Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PENYULUH BERBASIS MASYARAKAT DALAM MEMPERTAHANKAN HUTAN JANDA (KAOMBO OHUSII) DI KABUPATEN BUTON SULAWESI TENGGARA Najib Husain; Basrudin; Abdul jalil; Adrian Tawai; Dewi Anggraini
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.519

Abstract

This study aims to explore the management practices of Widow Forest (Kaombo Ohusii) in Buton Regency through the lens of local wisdom and development communication, by revealing the social, cultural, and environmental dynamics involved in forest management. This study uses a variety of data collection methods. Participant observation allows researchers to be directly involved in Widow Forest management activities, observe the practices carried out, and interact with local communities and other parties involved in natural resource management. In-depth interviews will be conducted with widows, poor women, community leaders, government officials, and non-governmental organizations involved in the management of Widow Forest. The results of the study show that community-based extension by traditional officials in Takimpo Village in the management of Widow Forest (Kaombo Ohusii) is an example of effective local participation in sustainable natural resource management. The involvement of this traditional institution also shows the importance of integrating local values in development, ensuring that decisions taken are in accordance with community expectations, and supporting environmental conservation and community empowerment.
ANALISIS POTENSI TUMBUHAN OBAT DAN UPAYA KONSERVASINYA DI CAGAR ALAM NAPABALANO Nur Arafah; Basrudin; La De Ahmaliun; Wa Ode Indayani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.9

Abstract

Tumbuhan obat merupakan komponen utama yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar hutan. Masyarakat Kelurahan Napabalano yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Napabalano telah memanfaatkan keberadaaan Cagar Alam sebagai penghasil dan penyedia tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tumbuhan obat di Kawasan Cagar Alam Napabalano dan upaya konservasi tumbuhan obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Napabalano. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2021. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Cagar Alam Napabalano, Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan jumlah plot yang akan digunakan dalam pengambilan data jenis tumbuhan obat dan identifikasi secara langsung menggunakan buku panduan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukan, jenis tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 21 jenis spesies dengan 13 famili. Indeks keanekragaman tumbuhan obat pada tingkatan pohon sebesar 2,509 % termasuk kategori sedang dan tingkat semai 0,515% termasuk kategori rendah. Upaya konservasi dilakukan oleh masyarakat secara ex-situ dengan menanam tumbuhan obat di pekarangan dan kebun.
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI HABITAT MANGROVE DI SEKITAR KAWASAN WISATA AIR PANAS WAWOLESEA KECAMATAN WAWOLESEA KABUPATEN KONAWE UTARA Umar Ode Hasani; Basrudin; Alamsyah Flamin; Abdul Manan; La De Ahmaliun; Prediyanto
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi khas di wilayah pesisir tropis yang tumbuh pada lingkungan yang lembap dan berlumpur serta dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Zonasi mangrove mengacu pada pola distribusi kelompok jenis mangrove yang tersusun secara tegak lurus terhadap garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis mangrove beserta habitatnya di sekitar Kawasan Wisata Air Panas Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian dilaksanakan di hutan mangrove Desa Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara pada bulan Januari hingga Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh area hutan mangrove seluas 37,61 hektare. Sampel penelitian meliputi seluruh jenis mangrove yang terdapat dalam petak pengamatan. Intensitas pengambilan sampel yang digunakan sebesar 2% dari luas populasi, yaitu seluas 0,75 hektare. Pengumpulan data dilakukan dengan metode garis berpetak (line transect), di mana penempatan plot pertama dilakukan secara purposive sampling agar dapat mewakili setiap zona vegetasi mangrove yang terbagi dalam tiga transek. Setiap transek terdiri atas enam plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m, sehingga jumlah total plot pengamatan adalah 18 plot. Pengambilan sampel substrat dilakukan pada setiap plot untuk dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 jenis mangrove yang terdiri atas 8 jenis mangrove sejati dan 3 jenis mangrove asosiasi, yang termasuk ke dalam 8 famili, ditemukan di sekitar Kawasan Wisata Air Panas Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara. Jenis-jenis tersebut adalah Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Heritiera littoralis, Avicennia lanata, Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, dan Acrostichum speciosum. Habitat mangrove di lokasi penelitian meliputi jenis tanah lempung berliat, liat, pasir berlempung, lempung berdebu, lempung liat berdebu, dan lempung berpasir. Kata Kunci: Air Panas. Distribusi, Habitat, Keanekaragaman, Mangrove