Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : journal of education science

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna; Zawil Fadhli; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6059

Abstract

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan terus mengalami peningkatan dan menjadi ancaman serius terhadap terpenuhinya hak-hak peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menghambat proses pendidikan serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam perspektif hukum Islam, serta mengkaji relevansi antara ketentuan hukum positif di Indonesia dengan prinsip-prinsip perlindungan yang diajarkan dalam Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, Al-Qur'an, hadis, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap korban kekerasan seksual melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa), hifz al-'ird (perlindungan kehormatan), dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai bagian dari maqasid syariah. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan hukum nasional yang menekankan pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta pemulihan hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam penyusunan kebijakan dan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan melalui pendidikan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kekerasan Seksual, Lingkungan Pendidikan, Hukum Islam.
PERLINDUNGAN HAK ANAK DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE Eva Susanna; Yusnaidi Kamaruzzaman; Fitrilliana Fitrilliana; Salwa Hayati Hasan
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6061

Abstract

Pemenuhan hak anak merupakan prinsip mendasar yang harus diwujudkan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan memberikan perlindungan terhadap hak anak untuk terbebas dari segala bentuk kekerasan di sekolah. Implementasi perlindungan hak anak di lingkungan pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam praktiknya, penyelesaian terhadap permasalahan anak umumnya lebih mengedepankan pendekatan penghukuman yang berfokus pada pemberian sanksi kepada pelaku. Pendekatan ini belum sepenuhnya mengakomodasi aspek pemulihan, baik dalam membangun kembali hubungan sosial antara pihak-pihak yang terlibat, memulihkan kondisi korban, maupun mendukung perkembangan psikologis anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep restorative justice sebagai salah satu pendekatan dalam perlindungan hak anak di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan konseptual, pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice merupakan pendekatan penyelesaian konflik yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak melalui dialog, pemulihan, dan partisipasi seluruh pihak. Penerapannya mampu memperkuat pendidikan karakter, menciptakan disiplin positif, serta mengurangi kekerasan di lingkungan sekolah. Namun, implementasinya masih terkendala oleh terbatasnya regulasi operasional, kompetensi guru, dan sinergi antarpemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan prinsip restorative justice dalam perlindungan hak anak di sekolah.
KAJIAN HUKUM PERDATA ATAS PELANGGARAN HAK-HAK ANAK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DASAR Zawil Fadhli; Herawati Herawati; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Muhammad Nur
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5539

Abstract

Pelanggaran hak-hak anak dalam sistem pendidikan dasar merupakan isu yang sering kali tidak disadari oleh sekolah, guru, maupun orang tua. Dalam perspektif hukum perdata, hubungan hukum antara sekolah dan siswa menciptakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara pendidikan. Wanprestasi, perbuatan melawan hukum, serta kelalaian dalam memenuhi standar perlindungan anak dapat menimbulkan tanggung jawab perdata bagi sekolah. Penelitian ini merupakan literature review yang mengkaji konsep-konsep hukum perdata terkait perlindungan anak, bentuk-bentuk pelanggaran hak anak di sekolah dasar, serta konsekuensi hukumnya. Kajian menunjukkan bahwa pelanggaran dapat berupa kelalaian pengawasan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran privasi anak, hingga tindakan yang menyebabkan kerugian fisik atau psikis. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kata kunci: hukum perdata, hak anak, pendidikan dasar, wanprestasi, perbuatan melawan hukum. Abstract Violations of children's rights within the elementary education system are often overlooked by schools, teachers, and even parents. From a civil law perspective, the legal relationship between the school and its students creates legal obligations that must be fulfilled by the educational provider. Breach of contract, tortious acts, and negligence in meeting child protection standards may give rise to civil liability for the school. This study is a literature review that examines civil law concepts related to child protection, the various forms of children’s rights violations occurring in elementary schools, and their legal consequences. The review indicates that such violations may include supervisory negligence, abuse of authority, violations of children’s privacy, and actions that cause physical or psychological harm. This study affirms that schools bear a legal responsibility to provide a safe, healthy, and supportive educational environment that fosters the optimal growth and development of children. Keywords: civil law, children's rights, elementary education, breach of contract, tort.
KAJIAN HUKUM PERDATA ATAS PELANGGARAN HAK-HAK ANAK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DASAR Zawil Fadhli; Herawati Herawati; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Muhammad Nur
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5539

