Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Anemia, Tingkat Stres, Aktivitas Fisik, dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram Nirmala, Suci; Novitasari, Novitasari; Rahadianti, Dian; Sudiarta, I Gede
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.14163

Abstract

Dysmenorrhea is severe pain in the lower abdomen during menstruation. Dysmenorrhea is one of the health problems that has a high incidence rate worldwide. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia, stress levels, physical activity and fast food consumption with the incidence of primary dysmenorrhea in SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. This research is an observational analytic quantitative research with a cross-sectional study design. The population of this study were all 374 students of SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. The research instruments used were questionnaires in the form of WaLLID score questionnaire, DASS questionnaire, International physical activity questionnaire short form (IFAQ-SF), and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data were analyzed using Spearman, univariate, and bivariate tests. The results showed that (1) there was no significant relationship between anemia and primary dysmenorrhea; (2) there was a significant relationship between stress level and primary dysmenorrhea; (3) there was a significant relationship between physical activity and primary dysmenorrhea; (4) there was a significant relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea.
Hubungan Lama Menjalani Metode Belajar Blended Learning Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa FK Unizar Megamahayani, Putu Putri; Qurratu Ainin, Dina; Rahadianti, Dian; Dahlia, Yolly
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2702

Abstract

Covid-19 merupakan pandemi yang mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat. Pemerintah selama pandemi Covid-19 membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas dirumah salah satunya kuliah dirumah. Pada masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan tingkat kecemasan secara masif sebesar 25%. Peningkatan kecemasan terjadi 3 kali lebih banyak sejak pertama kali wabah Covid-19 bermunculan dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi. Strategi pendidikan yang dapat disarankan ketika pandemi, yaitu dengan metode blended learning. Metode blended learning berpatok pada pembelajaran luring dan digabung dengan pembelajaran daring dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan seperti peningkatan kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan mahasiswa angkatan 2019 FK UNIZAR. Jenis Penelitian analitik observasiobal, desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 89 responden. Penelitian dilakukan di FK UNIZAR tanggal 20-21 Januari 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square dengan batas nilai signifikansi p-value <0,05. Responden yang menjalani metode belajar blended learning 12 bulan sebanyak 12 responden (45,6%), terdapat 8 responden (9,0%) mengalami cemas ringan, 4 responden (4,5%) cemas sedang, sedangkan yang menjalani metode blended learning 24 bulan sebanyak 77 responden (53,9%) dengan 15 responden (16,9%) cemas minimal, 21 responden (23,6%) cemas ringan, 39 reponden (43,8%) cemas sedang, dan 2 responden (2,2%) cemas berat. Berdasarkan hasil analisis bivariat ditemukan hasil signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan dengan nilai koefisien 0,041 (p-value <0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa FK UNIZAR
Hubungan Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Lama Latihan dan Tipe Cabang Olahraga dengan Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) Pada Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTB Kurniawan, Wahyu; Rahadianti, Dian; Ruqayyah, Siti; Priono, Risky Irawan Putra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14223

Abstract

ABSTRACT Maximal Oxygen Uptake (VO2Max) plays an important role in athletes’ achievements at the Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar – Nusa Tenggara Barat/PPLP – NTB (Student Sports Education and Training Center – West Nusa Tenggara). The VO2Max in athletes is influenced by various factors such as gender, body mass index (BMI), training duration, and type of sport they are trained for. Determining the relationship between gender, body mass index (BMI), duration of training, and type of sport with VO2Max in PPLP NTB athletes. Observational analytical research is used with a cross-sectional research design, along with a chi-square statistical test. Meanwhile, total sampling was employed for 55 PPLP NTB athletes.  The highest VO2Max was the good category accounted for 60.38%, while those who fell into the poor category comprised of 33.96%.  The results of the p-value analysis between gender and VO2Max were 0.091; BMI and VO2Max were 0.662; training duration and VO2Max were 0.408; and type of sport and VO2Max were 0.158. There is no significant relationship between gender, BMI, training duration, and type of sport and VO2Max in NTB PPLP athletes. Keywords: Maximal Oxygen Uptake, Gender, Body Mass Index, Training Duration, Type of Sport  ABSTRAK Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) memainkan peran penting dalam pencapaian prestasi olahraga atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai VO2Max pada atlet dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), lama latihan, dan tipe cabang olahraga. Untuk mengetahui hubungan antara faktor jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), lama latihan, dan tipe cabang olahraga dengan VO2Max pada atlet PPLP NTB. Penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dengan uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling yang berjumlah 55 atlet PPLP NTB. Nilai VO2Max terbanyak pada kategori baik (60,38%), serta terdapat juga atlet dengan nilai VO2Max kurang baik (33,96%). Hasil analisis nilai p-value antara jenis kelamin dan VO2Max adalah 0,091; IMT dan VO2Max adalah 0,662; lama latihan dan VO2Max adalah 0,408; dan tipe cabang olahraga dan VO2Max adalah 0,158. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, IMT, lama latihan, dan tipe cabang olahraga dengan VO2Max atlet PPLP NTB. Kata Kunci:  Volume Oksigen Maksimal, Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Lama Latihan, Tipe Cabang Olahraga 
Hubungan Tingkat Konsumsi Air Minum, Stretching, dan Pola Latihan Berlebih dengan Kejadian Kram Otot Pada Atlet Renang di Kawasan Kota Mataram Prabawa, Anak Agung Gede Oka Satria; Rahadianti, Dian; Setiarini, Rohmania; Pebruanto, Henry
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19095

