Kamahi, Sri Wahyuni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi KKN (Kenali, Kendalikan, dan Nikmati) Kesehatan Kaki: Skrining Pad Berbasis Pemeriksaan ABPI pada Penyandang Diabetes di Kota Bogor Sakinah, Sri; Kamahi, Sri Wahyuni; Basri, Muhammad; Fajar Cahya, Mochamad Robby; Agus, Ilyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24141

Abstract

ABSTRAK Penyandang diabetes di Kota Bogor memiliki risiko tinggi mengalami penyakit arteri perifer (PAD), namun deteksi dini masih jarang dilakukan karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas skrining. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan skrining PAD menggunakan metode Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) serta tingkat pemahaman peserta mengenai pencegahan komplikasi kaki diabetes. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan kaki, demonstrasi perawatan kaki, skrining PAD dengan pemeriksaan ABPI, konseling individual, dan pelatihan membaca hasil ABPI pada 45 peserta penyandang diabetes di Posbindu/Posyandu Lansia dan Puskesmas di Kota Bogor.  Hasil menunjukkan bahwa dari 45 peserta, 28 orang memiliki nilai ABPI normal, 12 orang berisiko PAD sedang, dan 5 orang berisiko PAD berat yang kemudian dirujuk; selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai perawatan kaki dan tanda bahaya PAD setelah kegiatan edukasi. Skrining ABPI efektif dalam mendeteksi risiko PAD secara dini dan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan komplikasi kaki diabetes. Saran diberikan agar program ini diintegrasikan secara rutin di puskesmas dan Posbindu/Posyandu lansia untuk mendukung pencegahan komplikasi kaki diabetik di komunitas. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Penyakit Arteri Perifer (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Skrining Kesehatan Kaki.  ABSTRACT People with diabetes in Bogor City were at high risk of developing peripheral artery disease (PAD); however, early detection was rarely conducted due to limited knowledge and screening facilities. This study aimed to examine the implementation of PAD screening using the Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) method and to assess participants’ understanding of diabetic foot complication prevention. The methods included foot health education, foot care demonstration, PAD screening using ABPI, individual counseling, and training on reading ABPI results among 45 diabetic participants at Posbindu/Posyandu Lansia and Community Health Centers (Puskesmas) in Bogor City. Out of 45 participants, 28 had normal ABPI values, 12 were at moderate PAD risk, and 5 were at high PAD risk who were subsequently referred; additionally, participants’ understanding of foot care and PAD warning signs improved after the educational activities. ABPI screening was effective in detecting PAD risk early, and health education improved participants’ knowledge on preventing diabetic foot complications. It is recommended that this program be routinely integrated into Puskesmas and Posbindu/Posyandu Lansia to support community-based diabetic foot complication prevention. Keywords: Diabetes Mellitus, Peripheral Artery Disease (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Foot Health Screening.
Meningkatkan Self-Management Pasien Hipertensi melalui edukasi berbasis digital : A Systematic Review Kamahi, Sri Wahyuni; Kariasa, I Made; Arista, Liya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56349

Abstract

Latar Belakang : Masalah hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan global dengan tingkat kontrol tekanan darah yang masih rendah. Edukasi berbasis digital dinilai memiliki potensi dalam meningkatkan self-management pasien hipertensi, termasuk mengontrol tekanan darah, perubahan gaya hidup dan memberikan pencegahan faktor risiko komplikasi. Metode : Penelusuran literatur dilakukan melalui database ScienceDirect, Sage Journal, Pubmed, Scopus, dan Taylor & Francis. Terdapat total 10.825 artikel yang teridentifikasi, terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan mempertimbangkan uji coba terkendali acak (RCT), waktu publikasi, teks lengkap berbahasa inggris, akses terbuka dan hasilnya disajikan. Hasil : Hasil telaah didapatkan 4 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital,pengukuran tekanan darah, dan pengingat berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, penurunan tekanan darah sistolik, pengetahuan, gaya hidup, kualitas hidup, fungsi sosial (peningkatan kemampuan care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Terdapat 2 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengukuran tekanan darah berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kualitas hidup, pengetahuan, penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai p-value < 0,05 dan penurunan faktor risiko kardiovaskuler namun tidak signifikan dengan p-value >0,05. Sedangkan 2 artikel lainnya mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengingat pesan berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, peningkatan faktor sosial (care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Secara keseluruhan edukasi berbasis digital memiliki dampak positif dalam meningkatkan self-management. Kesimpulan : Edukasi berbasis digital dapat menjadi pengelolaan hipertensi yang efektif dalam mendukung self-management, penggabungan beberapa intervensi dapat menghasilkan dampak yang lebih optimal. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi efek jangka panjang pada pengontrolan tekanan darah dan pencegahan komplikasi faktor risiko kardiovaskuler. Kata Kunci : Edukasi Digital, Edukasi tatap muka, Self management