Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VARIASI PENGARUH PROGRAM BERAS MISKIN (RASKIN) TERHADAP KONSUMSI MAKANAN RUMAH TANGGA Syahril; Kurniawan, Randi
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 27 No 2 (2019)
Publisher : Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences (P2E-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.861 KB) | DOI: 10.14203/JEP.27.2.2019.1-10

Abstract

Beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan di Indonesia yang sudah berlangsung sejak 21 tahun lalu, namun pengaruhnya terhadap konsumsi rumah tangga masih menimbulkan perdebatan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji adanya variasi pengaruh program Raskin terhadap konsumsi makanan pada berbagai kelompok rumah tangga berdasarkan pengeluaran dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014. Model estimasi yang digunakan adalah regresi multivariat dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rumah tangga penerima Raskin, kelompok paling miskin (20% terbawah) secara relatif mengalokasikan sumber daya lebih banyak untuk konsumsi beras dan makanan pokok dibanding kelompok kurang miskin (20% teratas). Sementara itu, kelompok rumah tangga kurang miskin secara relatif membelanjakan uang lebih banyak untuk makanan bernutrisi, seperti telur dan susu, daging dan ikan. Namun, proporsi konsumsi rokok dan alkohol juga lebih tinggi pada rumah tangga kurang miskin. Temuan studi ini mendorong perlunya perbaikan sasaran program Raskin karena manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh rumah tangga kurang miskin dibanding rumah tangga paling miskin.
Efek Insentif Pajak terhadap Kinerja Ekonomi Sektoral dan Nasional: Analisis Simulasi Tabel Input-Output Tahun 2021 Syahril, Syahril
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.542

Abstract

The government uses tax incentives as one of the fiscal policy instruments to stimulate the economy. Over the last five years, the government has increased tax incentives, especially during the Covid-19 period. Although tax incentives deviate from general tax regulations and reduce state revenues, they can be considered as increasing government expenditures because they fall under the category of state expenditures. This study aims to determine the impact of tax incentives provided by the government in 2021 on the business sector and its effect on sectoral changes, national output, GDP, and employment. To analyze the effect of incentives, an input-output simulation analysis was used with the scenario that tax spending is equivalent to government spending. The input-output table data used is the 2016 input-output table, updated to 2021. The results show that the manufacturing and agricultural industry sectors that receive relatively large tax incentives experience a significant effect on changes in output, GDP, and employment compared to other sectors. Secondly, there are several strategic sectors that receive low tax incentives. Thirdly, some sectors are given high tax incentives, but the effect of changes in output, GDP, and employment is lower than sectors with low tax incentives, and vice versa. Theoretically, this study contributes to understanding the impact of tax incentives on Indonesia's economy, particularly in business sectors that have generally been underexplored in Indonesia. Practically, it assists the government in formulating sector-specific tax incentive policy strategies. Pemerintah menggunakan insentif perpajakan sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong perekonomian. Dalam lima tahun terakhir, insentif pajak yang diberikan pemerintah cenderung naik, terutama pada periode Covid-19. Karena bersifat menyimpang dari peraturan perpajakan secara umum, insentif pajak jelas mengurangi pendapatan negara, tapi bisa dianggap menaikkan belanja pemerintah karena secara substansial termasuk dalam kategori belanja negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek dari insentif pajak yang diberikan pemerintah tahun 2021 berdasarkan sektor usaha terhadap perubahan output sektoral, nasional, PDB, dan penyerapan tenaga kerja. Untuk mengetahui efek insentif metode analisis yang digunakan adalah analisis simulasi input output dengan skenario yang digunakan adalah belanja perpajakan sama dengan belanja pemerintah. Data tabel input output yang digunakan adalah tabel input output tahun 2016 yang diupdate ke tahun 2021. Hasilnya, pertama sektor industri pengolahan dan pertanian yang mendapatkan insentif pajak relatif besar mengalami efek perubahan output, PDB, dan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar dibandingkan sektor lain. Kedua, ada beberapa sektor yang strategis tapi insentif pajaknya rendah. Ketiga, ada beberapa sektor yang diberikan insentif pajak tinggi tapi efek perubahan output, PDB, dan penyerapan tenaga kerjanya lebih rendah dari sektor yang insentif pajaknya rendah, begitupun sebaliknya. Secara teoritis, berkontribusi terhadap untuk memahami dampak insentif pajak terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor-sektor usaha, yang umumnya belum banyak diteliti di Indonesia, sementara secara praktis, membantu pemerintah menyusun strategi kebijakan insentif pajak yang bersifat sektoral.
FAKTOR PENENTU ADOPSI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PENJUALAN USAHA SEKTOR INFORMAL DI INDONESIA Syahril, Syahril; Muhammad, Fadil; Hamzah, Muh. Qardawi; Ningsih, Selly Kudrati; Islamiah, Farida
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.340

Abstract

The informal sector plays a crucial role in the Indonesian economy, accounting for a significant share of labor absorption. However, it is also closely linked to poverty, low productivity, wage inequality, and limited tax revenue and financial deepening. Social media adoption is seen as a business development strategy, yet the majority of informal businesses have not yet adopted it. This study analyzed the influence of social media on sales and the determinants of adoption using linear regression and probit logistic regression. The results indicate that education, owner age, smartphone ownership, and electricity access influence social media adoption, whereas experience does not. Social media also had no significant impact on the sales of informal sector businesses. Keywords: Informal Sector, Social Media, Sales, Business Actors