Abstract

ABSTRACT Swimming is a water sport that involves using all the muscles in the body. One common issue faced by swimmers is muscle cramps, also known as Exercise-Associated Muscle Cramps (EAMC). These cramps occur when a muscle or group of muscles contracts continuously, causing pain. This study aimed to examine the relationship between water intake, stretching, and overtraining with the occurrence of muscle cramps in swimming athletes in Mataram. It also analyzed each of these factors individually. The study used an analytical observational approach with a prospective cohort design. The sample included 68 swimming athletes from clubs in Mataram (Jatayu, Tirta Mayura, Top, Rinjani, and Moyoshak), selected from a total population of 162 through multistage random sampling. This method combined Proportionate Stratified Random Sampling and Simple Random Sampling techniques. The results, analyzed using the chi-square test, showed significant relationships between water intake (p = 0.000), stretching (p = 0.000), and training patterns (p = 0.001) with the occurrence of muscle cramps. The study concluded that staying hydrated, doing proper stretching, and following a balanced training routine can help prevent muscle cramps and maintain healthy muscles. Keywords: Water Intake, Stretching, Training Patterns, Muscle Cramps, Swimming Athletes.  ABSTRAK Renang merupakan salah satu aktivitas olahraga air yang melibatkan semua otot pada tubuh. Masalah yang paling banyak dikeluhkan oleh perenang adalah kram otot atau Exercise Associated Muscle Cramps (EAMC). Kram otot atau Exercise Associated Muscle Cramps (EAMC) merupakan kontraksi yang terjadi terus menerus pada otot atau sekelompok otot yang nantinya menyebabkan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat konsumsi air minum, stretching, serta pola latihan berlebih dengan kejadian kram otot pada atlet renang di kota Mataram, dengan juga mengidentifikasi masing-masing variabel tersebut. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian kohort prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet renang pada club renang di kota Mataram yang tergabung didalam club Jatayu, Tirta Mayura, Top, Rinjani, dan Moyoshak dengan total 68 responden, dipilih dari populasi berjumlah 162 menggunakan teknik multistage random sampling yang terdiri dari dua metode yakni Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi air minum (p = 0,000), durasi stretching (p = 0,000), dan pola latihan (p = 0,001) dengan kejadian kram otot pada atlet renang di Kota Mataram. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi air yang cukup, Stretching yang memadai, dan pola latihan yang baik dapat mencegah kram otot dan mendukung kesehatan otot secara optimal. Kata Kunci: Konsumsi Air Minum, Stretching, Pola Latihan, Kram Otot, Atlet Renang.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah, Pemberian Asi Eksklusif, Paparan Asap Rokok dengan Pneumonia Berat Pada Balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Sholihah, Richa Baqiyatush; Rahadianti, Dian; Benvenuto, Ananta Fittonia; Priono, Risky Irawan Putra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18847

