Jahara Putri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN MELALUI PROYEK MATA KULIAH WAJIB KURIKULUM BERBASIS AKSI BERSIH PANTAI SYIAH KUALA Rafni Fajriati; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Desita Ria Yusian TB; Nurul Adilla; Jahara Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi lingkungan mahasiswa yang tercermin dari kurangnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pantai sebagai ruang publik dan ekosistem penting masih menghadapi permasalahan sampah akibat aktivitas manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan mahasiswa melalui Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis aksi bersih pantai di kawasan Syiah Kuala. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan project-based learning yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan. Aksi bersih pantai dilaksanakan melalui kegiatan edukasi awal, pengumpulan dan pemilahan sampah, serta diskusi reflektif terkait dampak lingkungan dan peran individu dalam menjaga ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, meningkatnya kesadaran akan dampak sampah terhadap ekosistem pantai, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi proyek MKWK berbasis aksi nyata efektif dalam menumbuhkan literasi lingkungan mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan.
MODEL LITERASI ANTI-BULLYING BERBASIS BAHASA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Abdul Mukti; Pardi Pardi; Muhammad Ihsan; Jahara Putri; Muhammad Rizky
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model literasi anti-bullying berbasis bahasa dan kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Permasalahan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah dasar tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis siswa, tetapi juga menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Pendekatan yang selama ini digunakan cenderung bersifat parsial dan belum terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik bullying, literasi bahasa, dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dengan rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan literasi bahasa, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pendekatan sistem berbasis sekolah. Model literasi anti-bullying yang dihasilkan menekankan pada penggunaan bahasa yang santun, empatik, serta penguatan interaksi sosial melalui media budaya lokal seperti permainan tradisional. Model ini berpotensi meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kata kunci: Literasi Bahasa, Bullying, Kearifan Lokal, Komunikasi, Sekolah Dasar. A LANGUAGE- AND LOCAL WISDOM-BASED ANTI-BULLYING LITERACY MODEL IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ COMMUNICATION SKILLS Abstract This study aims to examine and formulate a language-based anti-bullying literacy model integrated with local wisdom to improve elementary school students’ communication skills. Bullying remains a significant issue in primary education, affecting not only students’ psychological well-being but also hindering their communication and social interaction development. Existing approaches tend to be partial and lack integration with language learning and local cultural values. This research employed a qualitative approach using a systematic literature review method on relevant scholarly articles related to bullying, language literacy, and local wisdom-based education. Data were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases within the 2015–2025 range. The data were analyzed using thematic synthesis to identify patterns, concepts, and research gaps. The findings indicate that effective bullying prevention requires the integration of language literacy, local wisdom values, and a school-based systemic approach. The proposed anti-bullying literacy model emphasizes polite and empathetic language use, as well as strengthening social interaction through local cultural media such as traditional games. This model has the potential to enhance students’ communication skills while fostering a safe and inclusive learning environment. Keywords: Language Literacy, Bullying, Local Wisdom, Communication, Elementry School.
ANALISIS KETERAMPILAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI BANDA ACEH Rafni Fajriati; Murnia Suri; Mutiawati Mutiawati; Yawma Wulida; Jahara Putri; Nurul Adilla
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan computational thinking siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Banda Aceh. Computational thinking merupakan keterampilan berpikir yang penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam mendukung pemecahan masalah secara sistematis dan logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV di salah satu SDN di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, tes berbasis masalah kontekstual, serta wawancara dengan guru kelas. Instrumen penelitian disusun berdasarkan empat indikator computational thinking, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dekomposisi dan pengenalan pola siswa berada pada kategori sedang, sedangkan kemampuan abstraksi dan perancangan algoritma masih berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa masih memerlukan dukungan pembelajaran yang terstruktur dan kontekstual untuk mengembangkan computational thinking secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis coding dan literasi digital di sekolah dasar.