Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Seks Dan Gizi Adaptif Untuk Meningkatkan Kesiapan Pubertas Pra-Remaja Di Wilayah Pesisir Tarakan Eka Darmayanti Putri Siregar; Mega Octamelia; Reza Bintangdari Johan; Nur Citra; Selvia Febrianti; Andi Sri Hastuti Handayani Usman; Rizky Vaira; Annisa Eka Permatasari; Desy Putri Nabila; Clodya Puspita Sari
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i4.821

Abstract

The transitional stage of puberty is often accompanied by limited understanding of reproductive health and inadequate literacy on balanced nutrition, conditions that may increase vulnerability to risky behaviours and impair healthy development. This study aimed to strengthen pre-adolescents’ knowledge of reproductive health and adaptive nutrition through interactive school-based education. The intervention was implemented at SD Negeri 047 Tanjung Pasir, East Tarakan, involving 52 sixth-grade students who completed pretest–post-test assessments. Educational materials were delivered using leaflets, posters, and two-way interactive discussion. Knowledge outcomes were analysed descriptively and changes in proportions. The results demonstrated a meaningful improvement in students’ knowledge of reproductive health, with the proportion of high-category scores increasing from 57.7% to 67.3% (effect size +9.6%). Knowledge of adaptive nutrition also increased, although to a lesser extent, from 61.5% to 63.5% (effect size +3.2%). The largest gains were observed in the ability to identify reproductive organs, recognize pubertal changes, and understand appropriate personal boundaries. These findings indicate that visual-supported, interactive education is particularly effective in enhancing pubertal literacy among pre-adolescents, even in coastal settings where discussions about sexuality may be culturally sensitive. This study offers novelty by highlighting how context-adapted reproductive and nutrition education can be successfully implemented in a coastal elementary school environment. The implications for practice include the need for schools to integrate continuous reproductive health and nutrition education into routine learning and to strengthen collaboration with teachers, community health centres, and parents to reinforce healthy behaviours among pre-adolescents.
EFEKTIVITAS EDUKASI VIDEO FAKTOR RISIKO TINGGI IBU HAMIL DAN PERSALINAN TERHADAP PENGETAHUAN KADER POSYANDU Sentya Kurnia Dewi; Rahmi Padlilah; Selvia Febrianti; Andi Sri Hastuti Handayani Usman; Ika Yulianti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1759

Abstract

Kematian ibu terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kehamilan dan persalinan berisiko tinggi. Deteksi dini faktor risiko merupakan upaya penting untuk mencegah komplikasi. Kader posyandu berperan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu, namun pengetahuan mereka tentang faktor risiko tinggi masih rendah sehingga diperlukan metode edukasi yang efektif. Media video cukup efektif untuk menyebarluaskan informasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis video terhadap pengetahuan kader posyandu mengenai faktor risiko tinggi ibu hamil dan bersalin di Kecamatan Tarakan Tengah. Penelitian quasi experiment dengan one group pretest–posttest dilakukan pada Januari 2025 dengan sampel 60 kader yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Intervensi berupa video edukasi ±5 menit. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner 19 item yang telah valid dan reliabel. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov, p = 0,000). Hasil pretest menunjukkan kategori baik 56,7%, cukup 40,0%, dan kurang 3,3%. Posttest meningkat menjadi baik 95,0%, cukup 3,3%, dan kurang 1 1,7%. Uji Wilcoxon p = 0,000 menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan. Edukasi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan kader dan mendukung deteksi dini serta pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan.
Implementasi Komplementer Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT) Dalam Pencegahan, Penanganan Batuk Pilek Balita Di Malinau Kalimantan Utara Ika Yulianti; Andi Sri Hastuti Handayani Usman; Sri Wahyuni; Nurmasitah Nurmasitah; Yuliani Yuliani
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2088

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kondisi iklim yang lembab, kebiasaan pola asuh, dan keterbatasan pengetahuan mengenai pencegahan serta penanganan awal menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui implementasi metode komplementer berbasis bahan alami dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam pencegahan dan penanganan batuk pilek balita. Metode yang digunakan adalah tutorial praktik selama 60 menit, mencakup pembukaan, penyampaian materi interaktif, demonstrasi langsung pembuatan ramuan herbal sederhana (wedang jahe madu dan inhalasi uap daun sirih), praktik penggunaan teknik pijat bayi untuk melegakan pernapasan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan IRT sebesar 85% dan keterampilan praktik sebesar 80% berdasarkan pre-post test dan observasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung dapat meningkatkan kemandirian IRT dalam menjaga kesehatan balita secara aman dan terjangkau.