Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performance-Based Capitation (PBK) at PUSKESMAS in East Kolaka Mokke, Desya Dillachsyadina; Janna, Siti Nur; Juliatin; Hasniar; Asmiati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1722

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Kolaka Timur, Indonesia. Skema KBK, sebagai kebijakan utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyesuaikan pembayaran fasilitas berdasarkan pencapaian tiga indikator layanan utama: Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Latar belakang menggarisbawahi peran kunci FKTP sebagai gatekeeper sistem dan penggunaan KBK untuk menjamin mutu layanan serta efisiensi keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling terhadap seluruh FKTP yang memenuhi kriteria. Data dari Januari dan Agustus 2025, yang mencakup laporan kinerja sekunder, kuesioner, dan wawancara, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja yang beragam. RRNS (0,54%) berhasil dikendalikan, mengindikasikan fungsi gatekeeper yang efektif. Namun, tantangan besar teridentifikasi: AK (70,54‰) masih jauh di bawah target 150‰, mencerminkan rendahnya akses layanan atau pencatatan yang kurang optimal, dan RPPT (1,08%) sangat di bawah target 5%, menandakan pengelolaan penyakit kronis yang belum optimal. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan masalah sistemik seperti beban peserta yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kelemahan dalam pencatatan data dan keterlibatan masyarakat dalam Prolanis. Disimpulkan bahwa meskipun fungsi rujukan berjalan efektif, diperlukan peningkatan signifikan dalam aksesibilitas layanan dan perawatan kronis. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan sistem pencatatan layanan, peningkatan monitoring rutin multipihak, optimalisasi kegiatan Prolanis berbasis komunitas, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk memperbaiki hasil pencapaian KBK secara keseluruhan.
From Paper to Platform: Navigating the Digital Transformation and Integration Challenges of Health Information Systems Mokke, Desya Dillachsyadina; Syamsinar, Sitti; Husdiningsih, Ferra; Radiastu, I Wayan Angga; Tombora, Djasrin H; Hernawati; Risky, Sartini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1777

Abstract

The digital transformation of health information systems (HIS) is a critical yet persistently challenging endeavor, often failing to deliver promised value due to a narrow, techno-centric focus. This study argues that successful transformation is fundamentally a socio-technical co-optimization problem, requiring simultaneous attention to interdependent technical, organizational, and human dimensions. Through an integrative literature review and conceptual framework analysis, we identify and categorize a multidimensional landscape of barriers, including legacy system inertia, interoperability gaps, fragmented governance, workflow misalignment, clinician resistance, and cultural friction. These challenges are not isolated but are dynamically interconnected, as visualized in a network dependency model, where a flaw in one dimension exacerbates problems in another, creating cycles of failure. To navigate this complexity, we propose a actionable socio-technical framework that translates theory into practice. The framework prescribes integrated strategic enablers: leadership must champion iterative, user-centered design and inclusive governance; technical strategy must adopt open standards and modular architecture; and a foundational culture of psychological safety and continuous learning must be fostered. The findings underscore that sustainable transformation is not a technology installation project but a long-term organizational evolution, demanding a balanced portfolio of initiatives to cultivate an adaptive learning healthcare ecosystem.