Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kecanduan Smartphone, Jenis Kelamin dan Usia terhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022 Saputra, I Putu Andre Wibawa; Adiwibawa, Danang Nur; Zulhijjah, Nurkomariah; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24663

Abstract

ABSTRACT Anxiety is described as an unpleasant mood condition accompanied by a subjective feeling of uncertainty and threat in the future. There are two factors that can influence anxiety, namely internal factors (gender, age, level of education, and experience in care) and external factors (medical condition/disease diagnosis, access to information, therapeutic communication, environment, health facilities, threat), conflict. (contradictory), approach (approach), avoidance (evasion), fear (fear of missing out on information, for example resulting from smartphone addiction) and unfulfilled need (needs that are not met). Anxiety disorders can occur at all ages, more often in adulthood. Anxiety is common among medical students. Globally, medical students have a prevalence of anxiety (41.6%) followed by depression (36%). Meanwhile in Indonesia anxiety reaches 22.4%, and female students experience moderate to severe levels of anxiety compared to female students. men, of which 91.6% experienced anxiety. This research was conducted to find out whether there is a relationship between smartphone addiction, gender and age and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University Class of 2020, 2021 and 2022. The type of research used is observational analytics using a cross sectional study research design. The sampling technique uses stratified random sampling. This research was carried out at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. The data obtained were analyzed using the chi-square test.In the bivariate analysis, the results showed that there was a significant relationship between age and smartphone addiction on anxiety with a p-value of 0.000. There was no relationship found between gender and anxiety with a p-value of 0.289. Based on the results of statistical tests carried out, there is a relationship between age and Smartphone addiction and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University Class of 2020, 2021 and 2022. However, no relationship was found between gender and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University. Classes of 2020, 2021 and 2022. Keywords: Age, Gender, Smartphone Addiction, Anxiety.  ABSTRAK Kecemasan digambarkan sebagai kondisi mood yang tidak menyenangkan disertai rasa subyektif tentang ketidakpastian dan ancaman di masa depan. Terdpat dua faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu faktor internal (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman di rawat) dan eksternal (kondisi medis/diagnosis penyakit, akses informasi, komunikasi terapeutik, lingkungan, fasilitas kesehatan, threat (ancaman), conflict(pertentangan), approach (pendekatan), avoidance (pengelakan), fear (ketakutan akan tertinggal suatu informasi contohnya yang di akibatkan karna kecanduan Smartphone) dan unfuled need (kebutuhan yang tidak terpenuhi). Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih sering pada usia dewasa. Kecemasan umum terjadi pada mahasiswa kedokteran. Secara global, mahasiswa kedokteran memiliki prevalensi kecemasan (41.6%) yang diikuti adanya depresi (36%). Sedangkan di Indonesia kecemasannya mencapai 22.4%, dan mahasiswa perempuan mengalami kecemasan tingkat sedang hingga berat dibanding mahasiswa laki-laki, dimana 91.6% mengalami kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecanduan Smartphone, jenis kelamin dan usia terhadap kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar . Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Karakteristik responden sebagian besar di dominasi oleh anak remaja usia 19-20 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Pada analisis bivariat didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kecanduan smartphone terhadap kecemasan dengan p-value 0,000. Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasaan dengan p-value 0,289. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan antara usia dan kecanduan Smartphoneterhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Namun tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Kata Kunci : Usia, Jenis Kelamin, Kecanduan Smartphone, Kecemasan.
Hubungan Penggunaan Media Sosial, Jenis Kelamin, dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying pada Anak Kelas XI SMAN 5 Mataram Nusa Tenggara Barat Nurhafizhah, Nurhafizhah; Rahadianti, Dian; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna; Muhajir, Alfian
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24831

Abstract

ABSTRACT Bullying is an aggressive behavior carried out repeatedly and is one form of violence that frequently occurs in the school environment, making it a serious concern in the field of education. This phenomenon is a major problem among senior high school adolescents because it has negative impacts on mental, social, and academic health. To determine the relationship between social media use, gender, and peer influence on bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, West Nusa Tenggara. This study was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of all eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, totaling 445 students. The sample included 95 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires, namely the Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) to measure bullying behavior, as well as questionnaires on social media use, gender, and peer influence. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses to determine relationships between research variables. Most respondents were 16 years old (56.84%), male (52.6%), and had parents with elementary school education as the highest educational level (30.53%). Moderate social media use was reported by 49.50% of respondents, low peer influence by 37.9%, and almost all respondents had experienced bullying behavior (52.6%). There is a relationship between social media use, gender, and peer influence with bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram. Keywords: Bullying, Social Media, Gender, Peers.  ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali dan salah satu bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Fenomena ini menjadi masalah serius pada remaja sekolah menengah atas karena berdampak negatif terhadap kesehatan mental, sosial, dan akademik. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 5 Mataram sebanyak 445 siswa. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, yaitu Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) untuk mengukur perilaku bullying, serta kuesioner penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 16 tahun (56,84%), berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan orang tua sebagian besar lulusan SD (30,53%), penggunaan media sosial sedang (49,50%), teman sebaya rendah (37,9%), dan perilaku bullying  (52,6%). Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram.  Kata Kunci: Bullying, Media Sosial, Jenis Kelamin, Teman Sebaya.
DETERMINAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN: STUDI PADA PENGETAHUAN SEKSUALITAS, KOMUNIKASI ORANG TUA, DAN MEDIA SOSIAL DI SMKN 1 SELONG Nurkomala Sari, Baiq Septina; Syuhada, Irwan; S., Aulia Mahdaniyati; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37167

Abstract

meningkatkan rasa ingin tahu terhadap seksualitas, sehingga remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap kehamilan tidak diinginkan (KTD). Tingginya angka KTD pada remaja di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini adalah menganalisis secara simultan hubungan pengetahuan seksualitas, komunikasi orang tua, dan media sosial dengan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada konteks sekolah menengah kejuruan di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan sikap remaja di SMKN 1 Selong. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 106 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan pada November 2025 dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan seksualitas dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,002; PR=1,793; CI=1,272–2,529) serta antara komunikasi orang tua dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,008; PR=1,557; CI=1,141–2,125). Media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-value=0,498; PR=1,167; CI=0,614–2,218). Pengetahuan seksualitas dan komunikasi orang tua berperan penting dalam pembentukan sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan tidak diinginkan.