Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK Ardito Dicky Pilang Gusbriananda; Listyani Hidayati; Beti Kristinawati; Fauzi Ahmad Yudianto; Amalia Sania Qonita; Diana Febriani; Adindha Puteri Ayu Zahwani; Yumnariffa Ulayya Ridwan; Dyah Retno Palupi; Maya Sukmawati; Layla Bonita Salsabila; Zahra Ratnawati Desiana; Bela Segar Juniarti; Salma Chintana Putri; Fitriana Fatika Khaerani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6074

Abstract

Desa Gumpang merupakan salah satu desa di Kecamatan Kartasura Sukoharjo. Di Desa Gumpang, terdapat lansia dengan diabetes mellitus sebanyak 22 orang. Hasil analisis, masih terdapat lansia yang belum mengetahui komplikasi yang diakibatkan dari diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan komplikasi pada lansia dengan diabetes mellitus. Pencegahan komplikasi pada diabetes mellitus dapat dilakukan melalui upaya promotif dan preventif yang berfokus untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap positif lansia terhadap kejadian stroke iskemik. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode ceramah dan tanya jawab, kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, diantaranya yaitu : (1) survei lapangan; (2) persiapan pelaksanaan kegiatan; (3) cek kesehatan lansia; (4) senam diabetes lansia (5) pre-test; (6) edukasi diabetes mellitus; (7) diskusi; (8) post-test. Untuk evaluasi kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest dengan media Presentasi Power Point. Hasil kegiatan menunjukkan pada pretest 2 orang mendapatkan nilai dengan kategori tidak paham, 18 orang kategori kurang paham, dan 2 orang kategori paham. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan nilai dari hasil pretest ke posttest. Terdapat 2 orang mendapatkan nilai dengan kategori kurang paham dan 20 orang kategori paham. Kesimpulan: pemberian edukasi tentang pencegahan kejadian stroke iskemik pada penyandang diabetes mellitus dapat meningkatkan pengetahuan pada lansia di Desa Gumpang.
Controlling Aedes spp Mosquito Larvae, the Vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), in Jatingarang Village, Sukoharjo Bella Hasnia Cahyaningrum; Diah Ayu Kusuma Wulandari; Maulana Habib Wicaksono; Ririn Nur Hidayati; Wasiatul Karimah; Annisa Dewi Cahya; Bela Segar Juniarti; Mitoriana Porusia
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 3, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i3.11767

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases transmitted by the Aedes aegypti mosquito which is still endemic in Indonesia. DHF is still a priority disease that needs to be addressed by the Sukoharjo Health Office, especially in the Weru District. Based on the results of the Self-Reflection Survey (SMD) on residents of Dusun 1, Jatingarang Village, Kabupaten Sukoharjo with a total sample of 152 households, it was found that 63.2% or 92 households still had insufficient knowledge about DHF. This community service activity carried the theme Smart mother Education Program, which consisted of two main activities: increasing community knowledge about DHF and utilizing Abate to eradicate mosquito larvae as an effort to control DHF. The first activity involved providing education about DHF to 30 participants. The results of the analysis using the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (≤ 0.05), which means there is a significant difference in the participants' knowledge scores before (pre-test) and after (post-test) the delivery of the material. The frequency distribution shows an increase in the good knowledge category, from 18 people (60%) before education to 23 people (76.7%) after education. The second activity was the door-to-door distribution of Abate to 33 houses where mosquito larvae were positively found. In addition, the Larva Free Index (ABJ) in Dusun 1 increased from 80.2% to 94.8%, indicating an improvement in the success of mosquito larva control. This program effectively increased community knowledge about DHF and the use of Abate for mosquito larva eradication, and it successfully improved the Larva Free Index in Dusun 1, Jatingarang Village.