Design (CRD) with four levels of planting media (100% soil; soil and husk 50:50%; soil and cocopeat 50:50%; soil, husk, and cocopeat 50:25:25%) to evaluate the agronomic characteristics of local sorghum KD4 against cocopeat stress and in the laboratory for soil characterization. Soil property characterization of sorghum was performed by iodine staining (Lugol) on the pollen and endosperm of sorghum seeds, where color changes observed under a light microscope would indicate waxy, nonwaxy, or heterowaxy properties. Modification of the growing medium significantly affects the potential yield characteristics of sorghum. The cocopeat treatment (P2) has the potential to be the best growing medium composition for biofortification because it is able to maintain seed yield even when there are indications of stress, while P3 causes a drastic decrease in yield. Additionally, KD4 sorghum consistently exhibits nonwaxy texture properties, supported by genotype and phenotype testing, indicating that this variety is suitable for food processing with a soft texture.
Pelatihan Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertanian Produktif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Yakalimu, Purwakarta, Jawa Barat Rahayu, Wiwik Endah; Fauziyah, Nuridha; Audia, Fitri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2422

Abstract

Dalam rangka membekali keterampilan siswa ABK, SLB Yakalimu berupaya membangun ekosistem pembelajaran vokasi yang produktif, salah satunya di bidang pertanian. Namun, pelatihan pertanian konvensional yang pernah dilakukan terkendala keterbatasan lahan dan mobilitas siswa. Selain itu, belum tersedia pelatihan pengemasan hasil pertanian sebagai keterampilan bernilai tambah, serta program parenting yang terarah untuk memperkuat dukungan keluarga. Untuk menjawab masalah tersebut, program pengabdian ini memfokuskan solusi pada penguatan sarana praktik pertanian yang lebih adaptif di lingkungan sekolah, peningkatan keterampilan budidaya dan pengemasan hasil, serta penguatan dukungan keluarga melalui seminar parenting. Kegiatan dilaksanakan bersama SLB YAKALIMU dan Dispangtan Purwakarta melalui tahapan koordinasi kebutuhan mitra, penyiapan sarana pendukung, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan teknis, pelatihan pengemasan hasil pertanian, serta seminar parenting bagi orang tua. Evaluasi capaian dilakukan dengan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pada setiap sesi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh materi baik pengetahuan tentang parenting, pengemasan dan budidaya hidroponik. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran vokasional pertanian berbasis praktik, didukung sarana memadai dan keterlibatan orang tua, berpotensi memperkuat kemandirian ABK serta membuka peluang aktivitas produktif di sekolah. Ke depan, diperlukan pendampingan lanjutan dan perintisan unit usaha sekolah agar keterampilan yang terbentuk berkelanjutan dan berdampak ekonomi.