Abstract

ABSTARCT Pneumonia is an acute lung tissue infection caused by bacterial, viral and fungal infections. Pneumonia is still one of the main infectious diseases and causes of morbidity and mortality that attacks many toddlers in Indonesia. This study aims to determine LBW, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with severe pneumonia in toddlers at Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok. This study used a cross-sectional design and focused on quantitative observational analysis. The results of the study showed that between LBW and severe pneumonia in toddlers based on the results of bivariate analysis using the chi-square test on 100 respondents, a p-value of 0.005 was found. Between the incidence of severe pneumonia in toddlers and exclusive breastfeeding, based on the results of bivariate analysis with the chi-square test, a p-value of 0.003 was obtained. Between exposure to cigarette smoke and severe pneumonia in toddlers, the p-value was 0.000. There is a statistically significant relationship between low birth weight, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with the incidence of severe pneumonia in toddlers.  Keywords: Pneumonia, Exclusive Breastfeeding, BBLR, Exposure to Cigarette Smoke.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi jaringan paru-paru yang bersifat akut, penyebabnya adalah infeksi dari bakteri virus dan jamur. Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi dan penyebab kesakitan dan kematian utama yang banyak menyerang balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan berfokus pada analisis observasional kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan antara BBLR dengan pneumonia berat pada balita berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square pada 100 responden ditemukan hasil p-value 0,005. Antara kejadian pneumonia berat pada balita dengan pemberian ASI eksklusif, berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,003. Antara paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita p-value sebesar 0,000. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, dan  paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia berat pada balita.  Kata Kunci: Pneumonia berat, ASI Eksklusif, BBLR, Paparan Asap Rokok
Hubungan Tipe Kepribadian, Pendidikan Orang Tua, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 1 Mataram Wiadnyani, Komang Ayu Mita; Ruqayyah, Siti; Rahadianti, Dian; Saputra, Putu Janu Eka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19296

Abstract

ABSTRACT The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including obesity, continues to rise across all age groups. Obesity, characterized by abnormal fat accumulation, has become a global health issue affecting both adolescents and adults in developed and developing countries. Various factors contribute to the occurrence of obesity, including internal factors such as personality types, and external factors such as parental education levels and physical activity. Objective to determine the relationship between personality types, parental education, and physical activity with the incidence of obesity in adolescents at SMA Negeri 1 Mataram. This study uses an observational analytic method with a cross-sectional study design. Data analysis was performed using Chi-square. The study revealed a significant relationship between extroverted personality type and obesity among adolescents at SMA Negeri 1 Mataram (p-value = 0.038; PR 0.321 with 95% CI 0.106-0.970). However, no significant relationship was found between the father’s (p-value = 0.115) and mother’s (p-value = 0.158) education levels and obesity. Physical activity was also found to have a significant relationship with obesity (p-value = 0.000), where adolescents with low physical activity were more likely to experience obesity. This study shows that personality type and physical activity are significantly associated with the occurrence of obesity in adolescents at SMA Negeri 1 Mataram. However, no significant relationship was found between parental education levels and the incidence of obesity. Keywords: Obesity, Adolescents, Personality Type, Parental Education, Physical Activity  ABSTRAK Prevalensi penyakit tidak menular (PTM), termasuk obesitas, terus meningkat di semua kelompok usia. Obesitas, yang ditandai dengan akumulasi lemak tubuh yang abnormal, menjadi masalah kesehatan global, baik remaja maupun orang dewasa di negara maju maupun berkembang. Berbagai faktor mempengaruhi terjadinya obesitas, baik faktor internal seperti tipe kepribadian, maupun faktor eksternal seperti tingkat pendidikan orang tua dan aktivitas fisik. Tujuan Untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian, pendidikan orang tua, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Mataram. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross-sectional study. Analisis data menggunakan Chi square. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Mataram (p-value= 0,038 dan PR 0,321 dengan 95% CI 0,106-0,970). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ayah (p-value = 0,115) dan ibu (p-value = 0,158) dengan obesitas. Aktivitas fisik juga terbukti memiliki hubungan signifikan dengan obesitas (p-value = 0,000), dimana remaja dengan aktivitas fisik rendah memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami obesitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kepribadian dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Mataram. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dan kejadian obesitas. Kata Kunci: Obesitas, Remaja, Tipe Kepribadian, Pendidikan Orang Tua, Aktivitas Fisik.
Hubungan Kualitas Tidur, Durasi, dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2022 Maharani, Luh Gde Tri Cahya; Rahadianti, Dian; Apriliana, Denta Haritsa; Endro Pranoto
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 4 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i4.1315

