Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Histomorphology of Pancreatic Islet in Physiological Aging Female Rats Post Intravenous Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cell Injection wining astini
Journal of Stem Cell Research and Tissue Engineering Vol. 3 No. 1 (2019): JOURNAL OF STEM CELL RESEARCH AND TISSUE ENGINEERING
Publisher : Stem Cell Research and Development Center, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.768 KB) | DOI: 10.20473/jscrte.v3i1.16324

Abstract

The increasing population of aged people will have the important role in the life, but the function of their bodies will decrease because of aging. Aging will increase the risk of degenerative disease, one of example is diabetes. The disease is related to the aging in the pancreatic organ which progressively declines by age. The aimed of the experiment was to determine the effect of human wharton’s jelly mesenchymal stem cells by injecting intravenously in aging female rats. This study used 3 young female rats (3 months) and 6 aging female rats (24 months). The experiment consisted of three groups. The young control group (A), the aging control group (B) that received NaCl (0.9%) 0,4 mL, the aging treatment group (C) received 1 x 106 cells/kg of human wharton’s jelly mesenchymal stem cells 0,4 mL. The aging control and the aging treatment group were injected 4 times with the interval in 3 months. The end of the experiment (12 months), the rats were anesthetized and sacrificed. The pancreatic tissues were collected to examine the pancreatic islets by histology studies. Changes of the pancreatic islet in control and treated groups were examined using hematoxylin and eosin staining. These findings conclude that injecting human wharton’s jelly mesenchymal stem cell increase the diameter and total pancreatic islet in the treatment group. In other side, the cell population of pancreatic islet also have significant differences (P<0.05) in treated physiological aging female rat groups than control aging female rat group.
PERMASALAHAN INFESTASI EKTOPARASIT PADA PETERNAKAN DI KELURAHAN MULYAHARJA : Ectoparasite Infestation Problems in Livestock in Mulyaharja Subdistrict Tetty Barunawati Siagian; Henny Endah Anggraeny; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Miranti Fardesiana Putri; Wining Astini; Muh Rifky Rachman; Kukuh Amru Dhiya Rahmat; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1829

Abstract

Mulyaharja merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kota Bogor. Pekerjaan masyarakatnya sebagai petani dan juga peternak. Beternak domba dan kambing dilakukan secara tradisional tanpa memiliki pengetahuan. Permasalahan dihadapi peternak di Kelurahan Mulyaharja yaitu infestasi ektoparasit. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi infestasi ektoparasit pada domba dan kambing pada peternakan rakyat di Kelurahan Mulyaharja. Penelitian menggunakan 48 ekor domba dan 14 ekor kambing. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan secara natif. Hasil pemeriksaan menunjukkan ditemukannya kutu Bovicola ovis, dan tungau Sarcoptes scabiei. Kutu Bovicola ovis ditemukan pada domba dan kambing, sedangkan infestasi Sarcoptes scabiei hanya ditemukan pada satu ekor kambing. Bovicola ovis merupakan kutu pengunyah dan pengigit pada domba namun dapat menginfestasi kambing. Penyebarannya sangat cepat dalam satu kandang. Sarcoptes scabiei merupakan tungau yang hidup dibawah kulit dan membentuk terowongan. Tungau Sarcoptes scabiei  bersifat zoonosis. Infestasi ektoparasit merupakan salah satu permasalahan peternakan di Kelurahan Mulyaharja.   Kata kunci: Domba, Damalinia ovis, kambing, Oribatid mite, Sarcoptes scabiei,
INFESTASI ENDOPARASIT CACING PADA TERNAK DOMBA MASYARAKAT DI KELURAHAN MULYAHARJA BOGOR JAWA BARAT: Endoparasite Worm Infestation in Sheep Livestock in Mulyaharja Village, Bogor, West Java Miranti Fardesiana Putri; Henny Endah Anggraeni; Tetty Barunawati Siagian; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Wining Astini; Siti Zahidah; Muhammad Haikal Adhim; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1892

Abstract

Mulyaharja merupakan kecamatan yang berlokasi di kota Bogor, Jawa Barat. Pada kecamatan ini terdapat kawasan agrowisata yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai daya tarik wisata utama. Selain pertanian, masyarakat di Kecamatan Mulyaharja juga beternak domba secara tradisional. Domba sering terjangkit berbagai penyakit, salah satunya parasit, seperti infeksi cacing. Gejala infeksi cacing ini seringkali tidak terdeteksi. Pada penelitian ini pengambilan sampel feses dilakukan secara acak pada 10 ekor domba milik peternak di Kawasan Agrowisata Mulyaharja, Bogor. Pemeriksaan feses yang dilakukan berupa pemeriksaan kualitatif dengan metode pemeriksaan natif dan flotasi serta pemeriksaan kuantitatif dengan metode McMaster. Hasil penelitian menunjukkan 90% fesesnya positif mengandung telur cacing. Telur cacing yang ditemukan merupakan jenis telur strongyl. Hasil pemeriksaan EPG secara kuantitatif menunjukkan adanya variasi tingkat infeksi. Hasil EPG menunjukkan 40% domba mengalami infeksi berat, dan 60% mengalami infeksi rendah. Dari hasil penelitian domba ternak masyarakat kecamatan Mulyaharja perlu diberikan pengobatan cacing dan perbaikan pengelolaan sanitasi kandang serta pemberian pakan rumput.   Kata kunci:  Infestasi, Endoparasit cacing, Mulyaharja, Domba, Strongyl
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN) DI DESA KARANGPAKIS KEDIRI: Level of Farmers Knowledge Regarding Management of B3 Waste (Hazardous Waste) in Karangpakis Village, Kediri Dellarosa, Luvy; Diah Nugrahani Pristihadi; Wining Astini; Ririh Sekar Mardisiwi; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3106

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang dikategorikan berbahaya karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya berpotensi mencemari, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghasil limbah B3 yang perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri, dalam mengelola limbah B3. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 88,23% peternak belum mengelola limbah B3, sehingga mereka tidak mampu menjelaskan definisi, jenis, maupun prosedur pengelolaannya. Namun demikian, sebanyak 29,41% peternak telah memahami urgensi pengelolaan limbah B3 untuk mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap makhluk hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.   Kata kunci: bahaya, kesehatan, limbah B3, peternak