p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Ririh Sekar Mardisiwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PEMANFAATAN CAMPURAN KUNING TELUR, KUNYIT DAN ALBUMIN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KARANGPAKIS KEDIRI: Farmers’ Knowledge Level on the Utilization of Egg Yolk, Turmeric, and Albumin Mixture in Addressing Foot and Mouth Disease Outbreak in Karangpakis, Kediri Astini, Wining; Diah Nugrahani Pristihadi; Ririh Sekar Mardisiwi; Luvy Dellarosa; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2946

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit viral yang berdampak signifikan terhadap produksi peternakan secara global. Pengendalian penyakit ini memerlukan perhatian khusus, terutama pada hewan karier yang terinfeksi, serta optimalisasi strategi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi potong terkait pemanfaatan campuran kuning telur yang mengandung IgY dan kunyit, serta pemberian bubuk albumin dalam pakan konsentrat sebagai upaya menghadapi wabah PMK di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri. Pengambilan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82% peternak tidak pernah membuat konsentrat sendiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Akibatnya, 58% peternak tidak dapat menyebutkan komposisi konsentrat secara benar, dan 17% peternak menyatakan bahwa bonggol jagung tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran konsentrat. Menariknya, seluruh peternak (100%) telah memahami bahwa campuran kuning telur dan kunyit dapat dimanfaatkan sebagai terapi PMK pada sapi potong. Namun demikian, masih terdapat 11% peternak yang belum memahami manfaat bubuk albumin serta 47% peternak yang belum memahami penggunaan dosis campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peternak pada umumnya telah memahami manfaat campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin sebagai terapi PMK. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman dalam pembuatan pakan konsentrat serta ketepatan dalam penerapan dosis terapi.   Kata kunci: albumin, IgY, kuning telur, kunyit, penyakit mulut dan kuku
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN) DI DESA KARANGPAKIS KEDIRI: Level of Farmers Knowledge Regarding Management of B3 Waste (Hazardous Waste) in Karangpakis Village, Kediri Dellarosa, Luvy; Diah Nugrahani Pristihadi; Wining Astini; Ririh Sekar Mardisiwi; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3106

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang dikategorikan berbahaya karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya berpotensi mencemari, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghasil limbah B3 yang perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri, dalam mengelola limbah B3. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 88,23% peternak belum mengelola limbah B3, sehingga mereka tidak mampu menjelaskan definisi, jenis, maupun prosedur pengelolaannya. Namun demikian, sebanyak 29,41% peternak telah memahami urgensi pengelolaan limbah B3 untuk mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap makhluk hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.   Kata kunci: bahaya, kesehatan, limbah B3, peternak