Abstract

Asthenopia or eye strain (eye strain) is a collection of symptoms related to vision, eye (ocular) and musculoskeletal problems. In Indonesia, as many as 60 million people suffer from eye problems, the number increasing by one million per year. This study aims to determine the relationship between sleep quality, duration and position of smartphone use with the incidence of asthenopia in students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022. This research is a type of quantitative observational research using a cross sectional design. The sampling technique is total sampling. The research sample was 98 samples according to the inclusion and exclusion criteria. The data obtained were analyzed using the Spearman rank correlation test The results of this study showed that there were 40 respondents who experienced asthenopia (40.8%), and 58 respondents who did not experience asthenopia (59.2%). Respondents who had good sleep quality were 52 people (53.1%), respondents who had poor sleep quality were 46 people (46.9%). Respondents who used smartphones for a duration of 3-8 hours in one day were 48 people (49.0%), respondents who used smartphones for a duration of >8 hours in one day were 50 people (51.0%). Respondents who more often used smartphones in a sitting position were 58 people (52.9%), and respondents who more often used smartphones in a lying position were 40 people (40.8%). There is a relationship between sleep quality and the incidence of asthenopia with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of -0.800. There is a relationship between the duration of smartphone use and the incidence of asthenopia with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.731. There is a relationship between the position of smartphone use and the incidence of asthenopia with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.916. There is a significant relationship between sleep quality, duration and position of smartphone use and the incidence of asthenopia in students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022.
Hubungan Lama Menjalani Metode Belajar Blended Learning Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa FK Unizar Megamahayani, Putu Putri; Qurratu Ainin, Dina; Rahadianti, Dian; Dahlia, Yolly
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2702

Abstract

Covid-19 merupakan pandemi yang mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat. Pemerintah selama pandemi Covid-19 membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas dirumah salah satunya kuliah dirumah. Pada masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan tingkat kecemasan secara masif sebesar 25%. Peningkatan kecemasan terjadi 3 kali lebih banyak sejak pertama kali wabah Covid-19 bermunculan dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi. Strategi pendidikan yang dapat disarankan ketika pandemi, yaitu dengan metode blended learning. Metode blended learning berpatok pada pembelajaran luring dan digabung dengan pembelajaran daring dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan seperti peningkatan kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan mahasiswa angkatan 2019 FK UNIZAR. Jenis Penelitian analitik observasiobal, desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 89 responden. Penelitian dilakukan di FK UNIZAR tanggal 20-21 Januari 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square dengan batas nilai signifikansi p-value <0,05. Responden yang menjalani metode belajar blended learning 12 bulan sebanyak 12 responden (45,6%), terdapat 8 responden (9,0%) mengalami cemas ringan, 4 responden (4,5%) cemas sedang, sedangkan yang menjalani metode blended learning 24 bulan sebanyak 77 responden (53,9%) dengan 15 responden (16,9%) cemas minimal, 21 responden (23,6%) cemas ringan, 39 reponden (43,8%) cemas sedang, dan 2 responden (2,2%) cemas berat. Berdasarkan hasil analisis bivariat ditemukan hasil signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan dengan nilai koefisien 0,041 (p-value <0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa FK UNIZAR
Hubungan Anemia, Tingkat Stres, Aktivitas Fisik, dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram Nirmala, Suci; Novitasari, Novitasari; Rahadianti, Dian; Sudiarta, I Gede
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.14163

Abstract

Dysmenorrhea is severe pain in the lower abdomen during menstruation. Dysmenorrhea is one of the health problems that has a high incidence rate worldwide. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia, stress levels, physical activity and fast food consumption with the incidence of primary dysmenorrhea in SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. This research is an observational analytic quantitative research with a cross-sectional study design. The population of this study were all 374 students of SMA IT Putri Abu Hurairah Mataram. The research instruments used were questionnaires in the form of WaLLID score questionnaire, DASS questionnaire, International physical activity questionnaire short form (IFAQ-SF), and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data were analyzed using Spearman, univariate, and bivariate tests. The results showed that (1) there was no significant relationship between anemia and primary dysmenorrhea; (2) there was a significant relationship between stress level and primary dysmenorrhea; (3) there was a significant relationship between physical activity and primary dysmenorrhea; (4) there was a significant relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea.
Hubungan Adekuasi Hemodialisa Dengan Stres, Kecemasan, dan Depresi Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Praya Lombok Tengah Paoh, Kharisma Alsyad Nur Azizah; Syuhada, Irwan; Rahadianti, Dian; Fatrahady, Lalu Buly
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14640

Abstract

This study aims to analyze the relationship between hemodialysis adequacy and the levels of stress, anxiety, and depression among patients undergoing hemodialysis at RSUD Praya Lombok Tengah. The study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample was drawn from patients undergoing routine hemodialysis therapy. Data were collected using the validated Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS-42) questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square statistical test. If the assumptions for the chi-square test were not met, the Kendall Tau test was applied. The study revealed a significant relationship between hemodialysis adequacy and levels of stress (p < 0.001; r = 0.627), anxiety (p < 0.001; r = 0.518), and depression (p < 0.05; r = 0.612) among patients. Hemodialysis adequacy is associated with levels of stress, anxiety, and depression in patients undergoing hemodialysis therapy. These findings highlight the importance of ensuring hemodialysis adequacy to support the psychological well-being of patients.