Abstract

Pelanggaran hak-hak anak dalam sistem pendidikan dasar merupakan isu yang sering kali tidak disadari oleh sekolah, guru, maupun orang tua. Dalam perspektif hukum perdata, hubungan hukum antara sekolah dan siswa menciptakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara pendidikan. Wanprestasi, perbuatan melawan hukum, serta kelalaian dalam memenuhi standar perlindungan anak dapat menimbulkan tanggung jawab perdata bagi sekolah. Penelitian ini merupakan literature review yang mengkaji konsep-konsep hukum perdata terkait perlindungan anak, bentuk-bentuk pelanggaran hak anak di sekolah dasar, serta konsekuensi hukumnya. Kajian menunjukkan bahwa pelanggaran dapat berupa kelalaian pengawasan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran privasi anak, hingga tindakan yang menyebabkan kerugian fisik atau psikis. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kata kunci: hukum perdata, hak anak, pendidikan dasar, wanprestasi, perbuatan melawan hukum. Abstract Violations of children's rights within the elementary education system are often overlooked by schools, teachers, and even parents. From a civil law perspective, the legal relationship between the school and its students creates legal obligations that must be fulfilled by the educational provider. Breach of contract, tortious acts, and negligence in meeting child protection standards may give rise to civil liability for the school. This study is a literature review that examines civil law concepts related to child protection, the various forms of children’s rights violations occurring in elementary schools, and their legal consequences. The review indicates that such violations may include supervisory negligence, abuse of authority, violations of children’s privacy, and actions that cause physical or psychological harm. This study affirms that schools bear a legal responsibility to provide a safe, healthy, and supportive educational environment that fosters the optimal growth and development of children. Keywords: civil law, children's rights, elementary education, breach of contract, tort.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna; Zawil Fadhli; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6059

Abstract

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan terus mengalami peningkatan dan menjadi ancaman serius terhadap terpenuhinya hak-hak peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menghambat proses pendidikan serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam perspektif hukum Islam, serta mengkaji relevansi antara ketentuan hukum positif di Indonesia dengan prinsip-prinsip perlindungan yang diajarkan dalam Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, Al-Qur'an, hadis, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap korban kekerasan seksual melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa), hifz al-'ird (perlindungan kehormatan), dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai bagian dari maqasid syariah. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan hukum nasional yang menekankan pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta pemulihan hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam penyusunan kebijakan dan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan melalui pendidikan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kekerasan Seksual, Lingkungan Pendidikan, Hukum Islam.
PERLINDUNGAN HAK ANAK DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE Eva Susanna; Yusnaidi Kamaruzzaman; Fitrilliana Fitrilliana; Salwa Hayati Hasan
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6061

Abstract

Pemenuhan hak anak merupakan prinsip mendasar yang harus diwujudkan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan memberikan perlindungan terhadap hak anak untuk terbebas dari segala bentuk kekerasan di sekolah. Implementasi perlindungan hak anak di lingkungan pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam praktiknya, penyelesaian terhadap permasalahan anak umumnya lebih mengedepankan pendekatan penghukuman yang berfokus pada pemberian sanksi kepada pelaku. Pendekatan ini belum sepenuhnya mengakomodasi aspek pemulihan, baik dalam membangun kembali hubungan sosial antara pihak-pihak yang terlibat, memulihkan kondisi korban, maupun mendukung perkembangan psikologis anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep restorative justice sebagai salah satu pendekatan dalam perlindungan hak anak di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan konseptual, pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice merupakan pendekatan penyelesaian konflik yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak melalui dialog, pemulihan, dan partisipasi seluruh pihak. Penerapannya mampu memperkuat pendidikan karakter, menciptakan disiplin positif, serta mengurangi kekerasan di lingkungan sekolah. Namun, implementasinya masih terkendala oleh terbatasnya regulasi operasional, kompetensi guru, dan sinergi antarpemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan prinsip restorative justice dalam perlindungan hak anak di sekolah.