Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit viral yang berdampak signifikan terhadap produksi peternakan secara global. Pengendalian penyakit ini memerlukan perhatian khusus, terutama pada hewan karier yang terinfeksi, serta optimalisasi strategi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi potong terkait pemanfaatan campuran kuning telur yang mengandung IgY dan kunyit, serta pemberian bubuk albumin dalam pakan konsentrat sebagai upaya menghadapi wabah PMK di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri. Pengambilan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82% peternak tidak pernah membuat konsentrat sendiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Akibatnya, 58% peternak tidak dapat menyebutkan komposisi konsentrat secara benar, dan 17% peternak menyatakan bahwa bonggol jagung tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran konsentrat. Menariknya, seluruh peternak (100%) telah memahami bahwa campuran kuning telur dan kunyit dapat dimanfaatkan sebagai terapi PMK pada sapi potong. Namun demikian, masih terdapat 11% peternak yang belum memahami manfaat bubuk albumin serta 47% peternak yang belum memahami penggunaan dosis campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peternak pada umumnya telah memahami manfaat campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin sebagai terapi PMK. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman dalam pembuatan pakan konsentrat serta ketepatan dalam penerapan dosis terapi. Kata kunci: albumin, IgY, kuning telur, kunyit, penyakit mulut dan kuku